<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338</id><updated>2012-01-31T16:07:57.785-08:00</updated><title type='text'>Tombo Atiku Tombo Atimu</title><subtitle type='html'>Kumpulan artikel yg layak dikoleksi untuk dibaca ulang sebagai penyegar dahaga jiwa...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3252312951448204443</id><published>2012-01-31T15:56:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T16:07:57.799-08:00</updated><title type='text'>Jika Anak Bertanya Tentang Tuhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xmJIWAF2DNA/TyiBalOEjTI/AAAAAAAABXI/kP8kluVhYp8/s1600/salat-kid.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 275px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-xmJIWAF2DNA/TyiBalOEjTI/AAAAAAAABXI/kP8kluVhYp8/s400/salat-kid.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703951221732445490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi "tak mau tahu" alias ignoran). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang Tuhan. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan mahapenting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya 1: "Bu, Tuhan itu apa sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, Tuhan itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, katak, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya 2: "Bu, bentuk Tuhan itu seperti apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jawab begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bentuk Tuhan itu seperti anu ..ini..atau itu...." karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi jawablah begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adek tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing, semuanya. nah, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Tuhan itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat." (QS Asy-Syuraa : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya 3: "Bu, kenapa kita gak bisa lihat Tuhan?&lt;br /&gt;Jangan jawab begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban bahwa Tuhan itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.&lt;br /&gt;Al-Hadid (57) ayat 3 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Tuhan dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Tuhan itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) "barang" dan "sesuatu" yang ditujukan pada Tuhan. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syuraa di atas bahwa Allah itu "Allah itu bukan sesuatu;" "tidak sama dengan sesuatu;" melainkan Pencipta segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kita tidak nampak Allah?"&lt;br /&gt;Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )&lt;br /&gt;"Adik bisakah melihat matahari yang terang itu langsung? Tidak 'kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi, bagaimana kita melihat Pencipta matahari itu. Iya 'kan?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga beri jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adek, lihat langit yang luas dan 'besar' itu 'kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit 'kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita shalat. Allah Mahabesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek 'kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari adek setelah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. "Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jawab begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, Tuhan itu ada di atas. atau di surga."&lt;br /&gt;Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Tuhan. berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga jangan jawab begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, Tuhan itu ada di mana-mana."&lt;br /&gt;Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Tuhan itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, Tuhan itu dekat dengan kita. Tuhan itu selalu ada di hati setiap orang yang shaleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Tuhan selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al-Baqarah : 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya 5: "Bu, kenapa kita harus nyembah Tuhan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jawab begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena kalau kamu tidak menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Tuhan, kamu akan dimasukkan ke surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Tuhan, bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka, "Masak sama Tuhan kayak dagang aja! Yang namanya Tuhan itu berarti butuh penyembahan! Tuhan kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada." (QS Al-Hadid : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah." (QS Al-Baqarah : 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan sering lho bicara sama kita. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan. nah, itulah bisikan Tuhan untukmu, Sayang." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus." (QS Al-Baqarah : 213)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya." (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, kita menyembah Tuhan sebagai wujud bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi. kalau mesti bayar, 'kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Adek gak nyembah Tuhan, Adek yang rugi, bukan Tuhan. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam." (QS Al-Ankabut : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan juga pada anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Tuhan, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa, Bu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Tuhan tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Tuhan selalu ada untuk kamu. Nanti, Tuhan juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Tuhan." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya pendidikan dini sejak dalam kandungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ilmuwan Barat menemukan dan menyarankan para ibu hamil agar memperdengarkan musik klasik untuk meningkatkan IQ janin yang sedang dikandungnya, tradisi muslim sudah melakukan hal serupa. Para orang tua muslim yang sedang menunggu momongan lahir dianjurkan untuk lebih rajin mengaji atau memperdengarkan rekaman resitasi al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang arif billah berkata pada saya, sebenarnya adanya hukum tajwid dalam Quran, selain untuk tujuan akurasi pelafalan (tartil), juga merupakan alunan nada Yang Qadim. Dengarkan dengan saksama sambil tafakur tanpa berpikir apa-pun dan tanpa hati berbisik-bisik apa pun. Dengarkan dengan syir hati, kata beliau. Mencerdaskan akal dan hati sehingga tersingkirlah kegelapan syirik dalam diri. Allahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan orang tua muslim masa kini adalah lebih sibuk mencarikan les-les bahasa Inggris, matematika, atau piano. Mereka bangga anaknya sudah bisa bahasa Inggris atau nilai matematikanya bagus. Mereka tidak prihatin atau sedih kalau anak-anaknya belum mengenal huruf-huruf hijaiyyah. huruf-huruf yang mengantarkan anak-anak juga orang tuanya pada keridhaan dan kasih sayang Tuhan di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika kini Engkau belum karuniai kami keturunan, maka karuniailah kami dan karuniai juga atas kami kemampuan untuk menjaga amanat-Mu ini sehingga keturunan kami menjadi insan-insan yang Engkau ridai. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://surat.artikelislami.com/2011/07/jika-anak-bertanya-tentang-tuhan.html"&gt;artikelislami&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3252312951448204443?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3252312951448204443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3252312951448204443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3252312951448204443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3252312951448204443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2012/01/jika-anak-bertanya-tentang-tuhan.html' title='Jika Anak Bertanya Tentang Tuhan'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xmJIWAF2DNA/TyiBalOEjTI/AAAAAAAABXI/kP8kluVhYp8/s72-c/salat-kid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1104994164114538084</id><published>2012-01-30T14:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T17:31:18.160-08:00</updated><title type='text'>DIALOG ANTARA AL HAQ &amp; AL BATHIL</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-uOeKoCOuoNc/Tych9iW4cEI/AAAAAAAABWs/4cEKsj1SVCg/s1600/haq-dan-bathil-copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 348px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-uOeKoCOuoNc/Tych9iW4cEI/AAAAAAAABWs/4cEKsj1SVCg/s400/haq-dan-bathil-copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703564794166538306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, al haq dan al hathil berjalan beriringan menuju sebuah tempat. Di tengah perjalanan, terjadi dialog di antara keduanya. Al bathil berkata, "Kepalaku lebih tinggi darimu." Al haq menjawab, "Tapi kaki pijakanku lebih kuat darimu." Al bathil berucap, "Aku lebih kuat darimu." Al haq menimpali, "Tapi aku lebih kekal darimu." "Bersamaku orang-orang yang kuat dan terhormat," kata al bathil melanjutkan ucapannya. Al haq menyitir ayat, "Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembangkang-pembangkang yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tiada memperdaya melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya." (6: 123). Al bathil menutup dialognya, "Aku sanggup membunuhmu sekarang juga." Namun al haq dengan senyum optimis menjawab, "Tapi anak-anak keturunanku, suatu saat pasti akan membunuhmu." (hakadza 'allamatni al hayat, DR. Mustafa Siba'i rahimahullah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku… Pertentangan dan permusuhan antara kebenaran dan kebathilan dimulai sejak diciptakannya nenek moyang manusia, yaitu Adam a.s dan Iblis laknatullah. Di setiap zaman dan tempat, al haq dan al bathil selalu memiliki pengikut yang tak sedikit. Pengikut al haq tidak pernah sepi walau pun berada di sebuah daerah yang mayoritas mendukung kebathilan. Sebagaimana pengikut kebathilan akan terus tumbuh di tempat yang dihuni oleh para pejuang kebenaran. Dan hatta di negeri yang disucikan sekalipun. &lt;br /&gt;Seorang salafus shalih pernah berkata, "Innal ardha laa tuqaddisu ahlaha" sesungguhnya bumi itu tidak mensucikan penduduknya. Orang yang berdomisili di Mekkah belum tentu telah melaksanakan haji. Dan mereka yang menetap di Eropa, tidak seluruhnya buta huruf al Qur'an. Dan pergolakan al haq dan al bathil itu terus berlangsung hingga berakhirnya kehidupan di dunia. Namun sejarah telah mencatat, bahwa pembela kebenaran dan pendukung kebathilan memiliki penutup layar kehidupan yang berbeda. Kisah para pengibar panji kebenaran selalu ditutup dengan cerita yang manis "happy ending". Tapi alur kisah para pemboikot dan pembangkang serta musuh kebenaran selalu berakhir memilukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku… Masih basah dalam ingatan kita, kisah Qarun si kufur nikmat. Yang dengan kekayaannya ia memasang badannya menghalang-halangi lajunya al haq. Maka akhirnya Allah s.w.t tenggelamkan ia dengan seluruh harta kekayaannya ke dalam bumi. Fir'aun yang menentang al haq dengan fasilitas kekuasaannya, Dia tenggelamkan ia dan bala tentaranya ke dasar laut merah. Mustafa Kamal At Taturk, menjadi contoh nyata dari akhir kehidupan pemadam cahaya Allah di Turki. Yang telah merubah azan dan shalat dengan bahasa Turki. Melarang hijab bagi wanita muslimah dan seterusnya. Ia didera penyakit yang mengenaskan sebelum ia menemui ajalnya untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku… Selanjutnya terserah kita. Menjadi panah-panah al haq, atau menjadi tombak-tombaknya kebatilan. Hidup adalah pilihan. Jangan sampai kita salah dalam memilih jalan hidup kita. Di zaman ini, fasilitas dan sarana cukup beragam untuk membuktikan di posisi mana kita berada. Apakah di belakang al haq atau di samping al bathil. Melalui jejaring sosial apapun kita pun bisa merangkai kalimat al haq dan menyebarkannya untuk umat. Atau sebaliknya, berapa banyak orang yang mempergunakan jejaring ini untuk kebathilan dan menyebarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FB: Fir'adi Nasrudin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1104994164114538084?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1104994164114538084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1104994164114538084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1104994164114538084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1104994164114538084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2012/01/dialog-antara-al-haq-al-bathil.html' title='DIALOG ANTARA AL HAQ &amp; AL BATHIL'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-uOeKoCOuoNc/Tych9iW4cEI/AAAAAAAABWs/4cEKsj1SVCg/s72-c/haq-dan-bathil-copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3620654107089345489</id><published>2012-01-30T12:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T15:07:50.253-08:00</updated><title type='text'>Syair Tombo Ati 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3K2UYfz974w/TycioGS9uVI/AAAAAAAABW4/KzzW_nAmiW8/s1600/hat%252Bsanat%25C4%25B1%252B%252886%2529.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 396px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3K2UYfz974w/TycioGS9uVI/AAAAAAAABW4/KzzW_nAmiW8/s400/hat%252Bsanat%25C4%25B1%252B%252886%2529.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703565525368289618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diri hendak menegakkan adat... Tapi salah pula jika melawan syariat... Ajaran Agamalah yang mesti diperkuat... Agar umat tidak tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan marah sekiranya disinggung... Jgn berbangga jika disanjung... Jangan selalu mempermasalahkan untung... Jangan beramal selalu mau dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pulang senanglah hati... Segala bekal disediakan untuk perjalanan nanti... Waktu luang pastilah dicari-cari... Pulang yang baik jika bekal mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika pulang ke alam baka... Itu sama dgn pulang juga... Di dunia ini kita perantau semata-mata... Maka pulang jugalah kita kehadirat ALLAH Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitapun jangan mau nekat... Bekal sedikit mau plg kekampung akherat... Namun umur tak tahu kapan diangkat... Persiapan barang bekal kita haruslah berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hidup banyak berjanji... Dengan suami istri mau hidup semati... Begitu di kubur ketika mati... Ia tidak ikut malah cari pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perantau harus plg... Jgn lupa kampung diri seorang... Saling mengingatkanlah kita dengan senang... Jauhilah dikampung orang apa yang dipantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perantau harus pulang... Tujuan dan jalan kita mesti dibentang... Perjalanan kita masih panjang... Kehadirat ALLAH kita pasti akan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ya Salam... Salam berhatur memuji Khalikul Alam... Semoga ini membuat hati menjadi tentram... Perenung diri siang dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah siapkah kita pulang... Jadwal keberangkatan ALLAH yg merancang... Tak peduli tua muda anak istri suami saudara sahabat akan dikenang... Sampailah jumpa jika kita berumur panjang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: FB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3620654107089345489?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3620654107089345489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3620654107089345489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3620654107089345489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3620654107089345489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2012/01/syiir-tombo-ati-1.html' title='Syair Tombo Ati 1'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3K2UYfz974w/TycioGS9uVI/AAAAAAAABW4/KzzW_nAmiW8/s72-c/hat%252Bsanat%25C4%25B1%252B%252886%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-818957794295808160</id><published>2011-12-22T16:30:00.001-08:00</published><updated>2011-12-22T16:35:52.680-08:00</updated><title type='text'>Petuah Ulama: Pentingnya Menjaga Waktu</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-sNg_Pjg8u7Q/TvPMebpja1I/AAAAAAAABWQ/djat3FTCfC4/s1600/TimeMachine.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 263px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sNg_Pjg8u7Q/TvPMebpja1I/AAAAAAAABWQ/djat3FTCfC4/s400/TimeMachine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689115577489255250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah nasehat berharga dari para ulama kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar melakukan hal yang sia-sia yang membuat lalai dari mengingat Allah. Padahal kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan. Pada tulisan kali ini, kami akan menyajikan perkataan-perkataan ulama terdahulu mengenai pentingnya menjaga waktu. Semoga dengan merenungkan nasehat para ulama berikut, kita dapat menjadi lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa Engkau Seperti Hari-harimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Bashri mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu Bagaikan Pedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu Berlalu Begitu Cepatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’  Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, mudahkanlah kami selaku hamba-Mu untuk memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian. Amin Yaa Mujibas Saailin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/2932-petuah-ulama-pentingnya-menjaga-waktu.html"&gt;rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-818957794295808160?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/818957794295808160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=818957794295808160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/818957794295808160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/818957794295808160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/12/petuah-ulama-pentingnya-menjaga-waktu_22.html' title='Petuah Ulama: Pentingnya Menjaga Waktu'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sNg_Pjg8u7Q/TvPMebpja1I/AAAAAAAABWQ/djat3FTCfC4/s72-c/TimeMachine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-2824704026897959953</id><published>2011-10-19T20:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T20:13:20.623-07:00</updated><title type='text'>KUNCI-KUNCI KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-kspiSkXmzAw/Tp-Ru2jt4HI/AAAAAAAABMc/7w8mlAqgv88/s1600/KUNCI.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-kspiSkXmzAw/Tp-Ru2jt4HI/AAAAAAAABMc/7w8mlAqgv88/s400/KUNCI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665407090360705138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunci haji adalah ihram,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci segala kebaikan adalah kejujuran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci surga adalah tauhid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kemenangan dan kegemilangan adalah sabar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci penambahan nikmat adalah syukur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kewalian adalah cinta dan dzikir,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberuntungan adalah takwa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci petunjuk adalah cinta dan takut kepada Allah SWT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci permintaan adalah doa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci cinta akhirat adalah zuhud di dunia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci iman adalah merenungkan apa saja yang diperintahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya untuk direnungkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci masuk kepada Allah SWT adalah penyerahan hati, kesehatannya kepada-Nya, ikhlas karena-Nya dalam cinta &amp; benci, mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kejahatan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kehidupan hati adalah merenungkan Al-Qur'an dan merendahkan diri, berdoa pada waktu sahur dan meninggalkan dosa ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci mendapatkan rahmat dan ihsan adalah beribadah kepada Al-Khaliq dan berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci rizqi adalah bekerja dengan disertai istighfar dan takwa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kemuliaan adalah taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci persiapan menuju akhirat adalah memperpendek angan-angan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci segala kebaikan adalah cinta Allah SWT dan negeri akhirat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kunci segala keburukan adalah cinta dunia dan panjang angan-angan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Kitab Hadil Arwaah Ila Biladil Afraah, karya Syaikh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Darul Qalam, Beirut-Libanon)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-2824704026897959953?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/2824704026897959953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=2824704026897959953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2824704026897959953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2824704026897959953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/10/kunci-kunci-kehidupan.html' title='KUNCI-KUNCI KEHIDUPAN'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-kspiSkXmzAw/Tp-Ru2jt4HI/AAAAAAAABMc/7w8mlAqgv88/s72-c/KUNCI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1105880974753118882</id><published>2011-10-11T22:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T22:49:47.740-07:00</updated><title type='text'>Kutipan Petuah Dari 4 Imam Madzhab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5KlIx-wXpPI/TpUqZqzA1nI/AAAAAAAABMQ/Co5OWu0utKk/s1600/ScreenShot095.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5KlIx-wXpPI/TpUqZqzA1nI/AAAAAAAABMQ/Co5OWu0utKk/s400/ScreenShot095.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662478726961616498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, orang yang dadanya sesak karena kami, sungguh hati kami lapang untuk mereka." -Abu Hanifah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menganggap maksiat sebagai kehinaan; kujauhi ia agar diriku berkemuliaan; lalu jadilah ia kebiasaan." -Abu Hanifah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cara mudah menjatuhkan wibawamu adalah dengan memuji dirimu sendiri." -Malik ibn Anas-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Renungkanlah; jika ucapan kita ini termasuk perbuatan, kita pasti akan menyedikitkan kata-kata." -Malik ibn Anas-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belumlah menjadi saudaramu; dia yang masih membuatmu harus berpura-pura." -Asy Syafi'i-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang jika kau senangkan memujimu dengan yang tak kau miliki; kala marahnya juga akan menjelekkanmu dengan mengada-ada." -Asy Syafi'i-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa mendengar dengan telinga, kan menjadi tukang cerita. Siapa menyimak dengan hati, kan menjadi Faqih yang ahli. -Asy Syafi'i-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menasehati dengan kata-kata, bak muadzin yang merdu suaranya. Menasehati dengan teladan mulia, kan jadi Imam dalam segala. -Asy Syafi'i-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lunakkanlah hatimu dengan hanya memasukkan yang halal ke dalam perutmu." -Ahmad ibn Hanbal-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika bumi mengecil jadi seremah roti; lalu seorang muslim menyuapkan itu pada saudaranya; ini bukanlah pemborosan." -Ahmad ibn Hanbal-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milis iqro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1105880974753118882?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1105880974753118882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1105880974753118882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1105880974753118882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1105880974753118882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/10/kutipan-petuah-dari-4-imam-madzhab.html' title='Kutipan Petuah Dari 4 Imam Madzhab'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5KlIx-wXpPI/TpUqZqzA1nI/AAAAAAAABMQ/Co5OWu0utKk/s72-c/ScreenShot095.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4781309922439995733</id><published>2011-09-16T01:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T01:34:24.215-07:00</updated><title type='text'>Kemuliaan Orang-orang Miskin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-My74yGdFp-I/TnMIOTSIwXI/AAAAAAAABCA/K7QsBJaAUXA/s1600/kaya-dan-miskin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 295px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-My74yGdFp-I/TnMIOTSIwXI/AAAAAAAABCA/K7QsBJaAUXA/s400/kaya-dan-miskin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652870999067640178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersemangat tuk jadi kaya, kuat, &amp; bermanfaat bagi seluas-luas sesama adalah mulia. Tapi haruskah kita mencela kemiskinan &amp; keadaan papa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai pada kemiskinan sama sekali tiada kebaikan; akankah Nabi bersabda, "Aku diperlihatkan surga; kebanyakan penduduknya miskin adanya"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi juga pernah menyebut betapa seorang miskin, kusut, compang-camping &amp; tak laku; lebih baik dari sepenuh bumi si tampan berkekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah 'Abdurrahman ibn 'Auf; si kaya yang penampilannya tak beda dengan budaknya, suatu hari menangis ketika dihidangkan roti lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersedu dia berkata, "Mush'ab ibn 'Umair lebih baik dari kami. Dia tak pernah menikmati makanan seperti ini. Kala syahid di Uhud, ..." tiada kafan baginya selain selimut usang; kalau ditutupkan ke kepala terbuka kakinya, jika diselubungkan ke kaki tersingkap kepala.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisan 'Abdurrahman adalah sebab terkenang ungkapan Nabi saat melihat Mush'ab di Madinah; si tampan yang sejak hijrahnya menjadi papa.. kulitnya kering, mengelupas bagai ular berganti sisik, baju bertambal, tubuhnya kurus kurang gizi. Nabi menitikkan airmata &amp; bersabda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalian, jika dunia dibukakan, lalu masing-masing kalian berlimpah kekayaan &amp; kemuliaan?", beliau pandangi sahabat-sahabatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang saat itu nyaris semua faqir adanya menjawab; "Jika demikian keadaan kami pastilah baik ya RasulaLlah!". Nabi menggeleng.. dengan pelupuk tergenang, "Tidak! Demi Allah! Demia Allah, kalian hari ini lebih baik daripada kalian pada hari itu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tangis 'Abdurrahman adalah tangis iri; kepada mereka yang dikaruniai kematian di zaman ketika kesempitan menjadi urat persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tangis 'Umar ketika perbendaharaan Persia yang berlimpah bertimbun di Madinah. "Mengapa kau menangis hai Amirul Mukminin... padahal Islam dijayakan lewat kepemimpinanmu, &amp; kaum muslimin dimakmurkan melalui dirimu?" 'Umar makin tersedu. "Jika ini kebaikan.. kata 'Umar sambil menunjuk timbunan harta itu; "Mengapa tidak terjadi di zaman RasuluLlah &amp; Abu Bakr? Celaka! Mengapa di zamanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini kita mendengar bahwa menjadu kaya itu mulia; sekaligus bahwa miskin itu tercela. Tapi jika faktanya Nabi &amp; sahabat utama.. lebih khawatir kan kekayaan daripada kemiskinan; menyebut lebih baiknya keadaan miskin daripada kaya; sudikah kita tuk memeriksa lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kaya &amp; miskin, lapang &amp; sempit, bahagia &amp; duka; bukanlah ukuran mulia &amp; tercelanya manusia. Kemuliaan ada pada sikap menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Quran memuji Sulaiman yang berlimpah harta &amp; sekaligus mengutuk Qarun si kaya. Lalu ia muliakan Ayyub yang sakit, berduka, &amp; papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencela orang yang kala diberi kurnia mengatakan "Tuhanku memuliakanku" &amp; saat disempitkan rizqi mengeluh "Tuhanku menghinakanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS Al Fajr ayat 15-16 ini mencela rusaknya pola fikir ketika kebanyakan insan -yang beragama- menjadikan kekayaan sebagai ukuran mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabipun berdoa, "Wa laa taj'alid dunya akbara hammina, wa la mablagha 'ilmina.. Jangan jadikan dunia cita terbesar &amp; tujuan ilmuku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersaksi, benarlah Nabi tercinta; "Ni'mal malish shalih, li rajulish shalih! Sebaik-baik harta yang baik, di tangan lelaki baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kekayaan itu kebaikan yang pujian padanya bersyarat; jika penggenggamnya mulia &amp; bahkan memandang sebagai beban sebelum ditunaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi memang demikianlah segala 'alat beramal kita di dunia; kekayaan, ilmu, kekuasaan, cinta; semua kemuliaannya tersandar pada nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian kemiskinan; ia menjadi tak layak dicela sebab Allah Maha Kuasa menjadikannya jalan kemuliaan bagi begitu banyak hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu intinya bukan soal miskin; melainkan sikap SABAR yang ada di dalamnya. Sebagaimana bukan kaya-nya; melainkan ungkapan syukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salim sangat bersyukur dengan kehadiran para Gurunda yang membangkitkan semangat kita tuk jadi kaya; al. Gurunda @ipphoright &amp; lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tuk kebangkitannya, ummat hari ini memerlukan pilar-pilar kebaikan yang ditopang oleh berlimpahnya harta nan tak merasuki hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat ini memerlukan sosok-sosok laiknya Abu Bakr, 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf. Tapi tak kurang-kurangnya, Akhfiya'ul Atqiya'..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bertaqwa &amp; tersembunyi, mereka yang miskin harta tapi doanya mengguncang 'Arsyi; hajat ummat atas mereka besar sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu'adz ibn Jabal menangis di hadapan 'Umar menjelang ajal; sebab dia, karena ilmu &amp; kedermawanannya telah terkecualikan dari Akhfiya'..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hari-hari ini lalu merenungkan sabda Nabi; "Bukan syirik yang aku khawatirkan pada kalian sepeninggalku, melainkan jika dunia... dibentangkan pada kalian, lalu kalian saling berlomba memperolehnya hingga sebagian memukul sebagian yang lain!" (Muttafaq 'Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demikianlah dunia dikhawatirkan Sang Nabi pada para sahabat yang beriman. Lalu bagaimana kita yang tertatih mengeja makna berislam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu izinkan Salim membawakan makna kekhawatiran itu; di tengah gegap gempita semangat kita tuk jadi kaya. Moga ia jadi rem nan berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga Allah teguhkan kita beriman &amp; beramal di segala keadaan; berbagi tanpa menanti penuhnya pundi; sedekah tak menunggu kaya berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabar tanpa harus terkena musibah; bersyukur sebab nikmatNya tak henti mengucur. Dua kendaraan yang sama-sama mengantar ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik diri tuk memiliki sikap utama (sabar &amp; syukur) yang mengabadi, tetap lebih harus didahulukan daripada menjadi kaya yang fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab bakda upaya yang semestinya; atau pilihan jua; menjadi miskin tak menghalangi Salman, Abu Hurairah, Bilal, &amp; Ibn Mas'ud tuk mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Shalih(in+at), maafkan Salim yang faqir ilmu &amp; terlalu berani bicara tentang harta yang Salim-pun bukan ahlinya. Mohon maafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan istiqamah menasehati diri; Jalan Kaki Tidak Keki, Naik Mercy Tidak Grogi, Naik Angkot Tidak Sewot, Naik Garuda Tidak Jumawa.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4781309922439995733?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4781309922439995733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4781309922439995733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4781309922439995733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4781309922439995733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/09/kemuliaan-orang-orang-miskin.html' title='Kemuliaan Orang-orang Miskin'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-My74yGdFp-I/TnMIOTSIwXI/AAAAAAAABCA/K7QsBJaAUXA/s72-c/kaya-dan-miskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3355979296114967378</id><published>2011-09-13T18:57:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T19:02:23.636-07:00</updated><title type='text'>Hidup Sehat Dengan Al-Quran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-35AgMZbmsgk/TnAK-x-wk_I/AAAAAAAABB4/Ko80m3bHUI4/s1600/PAK%2BTUA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-35AgMZbmsgk/TnAK-x-wk_I/AAAAAAAABB4/Ko80m3bHUI4/s400/PAK%2BTUA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652029606034707442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dari seorang ustadz...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa itu, saya dalam kondisi pengobatan. Trigliserid 3 kali lipat dari batas normal membuat saya sering meradang sebab vertigo. Dunia seperti jungkir balik dan saya pun berobat dengan seorang professor. Hasilnya, ada bbrp obat yg perlu dikonsumsi dan diet bbrp jenis makanan terlarang sesaat. Sy dianjurkan utk bnyk konsumsi buah &amp; sayuran. Sy pun 'terpaksa' nurut demi kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Msh teringat jelas saat suatu pagi sy diminta berceramah. Di sbh keluarga berada di daerah Radio Dalam, Jakarta. Usai acara sy dipersilakan menikmati makanan. Sy pun menyambut ajakan tuan rumah. Sblm tiba di meja makan prasmanan, sy persilakan seorg yg 'paling sepuh' di sana utk mengambil jamuan. Maka 'kakek' itu mengambil makanan dan sy berdiri kedua dlm giliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sy menyaksikan betapa sang kakek mengambil semua makanan yg disajikan. Tdk ada yg terlewat, sementara sy hny mengambil sayur &amp; buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mengambil makanan, sy sengaja duduk di sisi beliau. "Masya Allah....!" Sy berdecak kagum melihat piring beliau 'munjung' dgn makanan. Sementara sy yg jauh lbh muda hny seperempat piring sj terisi sayur &amp; buah. Terus terang sy merasa iri kpdnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat duduk di sampingnya, sy berujar, "Belum ada pantangan makan ya pak?!"  Beliau tersenyum dan berkata, "Coba ustadz terka berapa umur saya...?!"&lt;br /&gt;Sy menjawab dgn senyum seraya menerka, "Enam puluh tiga... Enam puluh lima... Enam puluh tujuh..." Anehnya, stp kali sy coba menerka umur, beliau selalu menggeleng dan tersenyum sambil berkata bahwa terkaan sy salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kali sy menerka selalu salah. Demi Allah, paras tubuhnya memberi isyarat kpd sy bhw umur beliau blm lbh dr kisaran 60-an. Hingga sy mulai menampakkan mimik bingung di wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya si kakek menikmati permainan tebak umur itu dgn saya. Dalam kebingungan yg sy alami, beliau tetap tersenyum dan mulai menjelaskan dgn ujarnya, "Coba ustadz lihat di rambut kepala saya... Adakah uban di sana...? Kacamata yg sy pakai ini bukan minus atau plus. Mata sy msh awas &amp; terang, Alhamdulillah. Ini sy gunakan hny utk menangkal sinar terik matahari.... Umur saya Alhamdulillah baru 83 tahun!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sy terperanjat mendengar ujar beliau. Gak masuk akal bagi sy umur beliau 83 thn tanpa uban di kepala. Semntara sy yg berusia 30-an sdh bnyk sekali uban bertabur. Apalg sy menggunakan kacamata minus tebal. Merasa tertarik dgn fakta ini sy kejar beliau dgn tanya menyusul, "Apa resepnya bisa hidup sehat, pak?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tersenyum dan membalas tanya sy dgn sbh pertanyaan, "Ustadz, suka baca Al Quran?!" Sy merasa aneh dgn pertanyaan ini. Dlm batin sy berkata, "saya ini ustadz... Masa ditanya kayak begituan?!"&lt;br /&gt;Saya jawab beliau, "Ya, sy suka baca Al Quran!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Brp kali dlm sehari...?" Kejar beliau. "Minimal sekali dlm sehari. Rutin ba'da subuh sy membacanya" ujar saya.&lt;br /&gt;"Oooo...., cuma sekali. Jadi lbh banyak makan dong daripada baca Al Quran?!" Lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang sy merasa terhina dgn ucapan beliau. Tp refleks sy lgsg bertanya, "Apa hubungan baca Al Quran dgn hidup sehat &amp; awet muda?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau jawab pertanyaan sy dgn bijak kali ini sambil menjelaskan, "Ustadz...., sampai kini guru saya msh hidup. Beliau tinggal di Sumatera Barat. Umur beliau saat ini 97 tahun, dan Alhamdulillah kemanapun ia masih menyetir mobil sendiri. Beliau sehat di usianya yg senja... Resep ini sy dapat dari beliau. Resep yg amat mudah dan simple; yaitu MEMPERBANYAK BACA AL-QURAN DARI KANAN KE KIRI bukan sebaliknya...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... Sy bergumam. Kagum dan syukur sy mendapat sbh ilmu berharga ttg kesehatan dari seorg kakek di siang itu. Saat itu sy baru menyadari sbh hikmah mengapa Allah pilih bahasa arab utk Al Quran. Rupanya ayat 2 dalam surat Yusuf yg sering sy baca, baru kini sy mengerti salah satu hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hidup sehat dgn Al Quran, sobat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3355979296114967378?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3355979296114967378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3355979296114967378' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3355979296114967378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3355979296114967378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/09/hidup-sehat-dengan-al-quran.html' title='Hidup Sehat Dengan Al-Quran'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-35AgMZbmsgk/TnAK-x-wk_I/AAAAAAAABB4/Ko80m3bHUI4/s72-c/PAK%2BTUA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-101499291756927223</id><published>2011-08-18T21:54:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T21:58:45.868-07:00</updated><title type='text'>Pengemis Yahudi Buta &amp; Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EKomiL_LZzQ/Tk3tLoUvcgI/AAAAAAAABBo/APJ2hFa2d2U/s1600/pengemis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EKomiL_LZzQ/Tk3tLoUvcgI/AAAAAAAABBo/APJ2hFa2d2U/s400/pengemis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642426692223857154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bersama bahwa nabi Muhammad memiliki sifat yg sangat mulia. Dan beliau adalah pribadi yang sangat suka menolong orang lain, nah pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan bagaimana kemuliaan nabi muhammad ketika ia berhadapan dengan seorang pengemis yahudi buta yg selalu menghinanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, hiduplah Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi ia lalui dengan selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?",tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah inilah kisah itu sobat, dari kisah di atas kita bisa mengambil hikmah, bahwa setiap perbuatan yg kurang menyenangkan yg kita dapatkan dari orang lain bukan menjadi alasan bagi kita untuk memusuhi orang tersebut. Allah SWT berfirman, secara singkatnya begini, berdakwalah kejalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yg baik dan lawanlah mereka yg tidak menyukaimu dengan cara yg baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-101499291756927223?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/101499291756927223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=101499291756927223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/101499291756927223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/101499291756927223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/08/pengemis-yahudi-buta-nabi-muhammad-saw.html' title='Pengemis Yahudi Buta &amp; Nabi Muhammad SAW'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EKomiL_LZzQ/Tk3tLoUvcgI/AAAAAAAABBo/APJ2hFa2d2U/s72-c/pengemis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6468367108114505192</id><published>2011-08-11T17:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T17:57:33.084-07:00</updated><title type='text'>Behitung Pahala Tilawah Di Bulan Mega Bonus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6Q08ItXA4Bw/TkRxvkrjOpI/AAAAAAAABBg/jY3eOyZjsfQ/s1600/ilustrasi-anak-quran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 390px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6Q08ItXA4Bw/TkRxvkrjOpI/AAAAAAAABBg/jY3eOyZjsfQ/s400/ilustrasi-anak-quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639757695488834194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Ramadhan ini kita diminta oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa dengan ihtisaban seperti dalam sabdanya, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuhi keimanan dan ihtisaban, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Ihtisaban maksudnya penuh perhitungan. Berhitung seperti seorang pedagang mengkalkulasi berapa keuntungan yang ingin didapat dari dagangannya. Kenapa Rasulullah SAW meminta kita berhitung dalam berpuasa di bulan Ramadhan? Karena Ramadhan bulan mega bonus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjelaskan, “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian Imam an-Nasafi yang dicatatkan dalam kitab Majmu Al-Ulum Wa Mathli’u An-Nujum dan dikutip Imam Ibn Arabi dalam mukaddimah Al-Futuhuat Al-Ilahiyah, Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat, dan 1.027.000 huruf. Jadi, jika berhasil mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an sekali saja, kita akan dapat pahala sebesar 1.027.000 x 700 = 718.900.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memberi batas bawah bagi seorang muslim dalam hal tilawah adalah minimal khatam Al-Qur’an sekali dalam sebulan. Tapi, muslim yang cerdas tentu tidak merasa cukup Cuma khatam sekali di bulan Ramadhan. Kalau cuma sekali ya rugi karena tidak beda dengan bulan-bulan yang lain. Jadi, harus bisa khatam lebih dari dua kali.&lt;br /&gt;Terlebih lagi ketika Lailatul Qadar. Jangan sampai tidak tilawah di malam itu. Allah SWT menyatakan bahwa nilai Lailatul Qadar lebih baik daripada 1.000 bulan atau setara dengan 354.000 kali malam biasa. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa pahala yang bisa kita peroleh jika membaca 1 juz Al-Quran pada saat Lailatul Qadar? Jika kita asumsikan jumlah huruf dalam setiap juz sama, maka angkanya kira-kira 1.027.000 : 30 = 34.233 huruf. Jumlah potensi pahala yang bisa kita dapat di malam itu adalah 34.233 x 700 x  354.000 = 8.482.937.400.000. Subhanallah, angkanya triliunan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al-Qadr turun karena suatu saat Rasulullah SAW menceritakan kepada para sahabat tentang seseorang dari Bani Israil yang berjuang fii sabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Laki-laki itu selalu beribadah pada malam hari hingga pagi dan di siang harinya berjihad memerangi musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat kagum sekaligus iri kepada lelaki itu. Allah memberi kesempatan kepada lelaki itu selama 1.000 bulan untuk konsisten beribadah dan berjihad. Sementara, para sahabat banyak yang masuk Islam pada umur tidak muda lagi. Sementara potensi usia hidup umat Nabi Muhammad SAW hanya 60 tahun. Jadi, para sahabat merasa tidak mungkin menyamai ibadah yang dilakukan oleh lelaki dari Bani Israil yang diceritakan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Adil. Allah SWT memberikan Lailatul Qadar kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jika kita beribadah saat Lailatul Qadar, Allah SWT menggandakan nilainya menjadi 354.000 kali lipat. Tilawah satu juz dapat pahala 8.482.937.400.000. Kalau 3 juz, 25.448.812.200.000! Maka merugilah orang yang tidak memperbanyak tilawah saat Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2011/08/14015/tilawah-dan-ramadhan/"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6468367108114505192?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6468367108114505192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6468367108114505192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6468367108114505192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6468367108114505192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/08/behitung-pahala-tilawah-di-bulan-mega.html' title='Behitung Pahala Tilawah Di Bulan Mega Bonus'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6Q08ItXA4Bw/TkRxvkrjOpI/AAAAAAAABBg/jY3eOyZjsfQ/s72-c/ilustrasi-anak-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3444012583123216635</id><published>2011-08-09T23:32:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T23:42:40.460-07:00</updated><title type='text'>Hindari Api Neraka Meski dengan Separuh Kurma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ICxshnJG-co/TkImQYqlMKI/AAAAAAAABBY/HQeVNq8xAiM/s1600/kurma.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ICxshnJG-co/TkImQYqlMKI/AAAAAAAABBY/HQeVNq8xAiM/s400/kurma.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639111746362093730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;RASULULLAH SAW bersabda, “Setiap orang pasti akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Saat itu tidak ada penerjemah antara keduanya. Dia melihat ke arah kanannya dan tidak menjumpai apa pun kecuali amal perbuatan yang selama ini diperbuat. Lalu dia melihat ke arah kirinya dan dia juga tidak menjumpai ap apun kecuali amal yang telah dia perbuat. Selanjutnya dia melihat ke arah depan dan dia tidak melihat apa pun kecuali api di hadapan wajahnya. Maka jauhilah api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah keagungan berinfak. Separuh buah kurma dapat menyelamatkan setiap muslim dari api neraka. Sampai-sampai seandainya tidak memiliki apa pun kecuali hanya sebuah kurma, kita harus membelahnya menjadi dua. Dimakan setengahnya dan setengahnya lagi diinfakkan kepada fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah baik-baik, separuh buah kurma ternyata dapat menghindari dari kobaran api neraka. Benar, ada kesempatan yang dapat menyelamatkan dari api Jahannam yang kita semua berusaha untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, apalagi yang ditunggu? Marilah kita berinfak! Sedekahkanlah barang yang paling disukai. Allah SWT berfirman: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, sesungguhnya Allah Mengetahui." (QS Ali Imran: 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jangan biarkan satu hari pun berlalu kecuali telah berinfak. Ketahuilah, di sana ada segolongan umat manusia yang ketika telah berlalu satu hari dari mereka, dan mereka belum sempat berinfak, maka mereka pun merasa sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di sisi lain kita juga mendapati segolongan manusia lainnya yang membiarkan waktu mereka berlalu begitu saja, satu bulan, dua bulan, bahkan hingga satu atau dua tahun. Mereka sedikitpun tidak pernah menyedekahkan harta mereka. Allah SWT berfirman: Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS At Taubah: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya sedekah dapat memendam kemarahan Tuhanmu dan menghindarkan dari kematian yang jelek." (HR At Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika dalam satu hari kita berbuat dosa, bersedekahlah, Jika suatu saat menyimpang dari ketaatan, bersedekahlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://ramadan.okezone.com/read/2011/08/08/331/489264/hindari-api-neraka-meski-dengan-separuh-kurma"&gt;okezone&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3444012583123216635?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3444012583123216635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3444012583123216635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3444012583123216635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3444012583123216635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/08/hindari-api-neraka-meski-dengan-separuh.html' title='Hindari Api Neraka Meski dengan Separuh Kurma'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ICxshnJG-co/TkImQYqlMKI/AAAAAAAABBY/HQeVNq8xAiM/s72-c/kurma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3666774832460780978</id><published>2011-07-24T21:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T22:02:54.164-07:00</updated><title type='text'>Belajar Membagi Penghasilan Dari Emang Tukang Bakso</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DbmMhzsM9t0/Tiz4agU3ItI/AAAAAAAABBM/gcXKiLwJnh0/s1600/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DbmMhzsM9t0/Tiz4agU3ItI/AAAAAAAABBM/gcXKiLwJnh0/s400/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633150368171369170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: Milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3666774832460780978?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3666774832460780978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3666774832460780978' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3666774832460780978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3666774832460780978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/07/belajar-membagi-penghasilan-dari-emang.html' title='Belajar Membagi Penghasilan Dari Emang Tukang Bakso'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DbmMhzsM9t0/Tiz4agU3ItI/AAAAAAAABBM/gcXKiLwJnh0/s72-c/abang_tukang_bakso_by_zamiduth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3048827653424421549</id><published>2011-07-19T22:19:00.000-07:00</published><updated>2011-07-19T22:29:03.004-07:00</updated><title type='text'>5 Miliarder Dunia yang Hidup Sederhana</title><content type='html'>Setidaknya satu kali dalam hidup, pernahkah Anda berfantasi menjadi orang yang bergelimang harta? Lantas, apa yang akan Anda lakukan dengan uang miliaran atau triliunan di tangan Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak sedikit jumlah orang kaya di planet ini. Namun percaya atau tidak, masih ada di antara orang-orang kaya dunia tersebut yang hidup relatif normal, dalam arti hidup seperti orang kebanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia "kotor" dari orang-orang kaya bersahaja ini adalah bahwa mereka tidak bertingkah laku seperti orang kaya. Mereka sibuk berhemat dan berinvestasi demi masa depan, daripada menghambur-hamburkan uang hanya untuk kepentingan sesaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba simak beberapa orang kaya bersahaja di dunia berikut ini, seperti dikutip dari San Francisco Chronicle, Kamis 1 April 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Warren Buffett&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-p5-fxAMrcLQ/TiZmaGjhRMI/AAAAAAAABAU/6aaGRsXbUhE/s1600/buffet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-p5-fxAMrcLQ/TiZmaGjhRMI/AAAAAAAABAU/6aaGRsXbUhE/s400/buffet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631300982695609538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buffett adalah seorang investor sukses, pebisnis, sekaligus filantropis, dan pemilik Berkshire Hathaway. Namun, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett mungkin adalah kegemarannya untuk berhemat. Pemilik harta kekayaan senilai US$47 miliar ini menjauhi rumah dan benda-benda mewah. Bersama istrinya, pria 79 tahun ini masih tinggal di rumah sederhana mereka di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat yang mereka beli dengan harga US$31.500, lebih dari 50 tahun lalu. Meski Buffett sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, bila disodori pilihan, Buffett akan lebih memilih burger dan kentang goreng beserta Coke cherry dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesir, Buffett menjawab: "Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Carlos Slim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-f0GM3_8Fgdg/TiZmoM14yrI/AAAAAAAABAc/xd_aYX6kvMU/s1600/Carlos%2BSlim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 369px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-f0GM3_8Fgdg/TiZmoM14yrI/AAAAAAAABAc/xd_aYX6kvMU/s400/Carlos%2BSlim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631301224901429938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama Carlos Slim belum terlalu dikenal orang bila dibandingkan dengan nama-nama besar macam Bill Gates. Namun, pria warga Meksiko ini baru saja dikukuhkan sebagai orang paling kaya sejagat, mengalahkan pendiri Microsoft tersebut. Kekayaan Slim bernilai lebih dari US$53 miliar. Meski dia bisa membeli berbagai barang mewah duniawi, Slim hampir tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu. Seperti Buffett, Slim tidak memiliki kapal pesiar atau pesawat, dan tetap menghuni rumah yang sama sejak 40 tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Ingvar Kamprad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-S_20XeMcN9E/TiZm6-Ky-8I/AAAAAAAABAk/EgPLFM5gJ00/s1600/Ingvar%2BKamprad%2B.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-S_20XeMcN9E/TiZm6-Ky-8I/AAAAAAAABAk/EgPLFM5gJ00/s400/Ingvar%2BKamprad%2B.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631301547380112322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kamprad, pendiri ritel furnitur terkemuka asal Swedia, Ikea. Bagi Kamprad, mencari cara untuk menghemat uang bukan hanya persoalan konsumennya, tetapi juga menjadi nilai berharga bagi dirinya sendiri. Kamprad pernah berujar, "Orang-orang Ikea tidak mengendarai mobil mencolok atau tinggal di hotel-hotel mewah." Aturan tersebut berlaku juga bagi dirinya, pendiri perusahaan ritel Ikea. Dia sering menggunakan kereta untuk mengurus bisnisnya yang tersebar di mana-mana. Untuk urusan di dalam kota, Kampard cukup memanfaatkan bus kota atau mengendarai mobilnya yang telah berumur 15 tahun, sebuah Volvo 240 GL. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Chuck Feeney&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-I_QNz2lswK0/TiZnG1lH-tI/AAAAAAAABAs/ZQJZAwKZDpM/s1600/Chuck%2BFeeney.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-I_QNz2lswK0/TiZnG1lH-tI/AAAAAAAABAs/ZQJZAwKZDpM/s400/Chuck%2BFeeney.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631301751233051346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Feeney tumbuh besar sebagai seorang keturunan Amerika-Irlandia saat terjadi Depresi Besar di Amerika Serikat. Faktor itu bisa jadi mempengaruhi gaya hidup hemat pria kelahiran 23 April 1931 ini. Dengan motto pribadi "Saya ditakdirkan untuk bekerja keras, bukan untuk menjadi orang kaya", salah seorang pendiri Duty Free Shoppers ini diam-diam menjadi seorang miliuner dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal lain yang juga dilakukan diam-diam adalah bahwa Feeney memberikan nyaris semua kekayaannya ke yayasan kemanusiaan, Atlantic Philanthropies. Selain memberikan lebih dari US$600 miliar ke almamater Cornell University, dia juga menyumbangkan miliaran dolar ke berbagai sekolah, rumah sakit, dan badan penelitian. Feeney bahkan mengalahkan Buffett dan Kamprad dalam "kategori donasi". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakai rutin fasilitas transportasi umum ini juga selalu terbang menggunakan kelas ekonomi, membeli pakaian dari toko ritel, dan tidak menghamburkan uang hanya untuk membeli rak sepatu besar. "Kita hanya bisa mengenakan satu pasang sepatu dalam satu kali kesempatan", katanya. Dia juga membesarkan anak-anaknya dengan cara normal, yakni dengan meminta mereka bekerja paruh waktu saat musim panas seperti yang dilakukan anak-anak remaja di Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Frederik Meijer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-e66PfRbBPrg/TiZnfJoFL_I/AAAAAAAABA0/vUiaZ3nfB18/s1600/Frederik%2BMeijer.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 218px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-e66PfRbBPrg/TiZnfJoFL_I/AAAAAAAABA0/vUiaZ3nfB18/s400/Frederik%2BMeijer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631302168931020786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko kelontong Meijer banyak tersebar di Midwest, Amerika Serikat. Nilai kekayaan Meijer mencapai lebih dari US$5 miliar, dan hampir separuh dari kekayaan itu justru ditimbun saat pendapatan bersih bisnis Meijer anjlok pada 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Buffett, Meijer membeli mobil dengan harga logis dan mengendarai mobil-mobil itu sampai tidak bisa digunakan lagi. Seperti Kamprad, Meijer memilih motel-motel biasa saat bepergian untuk urusan bisnis. Dan seperti Chuck Feeney, Meijer fokus pada sesuatu yang bisa diberikan pada masyarakat, dan bukan memboroskan uang untuk kepentingan pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3048827653424421549?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3048827653424421549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3048827653424421549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3048827653424421549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3048827653424421549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/07/5-miliarder-dunia-yang-hidup-sederhana.html' title='5 Miliarder Dunia yang Hidup Sederhana'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-p5-fxAMrcLQ/TiZmaGjhRMI/AAAAAAAABAU/6aaGRsXbUhE/s72-c/buffet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-9132098255373489609</id><published>2011-07-18T17:16:00.000-07:00</published><updated>2011-07-18T18:07:34.276-07:00</updated><title type='text'>Mengenang Ustadz Jenderal Sudirman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yomVV1iKyRo/TiTNJrRv3aI/AAAAAAAAA_8/-gC0_GuEpVE/s1600/jendral.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yomVV1iKyRo/TiTNJrRv3aI/AAAAAAAAA_8/-gC0_GuEpVE/s400/jendral.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630851000239644066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang Indonesia pun yang tidak mengenal beliau. Namanya kerap diabadikan sebagai nama jalan-jalan besar di kota-kota seantero Indonesia. Ya, beliau Jenderal Sudirman, yang sering dipanggil sebagai Pak Dirman. Seorang Jenderal yang sekaligus ulama,guru dan panglima perang di masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan 1945-1949.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudirman lahir di Desa Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah pada 24 Januari 1916. Beliau lahir dari kalangan santri dan mengenyam pendidikan Muhammadiyah. Sebelum bergabung dengan Kyodo Boei Gyugun atau yang diistilahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai Tentara Pembela Tanah Air (PETA), Pak Dirman adalah guru di sekolah Muhammadiyah di Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Dirman direkrut pemerintah Jepang untuk disiapkan sebagai pasukan cadangan guna menahan infiltrasi tentara sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mc Arthur. Karena kapasitasnya, selepas pendidikan militer Pak Dirman langsung menjadi komandan bataliyon PETA Banyumas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, para veteran PETA digabungkan dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal TNI. Pak Dirman menjabat sebagai Panglima Divisi Region Banyumas dengan pangkat Kolonel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 12 Desember 1945, Pak Dirman memimpin sebuah serangan terhadap Tentara Inggris di Ambarawa, yang dikenal sebagai Palagan Ambarawa, dan berhasil memukul mundur Tentara Inggris pada tanggal 16 Desember 1945. Dalam palagan Ambarawa tersebut Pak Dirman merekrut dan melatih santri-santri Pondok Pesantren Kyai Siraj Ambarawa sebagai anggota tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan gemilang Pak Dirman ini menjadikan Bung Karno (Presiden RI kala itu) mengangkat Pak Dirman sebagai Panglima Angkatan Bersenjata dan menaikkan pangkatnya menjadi Letnan Jenderal pada tanggal 18 Desember 1945. Usia beliau saat diangkat menjadi Panglima Angkatan Bersenjata masih 29 tahun. Mulailah Pak Dirman memimpin perjuangan bersenjata mempertahankan Republik Indonesia. Pak Dirman pula yang merubah TKR menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bersama Jenderal Oerip Soemohardjo dan Mayor Jenderal Gatot Subroto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Pak Dirman, dikenal oleh prajurit TNI kala itu bukan sebagai Jenderal yang bermain kuasa. Beliau lebih sering disebut sebagai "Kajine" atau Pak Kaji (Haji) meskipun beliau belum pernah ke tanah suci untuk berhaji. Julukan ini karena perilaku dan budi pekerti beliau. Pak Dirman dikenal sering mengadakan pengajian di desa-desa yang dilewatinya saat bergerilya, menjaga shalat-shalat wajibnya, berpuasa sunnah, dan shalat-shalat malam meskipun berada di tengah-tengah rimba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah perjuangannya, Pak Dirman menderita tuberculosis paru yang akhirnya memakan paru-parunya hingga Pak Dirman hanya mempunyai satu paru-paru yang berfungsi. Pada Januari 1949, Tentara Belanda melakukan serangan besar-besaran khususnya di Yogyakarta, sebagai ibukota negara kala itu, yang dikenal sebagai Agresi Militer II.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--wIiWM6E6ak/TiTWB9lKkPI/AAAAAAAABAE/pp_rEe8lIGM/s1600/282764_2266795430214_1258386796_32651516_7320681_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 217px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--wIiWM6E6ak/TiTWB9lKkPI/AAAAAAAABAE/pp_rEe8lIGM/s400/282764_2266795430214_1258386796_32651516_7320681_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630860763318620402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Dirman sedang terbaring sakit karena penyakit tuberculosisnya semakin parah. Bung Karno meminta kepada Pak Dirman untuk beristirahat, dan tentara Belanda akan dihadapi dengan perundingan. Pak Dirman menolak dengan halus dan mengatakan bahwa dirinya dan TNI akan menghadapi tentara Belanda dengan risiko apapun. Kota Jogja jatuh, Bung Karno dan Bung Hatta ditawan Belanda, Pak Dirman membawa TNI hijrah dari kota Jogja menuju hutan-hutan di sepanjang Pulau Jawa untuk bergerilya meninggalkan keluarga dan harta yang dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi penyakit yang sangat parah....Jenderal itu terus bertempur, terus mengaji, terus istiqomah bershalat malam dimanapun berada. Taktik gerilya ini membuahkan hasil, salah satunya Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Suharto (Presiden RI II) sebagai perintah Pak Dirman untuk menunjukkan bahwa Indonesia masih ada. Pak Dirman selalu memberikan semangat kepada anak buahnya dengan rangkaian ayat: &lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang akan menyelematkanmu dari siksa yang pedih. Yaitu, kamu yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwamu…”(As Shaf 10-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hneF6I6GGqs/TiTWbVIUtEI/AAAAAAAABAM/AushmzT6kS4/s1600/267466_2266798870300_1258386796_32651524_2816758_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hneF6I6GGqs/TiTWbVIUtEI/AAAAAAAABAM/AushmzT6kS4/s400/267466_2266798870300_1258386796_32651524_2816758_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630861199136830530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Dirman wafat di Magelang pada 29 Januari 1950 pada usia 35 tahun tepat beberapa hari setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, dan beberapa hari setelah Pak Dirman kembali ke kota Jogja. Bung Karno menjanjikan pengobatan bagi Pak Dirman..namun takdir beliau adalah kembali pulang ke hadirat Allah di usia yang masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari Berbagai Sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-9132098255373489609?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/9132098255373489609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=9132098255373489609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/9132098255373489609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/9132098255373489609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/07/mengenang-ustadz-jenderal-sudirman.html' title='Mengenang Ustadz Jenderal Sudirman'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yomVV1iKyRo/TiTNJrRv3aI/AAAAAAAAA_8/-gC0_GuEpVE/s72-c/jendral.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3817464951602470627</id><published>2011-06-30T21:22:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:26:58.731-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nenek Pemungut Daun Halaman Masjid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-k0y4HJ4g_xE/Tg1MIPhVeMI/AAAAAAAAA_E/R_f901FqWsk/s1600/nenek.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-k0y4HJ4g_xE/Tg1MIPhVeMI/AAAAAAAAA_E/R_f901FqWsk/s400/nenek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624235214144633026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid.Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat, pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya, kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhir tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur. Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3817464951602470627?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3817464951602470627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3817464951602470627' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3817464951602470627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3817464951602470627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/06/kisan-nenek-madura-pemungut-daun.html' title='Kisah Nenek Pemungut Daun Halaman Masjid'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-k0y4HJ4g_xE/Tg1MIPhVeMI/AAAAAAAAA_E/R_f901FqWsk/s72-c/nenek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1829865549123073516</id><published>2011-06-21T17:12:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T17:25:09.207-07:00</updated><title type='text'>KETIKA SEORANG BIJAK DI TANYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-SBewde5iZvA/TgE028mzOvI/AAAAAAAAA-8/mmZ-yP0vWLQ/s1600/tangan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SBewde5iZvA/TgE028mzOvI/AAAAAAAAA-8/mmZ-yP0vWLQ/s400/tangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620831928521538290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Siapakah manusia yang kondisinya paling buruk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: Seseorang yang kuat syahwatnya, jauh cita-citanya, pendek hidupnya dan sempit bashirah-nya (mata hatinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dengan apa seorang manusia membalas dendam kepada musuhnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: dengan memperbaiki dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa itu sifat dermawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: Hendaklah engkau menyumbangkan hartamu dan wara’ dari harta yang bukan milikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagaimana aku tahu mana teman yang tulus ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: Kalau dia memintamu, jangan dikasih, dan mintalah sesuatu darinya, jika ia tetap memberi, itulah dia teman sejati, dan jika ia tidak memberinya, maka, cukuplah Allah sebagai tempat meminta pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apa yang menjadi kesenanganmu?&lt;br /&gt;Ia menjawab, sehari saja saya selamat dan aman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditanyakan kepadanya: Bukannya sepanjang hari engkau selamat dan aman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: Yang dimaksud dengan ‘selamat dan aman’ adalah ada satu hari berlalu dan engkau tidak berbuat dosa pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang bijak berkata: Manusia ada empat; dermawan, pelit, berlebihan dan ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dermawan yaitu seseorang yang memberikan jatah dunianya untuk akhiratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelit yaitu seseorang yang tidak memberikan jatahnya, baik untuk dunia maupun untuk akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang musrif (yang berlebihan) adalah seseorang yang menggabungkan seluruh jatahnya untuk urusan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang muqtashid (ekonomis) adalah seseorang yang memberikan kepada masing-masing jatahnya; dunia untuk dunia dan akhirat untuk akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seorang bijak berkata: ada empat hal baik, namun, ada empat hal lebih baik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sifat malu dari kaum lelaki adalah baik, namun, sifat malu yang dimiliki kaum perempuan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keadilan dari semua manusia adalah baik, namun, keadilan dari para hakim dan pemimpin adalah lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Taubat dari seseorang yang sudah tua adalah baik, namun, taubat dari seorang muda lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Derman bagi orang kaya adalah baik, namun, derma dari kaum fakir adalah ahsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jika engkau bertanya kepada seorang mulia, maka biarkan ia berfikir, sebab ia tidak berfikir kecuali yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika engkau bertanya kepada seorang yang buruk (tercela), maka segerakan, agar wataknya tidak memberi isyarat kepadanya untuk berkata: “Jangan lakukan”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Manakah yang lebih afdhal; ulama atau orang kaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: Ulama lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanyakan kepadanya: Lalu kenapa para ulama mendatangi pintu-pintu orang kaya?! Dan kami tidak melihat orang-orang kaya mendatangi pintu-pintu para ulama?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab: Sebab para ulama mengetahui keutamaan harta, sementara orang-orang kaya tidak mengetahui keutamaan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dalam hal kebajikan, manusia ada empat macam; ada yang memulai, ada yang melakukannya dalam rangka berqudwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara mereka ada yang meninggalkannya karena tidak ada kesempatan dan diantara mereka ada yang meninggalkannya karena memandangnya sebagai sesuatu yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Adapun yang melakukannya dalam rangka memulai, maka ia adalah seorang yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ada pula yang melakukannya karena mencontoh dan berteladan, maka ia adalah seorang yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ada juga yang meninggalkannya karena menganggap baik, maka ia adalah seorang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dan ada pula yang meninggalkannya karena tidak mendapatkan kesempatan, maka ia adalah seseorang yang celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milis Iqro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1829865549123073516?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1829865549123073516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1829865549123073516' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1829865549123073516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1829865549123073516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/06/ketika-seorang-bijak-di-tanya.html' title='KETIKA SEORANG BIJAK DI TANYA'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-SBewde5iZvA/TgE028mzOvI/AAAAAAAAA-8/mmZ-yP0vWLQ/s72-c/tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6955164250103200069</id><published>2011-05-24T20:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T20:57:29.961-07:00</updated><title type='text'>Kisah al-Imam Asy Syafi’ Bertamu Ke al-Imam Ahmad bin Hambal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-E8sd5nT_hkU/Tdx90BbKmdI/AAAAAAAAA9c/XTA3BURYNb0/s1600/camels.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-E8sd5nT_hkU/Tdx90BbKmdI/AAAAAAAAA9c/XTA3BURYNb0/s400/camels.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610497568485841362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari al-Imam Asy Syafi’i ra datang berkunjung ke rumah al-Imam Ahmad bin Hambal. Seusai makan malam bersama, al-Imam Asy Syafi’i masuk ke kamar yang telah disediakan untuknya, dan beliau segera berbaring (tidur) hingga esok fajar.&lt;br /&gt;Puteri Imam Ahmad yang mengamati Imam Syafi’i sejak awal kedatangannya hingga masuk kamar tidur, terkejut melihat teman dekat ayahnya itu. Dengan terheran-heran ia bertanya, "Ayah…, ayah selalu memuji dan mengatakan bahwa Imam Syafi’i itu seorang ulama yang amat alim. Tapi setelah kuperhatikan dengan seksama, pada dirinya banyak hal yang tidak berkenan di hatiku, dan tidak sealim yang kukira."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad agak terkejut mendengar perkataan puterinya. Ia balik bertanya, "Ia seorang yang alim, anakku. Mengapa engkau berkata demikian?" Sang putri berkata lagi, "Aku perhatikan ada tiga hal kekurangannya, Ayah. Pertama, pada waktu disuguhi makanan, makannya lahap sekali. Kedua, sejak masuk ke kamarnya, ia tidak shalat malam dan baru keluar dari kamarnya sesudah tiba shalat subuh. Ketiga, ia shalat subuh tanpa berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad merenungkan perkataan puterinya itu, maka untuk mengetahui lebih jelasnya dia menyampaikan pengamatan puterinya kepada Imam Syafi’i. Maka Imam Syafi’i tersenyum mendengar pengaduan puteri Imam Ahmad tersebut. Lalu dia berkata, "Ya Ahmad, ketahuilah olehmu. Aku banyak makan di rumahmu karena aku tahu makanan yang ada di rumahmu jelas halal dan thoyib. Maka aku tidak meragukannya sama sekali. Karena itulah aku bisa makan dengan tenang dan lahap. Lagi pula aku tahu engkau adalah seorang pemurah. Makanan orang pemurah itu adalah obat, sedangkan makanan orang kikir adalah penyakit. Aku makan semalam bukan untuk kenyang, akan tetapi untuk berobat dengan makananmu itu, ya Ahmad. Sedangkan mengapa aku semalam tidak shalat malam karena ketika aku meletakkan kepalaku di atas bantal tidur, tiba-tiba seakan aku melihat dihadapanku kitab Allah dan sunnah Rasulnya. Dengan izin Allah, malam itu aku dapat menyusun 72 masalah ilmu fiqih Islam sehingga aku tidak sempat shalat malam. Sedangkan kenapa aku tidak wudhu lagi ketika shalat subuh karena aku pada malam itu tidak dapat tidur sekejap pun. Aku semalam tidak tidur sehingga aku shalat fajar dengan wudhu shalat Isya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Episode singkat di atas menyuguhkan pesona diri Imam Syafi’i yang sangat menakjubkan. Betapa jelas nampak terlihat, ketinggian ilmunya bertumpu sempurna di atas pondasi keimanan yang begitu kokoh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita, selaku individu muslim, memiliki peluang yang sama untuk mencapai kualitas syakhsiyah Islamiyah seperti yang dimiliki oleh Imam Syafi’i. Namun yang membedakan adalah tingkat kecepatan meraihnya, dimana ia tergantung sebagiannya pada level kesabaran dan istiqomah kita menjalani proses pembentukan syakhsiyah tersebut. Sebagian lainnya ditentukan oleh kemauan, kesungguhan, keseriusan serta tingkat totalitas individu yang kesemuanya itu bisa terukur dan dinilai oleh mata ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mata puteri Imam Ahmad, yang baru mengenal Imam Syafi’i memberikan penilaian berdasarkan apa yang telah dilihatnya dalam tempo yang teramat singkat yaitu hanya semalam. Sementara mata Imam Ahmad selaku ulama yang mewakili pandangan kaum muslimin masa itu yang telah bergaul cukup lama dengan Imam Syafi’i memberikan kesaksian dan penilaian yang berbeda. Mata ummat (pandangan kolektif) selalu lebih jernih dan lebih jujur dibandingkan dengan pandangan individu yang terbatas dan berpeluang menilai subyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman dalam surat At-Taubah:105, ”Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6955164250103200069?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6955164250103200069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6955164250103200069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6955164250103200069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6955164250103200069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/05/kisah-al-imam-asy-syafi-bertamu-ke-al.html' title='Kisah al-Imam Asy Syafi’ Bertamu Ke al-Imam Ahmad bin Hambal'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-E8sd5nT_hkU/Tdx90BbKmdI/AAAAAAAAA9c/XTA3BURYNb0/s72-c/camels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4030030447579203426</id><published>2011-05-24T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-05-24T17:21:10.831-07:00</updated><title type='text'>Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Untuk Sang Putera</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2WTsUGiDOg8/Tdt0QWLYtPI/AAAAAAAAA9Q/W5qMZnmT_9Y/s1600/yoyoh-hamas1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2WTsUGiDOg8/Tdt0QWLYtPI/AAAAAAAAA9Q/W5qMZnmT_9Y/s400/yoyoh-hamas1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610205585000150258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;From: Yoyoh Yusroh&lt;br /&gt;Date: 2011/5/18&lt;br /&gt;Subject: Nasihat untuk sang putera&lt;br /&gt;To: Aizza Jundana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Seorang Arab Kepada Putranya&lt;br /&gt;(Ukht/ Nayifah Uwaimir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku …&lt;br /&gt;Agar engkau menjadi seorang raja yang berwibawa di hadapan manusia ..&lt;br /&gt;Janganlah berbicara dalam berbagai urusan ..&lt;br /&gt;Kecuali setelah mengecek kebenaran sumbernya ..&lt;br /&gt;Dan jika seseorang datang membawa berita, cari bukti kebenarannya sebelum dengan berani engkau berbicara ..&lt;br /&gt;Hati-hati dengan isu .. jangan percayai setiap yang dikatakan, jangan pula percaya sesuatu yang setengah engkau lihat ..&lt;br /&gt;Dan jika engkau mendapatkan cobaan berupa seorang musuh .. hadapi dengan berbuat baik kepadanya .. tolak dengan cara yang lebih baik, niscaya permusuhan itu berubah menjadi cinta kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau diserang banyak orang sementara engkau berada di atas kebenaran .. atau jika engkau diserang dengan kritikan-kritikan buruk .. bergembiralah .. sebab mereka sebenarnya sedang berkata: “engkau orang yang sukses dan berpengaruh”, sebab,&lt;br /&gt;· anjing yang mati tidak akan ditendang,&lt;br /&gt;· dan tidak dilempar kecuali pohon yang berbuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku ..&lt;br /&gt;Jika engkau hendak mengkritik, biasakan untuk melihat dengan mata tawon lebah .. dan jangan memandang orang lain dengan mata lalat, sebab engkau akan terjatuh kepada perkara yang busuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah lebih awal wahai puteraku agar bisa bangun lebih awal .. sebab keberkahan ada di pagi hari, dan saya khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan rizki Allah yang Maha Penyayang disebabkan engkau begadang di malam hari, sehingga tidak bisa bangun pagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan aku ceritakan kepadaku kisah seekor kambing dan serigala, supaya engkau aman dari orang yang berbuat makar ..&lt;br /&gt;Dan saat seseorang memberikan tsiqah-nya kepadamu, jangan sampai engkau mengkhianatinya!&lt;br /&gt;Akan aku ajak engkau ke sarang singa .. akan aku ajarkan bahwa singa itu tidak menjadi raja hutan dikarenakan aumannya!!&lt;br /&gt;Akan tetapi, karena ia berjiwa tinggi! Tidak mau memakan hasil buruan binatang lain, betapapun ia lapar .. dan perutnya melilit-lilit .. jangan mencuri jerih payah orang lain .. sebab engkau menjadi keji!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan aku ajak engkau menemui bunglon .. agar engkau menyaksikan sendiri tipu dayanya! Bunglon merubah warna dirinya sesuai dengan tempat ia berada .. agar engkau mengetahui bahwa yang seperti bunglon itu banyak .. dan berulang-ulang! Dan bahwasanya ada orang-orang munafik .. banyak pula manusia yang berganti-ganti pakaian .. dan berlindung dibalik alasan “ingin berbuat baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku ..&lt;br /&gt;Biasakan engkau bersyukur .. kepada Allah! Cukuplah menjadi alasan untuk bersyukur kepada-Nya bahwa engkau dapat berjalan, mendengar dan melihat!&lt;br /&gt;Bersyukurlah kepada Allah, dan syukuri pula manusia .. sebab Allah SWT akan menambah orang-orang yang bersyukur&lt;br /&gt;Dan manusia senang saat mendapati seseorang yang diberi sesuatu lalu orang itu menghargainya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku .. ketahuilah bahwa sifat utama yang paling agung dalam kehidupan ini adalah sifat jujur!&lt;br /&gt;Dan bahwasanya kebohongan, meskipun tampak memberi keselamatan .. namun jujur lebih berakhlaq bagimu! Dan bagi orang sepertimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku …&lt;br /&gt;Persiapkan alternatif untuk segala urusan .. agar engkau tidak membuka jalan kehinaan!&lt;br /&gt;Manfaatkan segala peluang .. sebab peluang yang datang sekarang .. bisa jadi tidak akan berulang!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berkeluh kesah .. aku harap engkau optimis .. siap menghadapi kehidupan ..&lt;br /&gt;Jauhilah orang-orang yang putus asa dan pesimis, lari dari mereka! Dan jangan sampai engkau duduk dengan seseorang yang selalu memandang sial kepada segala hal!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bergembira saat melihat orang lain terkena musibah .. jangan pula menghina orang karena postur atau penampilannya ..&lt;br /&gt;Sebab dia tidak menciptakan dirinya .. dan saat engkau menghina orang lain, pada hakekatnya engkau menghina ciptaan dari Dzat yang Maha Mencipta dan Membuat bentuk rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuka aib orang, sebab Allah akan membuka aibmu di rumahmu .. sebab Allah-lah Dzat yang menutupi .. dan mencintai orang yang menutupi!&lt;br /&gt;Jangan menzhalimi siapa pun .. dan jika engkau hendak menzhalimi dan engkau merasa mampu menzhalimi, ingatlah bahwa Allah SWT lebih mampu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau merasa hatimu mengeras, usaplah kepala anak yatim .. engkau akan terheran-heran .. bagaimana usapan itu dapat menghilangkan rasa keras hati dari hatimu, seakan hatimu menjadi pecah dan melunak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mendebat .. dalam perdebatan .. kedua pihak merugi.&lt;br /&gt;Kalau kita yang kalah, kita merugi telah kehilangan kebesaran kita, dan jika menang, kita juga merugi, telah kehilangan orang lain yang menjadi lawan debat kita .. semua kita kalah .. baik yang merasa menang .. dan yang merasa belum menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan monopoli pendapat .. yang bagus adalah engkau mempengaruhi dan dipengaruhi!&lt;br /&gt;Hanya saja, jangan larut dalam pendapat banyak orang .. dan jika engkau merasa bahwa pendapatmu benar .. tegarlah dan jangan terpengaruh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteraku ..&lt;br /&gt;Engkau dapat merubah keyakinan orang .. dan menguasai hati mereka tanpa engkau sadari! Bukan dengan sihir, bukan pula dengan jampi .. namun, dengan senyumanmu .. dan kosa katamu yang lembut .. dengan keduanya, engkau dapat menyihir!!&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tersenyumlah .. maha suci Allah yang telah menjadikan senyuman sebagai ibadah dalam agama kita, dan kita mendapatkan pahala darinya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cina .. jika engkau tidak murah senyum, mereka tidak akan berikan lisensi kepadamu untuk membuka kedai ..&lt;br /&gt;Jika engkau tidak menemukan orang yang tersenyum kepadamu, tersenyumlah engkau kepadanya!&lt;br /&gt;Jika bibirmu terbuka karena senyuman .. dengan cepat .. terbuka pula hati untuk mengekspresikan isinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang meragukanmu, bela dirimu .. jelaskan .. dan beri keterangan pembenarannya!&lt;br /&gt;Jangan suka nimbrung dan mengenduskan hidungmu dalam segala urusan .. jangan pula ikut-ikutan, berposisi bersama banyak orang saat mereka bersikap!!&lt;br /&gt;Wahai puteraku .. jauhkan dirimu dari hal ini .. aku sangat tidak suka kalau melihatmu seperti ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bersedih wahai puteraku terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan! Sebab kita tidak diciptakan kecuali untuk diuji dan diberi cobaan .. sehingga Allah melihat kita .. adakah kita bersabar?&lt;br /&gt;Karena itu .. santai saja .. jangan keruh hati! Yakinlah bahwa jalan keluar dekat ..&lt;br /&gt;“jika mendung semakin hitam, pertanda, sebentar lagi hujan”!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meratapi masa lalu, cukuplah bahwa ia telah berlalu .. sia-sia kalau kita memegang gergaji kayu, lalu menggergaji!!&lt;br /&gt;Tataplah hari esok .. persiapkan diri .. dan singsingkan lengan baju untuk menghadapinya!!&lt;br /&gt;Jadilah orang yang mulia .. berbanggalah dengan dirimu!&lt;br /&gt;Sebagaimana engkau melihat dirimu, begitulah orang lain akan melihatmu ..&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali meremehkan dirimu!! Sebab engkau menjadi besar saat engkau ingin besar .. hanya engkau saja yang memutuskan ia menjadi kecil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoyoh Yusroh&lt;br /&gt;Komisi I DPR RI&lt;br /&gt;Sent from my iPad&lt;br /&gt;Posted by izza at 5/23/2011 12:51:00 AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milis Iqro-Foundation, NSW&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4030030447579203426?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4030030447579203426/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4030030447579203426' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4030030447579203426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4030030447579203426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/05/nasihat-terakhir-ustadzah-yoyoh-untuk.html' title='Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Untuk Sang Putera'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2WTsUGiDOg8/Tdt0QWLYtPI/AAAAAAAAA9Q/W5qMZnmT_9Y/s72-c/yoyoh-hamas1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-7802015802085192182</id><published>2011-05-22T19:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-22T19:45:50.935-07:00</updated><title type='text'>Kisah Seguci Emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gtBrY8ikdEE/TdnKJ-nm7aI/AAAAAAAAA9I/Y_sW-z3529E/s1600/guci%2Bemas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gtBrY8ikdEE/TdnKJ-nm7aI/AAAAAAAAA9I/Y_sW-z3529E/s400/guci%2Bemas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609737083643424162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad SAW dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah z, dia berkata: Rasulullah n bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اشْتَرَى رَجُلٌ مِنْ رَجُلٍ عَقَارًا لَهُ فَوَجَدَ الرَّجُلُ الَّذِي اشْتَرَى الْعَقَارَ فِي عَقَارِهِ جَرَّةً فِيهَا ذَهَبٌ فَقَالَ لَهُ الَّذِي اشْتَرَى الْعَقَارَ: خُذْ ذَهَبَكَ مِنِّي إِنَّمَا اشْتَرَيْتُ مِنْكَ الْأَرْضَ وَلَمْ أَبْتَعْ مِنْكَ الذَّهَبَ. وَقَالَ الَّذِي لَهُ الْأَرْضُ: إِنَّمَا بِعْتُكَ الْأَرْضَ وَمَا فِيهَا. فَتَحَاكَمَا إِلَى رَجُلٍ فَقَالَ الَّذِي تَحَاكَمَا إِلَيْهِ: أَلَكُمَا وَلَدٌ؟ قَالَ أَحَدُهُمَا: لِي غُلَامٌ. وَقَالَ الآخَرُ: لِي جَارِيَةٌ. قَالَ: أَنْكِحُوا الْغُلَامَ الْجَارِيَةَ وَأَنْفِقُوا عَلَى أَنْفُسِهِمَا مِنْهُ وَتَصَدَّقَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemilik tanah berkata kepadanya: “Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, keduanya menemui seseorang untuk menjadi hakim. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai hakim itu: “Apakah kamu berdua mempunyai anak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari mereka berkata: “Saya punya seorang anak laki-laki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain berkata: “Saya punya seorang anak perempuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sang hakim: “Nikahkanlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah kalian berdua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, betapa indah apa yang dikisahkan oleh Rasulullah n ini. Di zaman yang kehidupan serba dinilai dengan materi dan keduniaan. Bahkan hubungan persaudaraan pun dibina di atas kebendaan. Wallahul musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, Rasulullah n mengisahkan, transaksi yang mereka lakukan berkaitan sebidang tanah. Si penjual merasa yakin bahwa isi tanah itu sudah termasuk dalam transaksi mereka. Sementara si pembeli berkeyakinan sebaliknya; isinya tidak termasuk dalam akad jual beli tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua lelaki ini tetap bertahan, lebih memilih sikap wara’, tidak mau mengambil dan membelanjakan harta itu, karena adanya kesamaran, apakah halal baginya ataukah haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga tidak saling berlomba mendapatkan harta itu, bahkan menghindarinya. Simaklah apa yang dikatakan si pembeli tanah: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kalau kita yang mengalami, masing-masing akan berusaha cari pembenaran, bukti untuk menunjukkan dirinya lebih berhak terhadap emas tersebut. Tetapi bukan itu yang ingin kita sampaikan melalui kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menerangkan ketinggian sikap amanah mereka dan tidak adanya keinginan mereka mengaku-aku sesuatu yang bukan haknya. Juga sikap jujur serta wara’ mereka terhadap dunia, tidak berambisi untuk mengangkangi hak yang belum jelas siapa pemiliknya. Kemudian muamalah mereka yang baik, bukan hanya akhirnya menimbulkan kasih sayang sesama mereka, tetapi menumbuhkan ikatan baru berupa perbesanan, dengan disatukannya mereka melalui perkawinan putra putri mereka. Bahkan, harta tersebut tidak pula keluar dari keluarga besar mereka. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan keadaan sebagian kita di zaman ini, sampai terucap dari mereka: “Mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal?” Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mari perhatikan sabda Rasulullah n dalam hadits An-Nu’man bin Basyir c:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang terjatuh ke dalam syubhat (perkara yang samar) berarti dia jatuh ke dalam perkara yang haram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kebanyakan kita, menganggap ringan perkara syubhat ini. Padahal Rasulullah n menyatakan, bahwa siapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar itu, bisa jadi dia jatuh ke dalam perkara yang haram. Orang yang jatuh dalam hal-hal yang meragukan, berani dan tidak memedulikannya, hampir-hampir dia mendekati dan berani pula terhadap perkara yang diharamkan lalu jatuh ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah n sudah menjelaskan pula dalam sabdanya yang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tinggalkan apa yang meragukanmu, kepada apa yang tidak meragukanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni tinggalkanlah apa yang engkau ragu tentangnya, kepada sesuatu yang meyakinkanmu dan kamu tahu bahwa itu tidak mengandung kesamaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan harta yang haram hanya akan menghilangkan berkah, mengundang kemurkaan Allah l, menghalangi terkabulnya doa dan membawa seseorang menuju neraka jahannam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, ini bukan dongeng pengantar tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kisah nyata yang diceritakan oleh Ash-Shadiqul Mashduq (yang benar lagi dibenarkan) n, yang Allah l berfirman tentang beliau n:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua lelaki itu menjauh dari harta tersebut sampai akhirnya mereka datang kepada seseorang untuk menjadi hakim yang memutuskan perkara mereka berdua. Menurut sebagian ulama, zhahirnya lelaki itu bukanlah hakim, tapi mereka berdua memintanya memutuskan persoalan di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keshalihan kedua lelaki tersebut, keduanya lalu pergi menemui seorang yang berilmu di antara ulama mereka agar memutuskan perkara yang sedang mereka hadapi. Adapun argumentasi si penjual, bahwa dia menjual tanah dan apa yang ada di dalamnya, sehingga emas itu bukan miliknya. Sementara si pembeli beralasan, bahwa dia hanya membeli tanah, bukan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, rasa takut kepada Allah l membuat mereka berdua merasa tidak butuh kepada harta yang meragukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, datanglah keputusan yang membuat lega semua pihak, yaitu pernikahan anak laki-laki salah seorang dari mereka dengan anak perempuan pihak lainnya, memberi belanja keluarga baru itu dengan harta temuan tersebut, sehingga menguatkan persaudaraan imaniah di antara dua keluarga yang shalih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pula kejujuran dan sikap wara’ sang hakim. Dia putuskan persoalan keduanya tanpa merugikan pihak yang lain dan tidak mengambil keuntungan apapun. Seandainya hakimnya tidak jujur atau tamak, tentu akan mengupayakan keputusan yang menyebabkan harta itu lepas dari tangan mereka dan jatuh ke tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang kita ambil dari kisah ini adalah sekelumit tentang sikap amanah dan kejujuran serta wara’ yang sudah langka di zaman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Syarah Riyadhis Shalihin mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukum masalah ini, maka para ulama berpendapat apabila seseorang menjual tanahnya kepada orang lain, lalu si pembeli menemukan sesuatu yang terpendam dalam tanah tersebut, baik emas atau yang lainnya, maka harta terpendam itu tidak menjadi milik pembeli dengan kepemilikannya terhadap tanah yang dibelinya, tapi milik si penjual. Kalau si penjual membelinya dari yang lain pula, maka harta itu milik orang pertama. Karena harta yang terpendam itu bukan bagian dari tanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan barang tambang atau galian. Misalnya dia membeli tanah, lalu di dalamnya terdapat barang tambang atau galian, seperti emas, perak, atau besi (tembaga, timah dan sebagainya). Maka benda-benda ini, mengikuti tanah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lain, yang mirip dengan ini, terjadi di umat ini. Kisah ini sangat masyhur, wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa abad lalu, di masa-masa akhir tabi’in. Di sebuah jalan, di salah satu pinggiran kota Kufah, berjalanlah seorang pemuda. Tiba-tiba dia melihat sebutir apel jatuh dari tangkainya, keluar dari sebidang kebun yang luas. Pemuda itu pun menjulurkan tangannya memungut apel yang nampak segar itu. Dengan tenang, dia memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu adalah Tsabit. Baru separuh yang digigitnya, kemudian ditelannya, tersentaklah dia. Apel itu bukan miliknya! Bagaimana mungkin dia memakan sesuatu yang bukan miliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemuda itu menahan separuh sisa apel itu dan pergi mencari penjaga kebun tersebut. Setelah bertemu, dia berkata: “Wahai hamba Allah, saya sudah menghabiskan separuh apel ini. Apakah engkau mau memaafkan saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga itu menjawab: “Bagaimana saya bisa memaafkanmu, sementara saya bukan pemiliknya. Yang berhak memaafkanmu adalah pemilik kebun apel ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana pemiliknya?” tanya Tsabit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rumahnya jauh sekitar lima mil dari sini,” kata si penjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berangkatlah pemuda itu menemui pemilik kebun untuk meminta kerelaannya karena dia telah memakan apel milik tuan kebun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemuda itu tiba di depan pintu pemilik kebun. Setelah mengucapkan salam dan dijawab, Tsabit berkata dalam keadaan gelisah dan ketakutan: “Wahai hamba Allah, tahukah anda mengapa saya datang ke sini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak,” kata pemilik kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya datang untuk minta kerelaan anda terhadap separuh apel milik anda yang saya temukan dan saya makan. Inilah yang setengah lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak akan memaafkanmu, demi Allah. Kecuali kalau engkau menerima syaratku,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabit bertanya: “Apa syaratnya, wahai hamba Allah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pemilik kebun itu: “Kamu harus menikahi putriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda tercengang seraya berkata: “Apa betul ini termasuk syarat? Anda memaafkan saya dan saya menikahi putri anda? Ini anugerah yang besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kebun itu melanjutkan: “Kalau kau terima, maka kamu saya maafkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pemuda itu berkata: “Baiklah, saya terima.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemilik kebun berkata pula: “Supaya saya tidak dianggap menipumu, saya katakan bahwa putriku itu buta, tuli, bisu dan lumpuh tidak mampu berdiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu sekali lagi terperanjat. Namun, apa boleh buat, separuh apel yang ditelannya, kemana akan dia cari gantinya kalau pemiliknya meminta ganti rugi atau menuntut di hadapan Hakim Yang Maha Adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kau mau, datanglah sesudah ‘Isya agar bisa kau temui istrimu,” kata pemilik kebun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu seolah-olah didorong ke tengah kancah pertempuran yang sengit. Dengan berat dia melangkah memasuki kamar istrinya dan memberi salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi pemuda itu kaget luar biasa. Tiba-tiba dia mendengar suara merdu yang menjawab salamnya. Seorang wanita berdiri menjabat tangannya. Pemuda itu masih heran kebingungan, kata mertuanya, putrinya adalah gadis buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tetapi gadis ini? Siapa gerangan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia bertanya siapa gadis itu dan mengapa ayahnya mengatakan begitu rupa tentang putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya itu balik bertanya: “Apa yang dikatakan ayahku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pemuda itu: “Ayahmu mengatakan kamu buta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, dia tidak dusta. Sungguh, saya tidak pernah melihat kepada sesuatu yang dimurkai Allah l.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayahmu mengatakan kamu bisu,” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayahku benar, demi Allah. Saya tidak pernah mengucapkan satu kalimat yang membuat Allah l murka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia katakan kamu tuli.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah betul. Demi Allah, saya tidak pernah mendengar kecuali semua yang di dalamnya terdapat ridha Allah l.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia katakan kamu lumpuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya. Karena saya tidak pernah melangkahkan kaki saya ini kecuali ke tempat yang diridhai Allah l.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu memandangi wajah istrinya, yang bagaikan purnama. Tak lama dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang hamba Allah l yang shalih, yang memenuhi dunia dengan ilmu dan ketakwaannya. Bayi tersebut diberi nama Nu’man; Nu’man bin Tsabit Abu Hanifah t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, sekiranya pemuda muslimin saat ini meniru pemuda Tsabit, ayahanda Al-Imam Abu Hanifah. Duhai, sekiranya para pemudinya seperti sang ibu, dalam ‘kebutaannya, kebisuan, ketulian, dan kelumpuhannya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cara pandang orang-orang shalih terhadap dunia ini. Adakah yang mengambil pelajaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahul Muwaffiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.asysyariah.com/syariah/ibrah/425-kisah-seguci-emas-ibrah-edisi-49.html"&gt;(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-7802015802085192182?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/7802015802085192182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=7802015802085192182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/7802015802085192182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/7802015802085192182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/05/kisah-seguci-emas.html' title='Kisah Seguci Emas'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gtBrY8ikdEE/TdnKJ-nm7aI/AAAAAAAAA9I/Y_sW-z3529E/s72-c/guci%2Bemas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3382957729876923344</id><published>2011-05-20T04:29:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T04:36:32.951-07:00</updated><title type='text'>Belajar Hikmah Dari Bu Fatimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-fwYapeu1pMw/TdZR4u8Fa2I/AAAAAAAAA9A/IfZlJ0Lm5hY/s1600/ibu-guru-kartun.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-fwYapeu1pMw/TdZR4u8Fa2I/AAAAAAAAA9A/IfZlJ0Lm5hY/s400/ibu-guru-kartun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608760421051100002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Ibu Fatimah, seorang Guru Tsanawiyah di sebuah kota kecil. Ia mengajar Agama bagi anak kelas, 4, 5 dan 6 di madrasah tersebut. Usianya masih muda dan cantik, penampilannya sederhana dengan berjilbab rapi. Sebelum jam pulang sekolah, ia mengajar di kelas 6 sekolah tersebut. Meski ia guru honorer, tapi ia tampak bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid muridnya. Ia kemudian duduk menghadap murid muridnya ..di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru berkata.."Anak-anak, tolong perhatikan, Ibu punya permainan ... caranya begini ..di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus .. jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "kapur "!!, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "penghapus" ... " Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti dan sang guru berganti gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat ..    Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata ... "Baik sekarang perhatikan ..jika saya angkat kapur, maka berserulah "penghapus" jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "kapur" dan dijalankanlah adegan seperti tadi," Tentu saja murid murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya, namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi .. dan tidak lagi sulit selang beberapa saat , permainan berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru tersenyum kepada murid muridnya ..    "Anak anak, begitulah kita ummat islam ...mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil ... kita begitu jelas membedakannya, namun kemudian, setan memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu ... dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya ..pertama tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan terus menerus kedalam benak kita dengan cara cara yang sangat menarik akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu ... dan kalian mulai mengikutinya dan percaya bahwa yang bathil itu sesunnguhnya haq. "    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah anak-anak, Setan tidak akan pernah berhenti membalik nilai-nilai Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Karena pengaruh tontonan sinetron yang mengajarkan kekafiran dan anehnya disukai, kini ...pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan ..materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan tawuran menjadi trend pemuda..semuanya sudah terbalik .. dan tidak disadari .. kalian sedikit demi sedikit menerima nya ..paham ?" tanya ibu guru kepada murid muridnya.     "Paham buu ..."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, sekarang permainan kedua .. begitu bu guru melanjutkan ...bu guru punya Al-Qur'an ...ibu letakkan di leker persis ditengah-tenag karpet besar ini. Nah sekarang ...kalian berdiri di luar karpet ..lalu .. gamenya adalah...bagaimana caranya mengambil Al-Qur'an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet...nah .. nah nah.."    Murid-muridnya berpikir keras ..ada yang punya alternatif dengan tongkat .. dan lain lain ... akhirnya sang guru memberikan jalan keluar ...ia gulung karpetnya, dan ia ambil Al-Qur'an nya ...dan ia memenuhi syarat..tidak menginjak karpet ..    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anak, setan tidak akan menginjak nginjak kalian dengan terang terangan .. karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah ..preman terminal-pun tidak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka ..tapi mereka akan menggulung kalian perlahan lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar .... Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat ..begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah akidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya terlebih dahulu, tentu .. saja .. hiasan hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu ..satu persatu .. baru rumah dihancurkan."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah setan menghancurkan kita ..ia tidak akan menghantam kita secara terang terangan, ...tapi ia akan perlahan lahan mencopot kalian .. mulai dari perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian .. dan lain lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka ... dan itulah yang mereka inginkan. Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran) ...dan inilah yang dijalankan oleh setan. Jika pondasi iman kalian tidak kuat maka kalian akan mudah sekali terbawa oleh faham mereka dalam Ghazwul fikri tersebut. Paham anak anak ??? "  "Paham buuuuuuu ..."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa mereka tidak berani secara terang terangan menginjak-injak Islam, bu..?" tanya salah seorang dari mereka.    "Menurut setan, ummat Islam itu ibarat seperti monyet. Monyet itu kalau bergelantungan di pohon, lalu ada angin sepoi sepoi, maka monyet akan mengantuk, dan ia akan terjatuh dari pohon itu ...tapi kalau ada angin kencang, maka monyet itu akan memegang ranting pohon dengan kuat .."    "Begitulah ummat Islam .. kalau diserang perlahan lahan, mereka tidak akan sadar hingga akhirnya ia ambruk dan kalah. Tapi kalau diserang serentak terang terangan, mereka akan bangkit serentak, mereka baru akan sadar jika sudah mau ambruk.."    "Paham anak anak ??"     "Paham buuuu ..."    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu .. kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang ... " dan matahari bersinar terik tatkala anak anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka, dengan pikiran masing masing di kepalanya akan pelajaran hikmah dari Ibu Fatimah, guru Agamanya.   (di copas dari notenya Gus Imam Puji Hartono, Jazakallahu khairan amin)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3382957729876923344?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3382957729876923344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3382957729876923344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3382957729876923344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3382957729876923344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/05/belajar-hikmah-dari-bu-fatimah.html' title='Belajar Hikmah Dari Bu Fatimah'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-fwYapeu1pMw/TdZR4u8Fa2I/AAAAAAAAA9A/IfZlJ0Lm5hY/s72-c/ibu-guru-kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-862619647715891996</id><published>2011-05-18T05:03:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T05:08:01.748-07:00</updated><title type='text'>Jangan Durhakai Anakmu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DYWPBCuU9Nc/TdO2ifouJGI/AAAAAAAAA84/92exuCHy610/s1600/umar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DYWPBCuU9Nc/TdO2ifouJGI/AAAAAAAAA84/92exuCHy610/s400/umar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608026664730502242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PERNAH suatu ketika ada seorang bapak yang mengeluh kepada Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab ra mengenai anaknya yang durhaka. Orang itu mengatakan bahwa putranya selalu berkata kasar kepadanya dan sering kali memukulnya. Maka, Umar pun memanggil anak itu dan memarahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Celaka engkau! Tidakkah engkau tahu bahwa durhaka kepada orangtua adalah dosa besar yang mengundang murka Allah? Bentak Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu dulu, wahai Amirul Mukminin. Jangan tergesa-gesa mengadiliku. Jikalau memang seorang ayah memiliki hak terhadap anaknya, bukankah si anak juga punya hak terhadap ayahnya?” Tanya si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar,” jawab Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lantas, apa hak anak terhadap ayahnya tadi?” lanjut si Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga,” jawab Umar. “Pertama, hendaklah ia memilih calon ibu yang baik untuk putreanya. Kedua, hendaklah ia menamainya dengan nama yang baik. Dan ketiga, hendaklah ia mengajarinya al-Quran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, si Anak mengatakan, “Ketahuilah wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku tidak pernah melakukan satu pun dari tiga hal tersebut. Ia tidak memilih calon ibu yang baik bagiku; ibuku adalah hamba sahaya jelek berkulit hitam yang dibelinya dari pasar seharga dua dirham, lalu malamnya ia gauli sehingga ia hamil mengandungku. Setelah aku lahir pun ayah menamaiku Ju’al,  dan ia tidak pernah mengajariku menghafal al-Quran walau seayat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ju’al adalah sejenis kumbang yang selalu bergumul pada kotoran hewan. Bisa juga diartikan seorang yang berkulit hitam dan berparas jelek atau orang yang emosional. (Lihat Al-Qamus Al-Muhith, hal. 977).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pergi sana! Kaulah yang mendurhakainya sewaktu kecil, pantas kalau ia durhaka kepadamu sekarang,” bentak Umar kepada si Ayah. (Disadur dari kuthbah Syaikh Dr. Muhammad Al-Arifi, Mas’uliyatur Rajul fil Usrah. Lihat Ibunda Para Ulama, Sufyan bin Fuad Baswedan, hal. 11-12.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca budiman, satu hal yang perlu kita renungkan dari kisah di atas adalah; cobalah untuk menengok diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Bisa jadi, ada sesuatu yang salah pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piilihkan Calon Ibu yang Shalihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah setiap muslim memilihkan bagi anak-anaknya seorang ibu muslimah yang mengenal hak Rabbnya, hak suami dan hak anak. Hendaklah ia memilihkan ibu yang mengenal tugas hidupnya. Seorang ibu yang mengenal posisinya di dalam hidup ini. Seorang ibu yang memiliki rasa kecemburuan terhadap agama dan sunnah Nabinya -sholallahu 'alaihi wasallam-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena seorang ibu adalah madrasah yang akan meluluskan anak-anak Anda. Apabila ibu tersebut baik, maka ia akan menyusukan kebaikan dan ketakwaan. Namun bila ibu tersebut buruk, maka ia akan memberikan keburukan juga. Sebagai contoh nyata, Zubair bin ‘Awam. Ia merupakan hasil dari didikan ibundanya, Shafiyah binti Abdul Muththalib, sehingga ia pun tumbuh di atas tabiat dan budi pekertinya. Di kemudian hari, ia pun memilihkan calon ibu bagi anak-anaknya seorang wanita mulia, Asma binti Abu Bakar. Sehingga, ia pun melahirkan generasi orang-orang yang memiliki keagungan, Abdullah, Al-Mundzir dan ‘Urwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu 'anhu- dididik oleh dua wanita mulia; di waktu kecil ia bersama ibunya, Fathimah binti Asad dan ketika menginjak remaja ia bersama Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Ja’far adalah penghulunya bangsa Arab yang paling dermawan sekaligus pemuda Arab yang cerdas. Ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. Maka ibunya, Asma binti ‘Umais berusaha untuk membesarkannya. Ia adalah sosok ibu yang memiliki keutamaan dan kecerdasan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mu’awiyah bin Abi Sufyan adalah adalah orang yang pandai dan cemerlang. Ia telah mewarisi dari ibunya, Hindun binti ‘Utbah sesuatu yang tidak ia warisi dari ayahnya, Abu Sufyan. Hindun berkata ketika anaknya, Mu’awiyah berada di dalam dekapannya, “Apabila Mu’awiyah hidup dalam umur panjang, maka ia akan memimpin kaumnya.” Ia juga bertutur, “Celakalah kaumnya apabila tidak dipimpin seseorang dari kaumnya.” Kelak, bila Mu’awiyah -radhiyallahu 'anhu- memiliki kebanggaan dengan kemampuan dan keahliannya dalam berpendapat, maka ia selalu menisbatkannya kepada ibunya sehingga akan mengetarkan pendengaran musuh-musuhnya, seraya berkata, “Saya adalah anak dari Hindun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hafsh Umar bin Abdul Aziz termasuk raja yang paling menakjubkan, adil dan mulia. Ibunya, Ummu ‘Ashim binti ‘Ashim bin Umar bin Khaththab. Ia adalah orang yang paling sempurna di zamannya dan yang paling mulia. Ibunya adalah seorang wanita yang dinikahkah oleh Umar dengan anaknya, ‘Ashim. Tidak ada yang dibanggakan darinya baik dari segi harta maupun nasab kecuali perkataannya yang jujur ketika menesehati ibunya. Dialah yang menurunkan akhlak kakeknya Al-Faruq kepada Umar bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihkan Nama yang Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah seorang muslim memilih nama-nama yang terbaik dan terindah sebagai bentuk pelaksanaan atas apa yang telah ditunjukkan dan dianjurkan oleh Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam-. Dari Abu Darda’ -radhiyallahu 'anhu-, ia berkata : Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّكُم تُدْعَونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُم وَأَسْمَاءِ آبَائِكُم فأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kalian akan dipanggil di hari Kiamat dengan nama-nama anak kalian dan dengan nama ayah-ayah kalian. Maka perbaguslah nama kalian.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar -radhiyallahu 'anhu-, ia berkata : Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللّهِ عَبْدُ اللّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَـنِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya nama-nama kalian yang paling disukai oleh Allah Azza wa Jalla adalah Abdullah dan Abdurrahman.”  (Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan al-Quran kepada Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Quran terkandung sejumlah Tarbiyah Imaniyah. Yang dimaksud Tarbiyah Imaniyah adalah mengikat si kecil sejak ketergantungannya kepada pilar-pilar keimanan, membiasakannya sejak ia memahami rukun-rukun Islam, serta mengajarkannya pokok-pokok syariat Islam yang mulia semenjak masa tamyiz (mampu membedakan mana yang hak dan mana yang bathil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkannya pilar-pilar keimanan, seperti; iman kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan iman kepada para Rasul-Nya, mengimani adanya pertanyaan dua malaikat, adzab dan nikmat kubur, pembangkitan, surga dan neraka dan semua perkara-perkara yang ghaib.&lt;br /&gt;Mengajarkan rukun-rukun Islam, seperti; shalat, puasa, zakat dan haji. Mengajarkannya dasar-dasar syariat Islam, seperti; peradilan Islam, hukum-hukum Islam, undang-undang dan peraturan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah akan lahir beberapa hal, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Hubbullah (cinta kepada Allah ta’ala). Yaitu dengan menunjukkan nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya kepada si kecil. Misalnya, bila si ayah duduk-duduk bersama si kecil ketika sedang makan seraya mengatakan kepadanya: ‘Nak, tahukah engkau siapakah yang telah memberikan makanan ini kepada kita?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil akan menjawab: ‘Siapakah wahai ayah?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ayah bertutur: ‘Allah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kecil balik bertanya: ‘Terus, bagaimana ayah?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka si ayah menjelaskan: ‘Nak, karena Allah yang telah memberi rizqi kepada kita dan kepada semua manusia, maka bukankah Ilah ini yang berhak engkau cintai?’ &lt;br /&gt;Si kecil akan menjawab: ‘Tentu, ayah’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya si kecil sedang sakit, maka orangtua akan membiasakannya untuk selalu berdoa, seraya berkata: ‘Nak berdoalah kepada Allah semoga menyembuhkanmu, sebab Dia-lah yang memiliki penyembuhan’, lalu mendatangkan seorang dokter dan mengatakan: ‘Dokter ini hanya sekedar perantara saja, namun kesembuhan hanya datang dari Allah’. Apabila Dia mentaqdirkan kesembuhan bagi si kecil, maka orantg tua mengatakan: ‘Nak, bersyukurlah kepada Allah’, lalu menjelaskan kepadanya nikmat-nikmat Allah, sehingga si kecil akan mencintai-Nya, sebab Dia-lah yang telah mengaruniakan kesembuhan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian seterusnya dalam setiap kesempatan dan dalam setiap mendapatkan kenikmatan hendaklah engkau selalu mengaitkannya kepada Yang Memberi nikmat, sehingga dalam hati si kecil tertanam  rasa cinta kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Hubburrasul (cinta kepada Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- ). Yaitu dengan mengajarkan kepada si kecil sikap-sikap Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- , keberanian, konsisten, kelemah lembutan, kemurahan, kesabaran dan keihklasan beliau. Dengan hal ini, seorang anak akan mencintai Nabinya -sholallahu 'alaihi wasallam- .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Muraqabatullah (menumbuhkan sifat merasa terus diawasi oleh Allah Tabaaraka wa ta’ala). Yaitu dengan mengajarkan kepada si kecil bahwa Allah selalu mengetahui dirinya dalam setiap gerakan dan diamnya, sehingga si kecil akan merasa terus diawasi oleh Allah, takut kepada Allah dan ikhlas dalam setiap amalannya hanya mencari keridhaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Mengajarkan kepada si kecil hukum-hukum halal dan haram. Hendaklah orangtua menjelaskan kepada si kecil tentang hal-hal yang haram sehingga ia bisa menjauhinya, hal-hal yang halal dan mubah agar ia bisa melakukannya serta menjelaskan adab-adan islami supaya ia bisa melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah agar mampu memenuhi hakhak anak, sehingga kita tidak sampai menzhaliminya, apalagi menyandang gelar orangtua yang durhaka kepada anaknya. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hudzaifah, Lc. Penulis seorang penerjemah dan penulis buku-buku islami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-862619647715891996?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/862619647715891996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=862619647715891996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/862619647715891996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/862619647715891996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/05/jangan-durhakai-anakmu.html' title='Jangan Durhakai Anakmu!'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DYWPBCuU9Nc/TdO2ifouJGI/AAAAAAAAA84/92exuCHy610/s72-c/umar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-5416331961892828038</id><published>2011-05-08T23:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T16:50:42.353-07:00</updated><title type='text'>Mesin Pencari Hadits 9 Imam Besar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Qk4qImFLiB4/TceQbWSkN-I/AAAAAAAAA8Q/IuKpB3jFU1s/s1600/MUHAMMAD.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 382px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Qk4qImFLiB4/TceQbWSkN-I/AAAAAAAAA8Q/IuKpB3jFU1s/s400/MUHAMMAD.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604607060800190434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://myhadits.com/"&gt;http://myhadits.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MyHadits.com adalah website yang berisi hadits 9 Imam Besar yang ditampilkan secara online. Pengguna website dapat mencari hadits-hadits dengan kata kunci bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Gagasan pembangunan situs ini dimulai ketika saya kesulitan untuk mencari referensi hadits dalam penulisan buku-buku dakwah. Karena itu dirasakan perlu sebuah website yang memudahkan para pencari hadits untuk mendapatkan referensi hadits yang berbahasa Indonesia dan bahasa Arab. &lt;br /&gt;Berikut adalah fitur-fitur yang tersedir di myhadits.com:&lt;br /&gt;- Pencarian dengan kata kunci bahasa Indonesia dan bahasa Arab&lt;br /&gt;- Pencarian dengan beberapa kata kunci dengan logical operator AND dan OR&lt;br /&gt;- Penambilan hasil pencarian per halaman&lt;br /&gt;- Search Engine menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dalam waktu dekat, dapat disediakan juga versi smartphone seperti iPhone dan android yang akan semakin memudahkan para pengguna hadist mengakses database hadist. &lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk membantu proyek ini, antara lain adalah;&lt;br /&gt;- Menyebarkan link URL http://myhadits.com ke komuniti yang dimilikinya.&lt;br /&gt;- Menyebarkan ke Social Network seperti FaceBook dan Twitter dsb.&lt;br /&gt;- Memasang link http://myhadits.com di blog atau website yang dimilikinya.&lt;br /&gt;- Memberikan donasi untuk proyek myHadits.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini benar-benar dilakukan secara sukarela, bagi anda yang tertarik dengan proyek ini dapat ikut berkontribusi dengan memberikan donasi secara suka rela. Donasi dapat dilakukan melalui account Paypall dengan mengeklik button di bawah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-5416331961892828038?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/5416331961892828038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=5416331961892828038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/5416331961892828038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/5416331961892828038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/05/search-engine-hadits-9-imam-besar.html' title='Mesin Pencari Hadits 9 Imam Besar'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Qk4qImFLiB4/TceQbWSkN-I/AAAAAAAAA8Q/IuKpB3jFU1s/s72-c/MUHAMMAD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4622922612923640032</id><published>2011-04-16T15:59:00.000-07:00</published><updated>2011-04-16T16:03:27.887-07:00</updated><title type='text'>Arabic Self Learning</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kpOEcMCVcHI/TaogIEPQW0I/AAAAAAAAA7Q/4DrghlLJ3AI/s1600/hassan%2Bmassoudytiger.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 249px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kpOEcMCVcHI/TaogIEPQW0I/AAAAAAAAA7Q/4DrghlLJ3AI/s400/hassan%2Bmassoudytiger.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596320809910033218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;For those who want to learn Arabic language by yourself, I would like to recommend below websites:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.lqtoronto.com/downloads.html"&gt;http://www.lqtoronto.com/downloads.html&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can download recorded class session and also the handbooks. This course is based on Madina Books Set (1-3) , one of very popular Arabic language course book from Madina Islam University.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="https://www.madinaharabic.com/start_learning.htm"&gt;https://www.madinaharabic.com/start_learning.htm&lt;/a&gt;l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can find Arabic Reading Course (Beginners), Arabic Language Course (100 Lessons), Vocabulary Flashcards to help memorise Arabic words and meanings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May Allah give Rewards to our brothers who have made those websites.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote from &lt;a href="http://www.lqtoronto.com/"&gt;http://www.lqtoronto.com/&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why should I learn arabic?&lt;br /&gt;As Muslims we have no choice but to learn the Language of the Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why?&lt;br /&gt;BECAUSE ALLAH CHOSE THE ARABIC LANGUAGE TO CARRY HIS FINAL MESSAGE TO ALL MANKIND&lt;br /&gt;The Qur’an contains the exact words which Allah revealed to our beloved prophet-pbuh and the exact words which the Prophet recited. Nothing added or deleted.&lt;br /&gt;The “Qur’an” is NOT the “Qur’an” if it is not in the Arabic Language; otherwise it is a mere translation.&lt;br /&gt;As a Muslims we are obligated to recite the Qur’an in Arabic EVERY SINGLE DAY.&lt;br /&gt;Our SALAAH is in the Arabic Language.&lt;br /&gt;We cannot have khushoo and khuzoo in our Salaah until and unless we understand what we are saying in our Salaah. &lt;br /&gt;The Language of the Qur’an is a Miracle.&lt;br /&gt;THAT MIRACLE will never touch our hearts unless we learn and know the Language of the Qur’an.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4622922612923640032?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4622922612923640032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4622922612923640032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4622922612923640032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4622922612923640032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/04/arabic-self-learning.html' title='Arabic Self Learning'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kpOEcMCVcHI/TaogIEPQW0I/AAAAAAAAA7Q/4DrghlLJ3AI/s72-c/hassan%2Bmassoudytiger.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-5696039200081011785</id><published>2011-03-14T02:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T02:27:34.423-07:00</updated><title type='text'>Kisah Lukisan Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9Q7D2Be2zcE/TX3fgJoA-eI/AAAAAAAAA6c/kY0Ju5UiUP4/s1600/rainbow-lake.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9Q7D2Be2zcE/TX3fgJoA-eI/AAAAAAAAA6c/kY0Ju5UiUP4/s400/rainbow-lake.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583864856441846242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenagkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.&lt;br /&gt;Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang mandang lukisan ini akan berpendapat,&lt;br /&gt;inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi,ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya&lt;br /&gt;dengan damai. Benar-benar damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan manakah yang memenangkan lomba?&lt;br /&gt;Sang Raja memilih lukisan nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga berumah tangga, Rumah tangga yang bahagia dan sakinah adalah Rumah Tangga yang mampu menghadirkan ketenangan dalam setiap kondisi tersulit dan saling meneduhkan dan memberikan kedamaian kepada anggota keluarganya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-5696039200081011785?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/5696039200081011785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=5696039200081011785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/5696039200081011785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/5696039200081011785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/03/kisah-lukisan-keluarga.html' title='Kisah Lukisan Keluarga'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9Q7D2Be2zcE/TX3fgJoA-eI/AAAAAAAAA6c/kY0Ju5UiUP4/s72-c/rainbow-lake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6853921258977717781</id><published>2011-02-22T16:48:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T16:52:51.215-08:00</updated><title type='text'>Keterhijaban dan Baik Sangka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-n6-4VWeACNs/TWRZv1D30nI/AAAAAAAAA6U/XgPaLIMaXtw/s1600/berdoa-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-n6-4VWeACNs/TWRZv1D30nI/AAAAAAAAA6U/XgPaLIMaXtw/s400/berdoa-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576680916823560818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Salim A. Fillah&lt;br /&gt;Source: Milis Iqro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada banyak hal yang tak pernah kita minta&lt;br /&gt;tapi Allah tiada alpa menyediakannya untuk kita&lt;br /&gt;seperti nafas sejuk, air segar, hangat mentari,&lt;br /&gt;dan kicau burung yang mendamai hati&lt;br /&gt;jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan&lt;br /&gt;bersiaplah untuk diijabah lebih dari apa yang kita mohonkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang kawan bertanya dengan nada mengeluh.&lt;br /&gt;“Dimana keadilan Allah?”, ujarnya. “Telah lama aku memohon dan meminta padaNya satu hal saja. Kuiringi semua itu dengan segala ketaatan padaNya. Kujauhi segala larangannya. Kutegakkan yang wajib. Kutekuni yang sunnah. Kutebarkan shadaqah. Aku berdiri di waktu malam. Aku bersujud di kala Dhuha. Aku baca kalamNya. Aku upayakan sepenuh kemampuan mengikut jejak RasulNya. Tapi hingga kini Allah belum mewujudkan harapanku itu. Sama sekali.”&lt;br /&gt;Saya menatapnya iba. Lalu tertunduk sedih.&lt;br /&gt;“Padahal,” lanjutnya sambil kini berkaca-kaca, “Ada teman lain yang aku tahu ibadahnya berantakan. Wajibnya tak utuh. Sunnahnya tak tersentuh. Akhlaknya kacau. Otaknya kotor. Bicaranya bocor. Tapi begitu dia berkata bahwa dia menginginkan sesuatu, hari berikutnya segalanya telah tersaji. Semua yang dia minta didapatkannya. Di mana keadilan Allah?”&lt;br /&gt;Rasanya saya punya banyak kata-kata untuk menghakiminya. Saya bisa saja mengatakan, “Kamu sombong. Kamu bangga diri dengan ibadahmu. Kamu menganggap hina orang lain. Kamu tertipu oleh kebaikanmu sebagaimana iblis terlena! Jangan heran kalau doamu tak diijabah. Kesombonganmu telah menghapus segala kebaikan. Nilai dirimu hanya anai-anai beterbangan. Mungkin kawan yang kau rendahkan jauh lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah karena dia merahasiakan amal shalihnya!”&lt;br /&gt;Saya bisa mengucapkan itu semua. Atau banyak kalimat kebenaran lainnya.&lt;br /&gt;Tapi saya sadar. Ini ujian dalam dekapan ukhuwah. Maka saya memilih sudut pandang lain yang saya harap lebih bermakna baginya daripada sekedar terinsyafkan tapi sekaligus terluka. Saya khawatir, luka akan bertahan jauh lebih lama daripada kesadarannya.&lt;br /&gt;Maka saya katakan padanya, “Pernahkah engkau didatangi pengamen?”&lt;br /&gt;“Maksudmu?”&lt;br /&gt;“Ya, pengamen,”  lanjut saya seiring senyum. “Pernah?”&lt;br /&gt;“Iya. Pernah.” Wajahnya serius. Matanya menatap saya lekat-lekat.&lt;br /&gt;“Bayangkan jika pengamennya adalah seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang mengerikan. Nyanyiannya lebih mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau, balau, sengau, parau, sumbang, dan cemprang. Lagunya malah menyakitkan ulu hati, sama sekali tak dapat dinikmati. Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;“Segera kuberi uang,” jawabnya, “Agar segera berhenti menyanyi dan cepat-cepat pergi.”&lt;br /&gt;“Lalu bagaimana jika pengamen itu bersuara emas, mirip sempurna dengan Ebiet G. Ade atau Sam Bimbo yang kau suka, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi; apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;“Kudengarkan, kunikmati hingga akhir lagu,” dia menjawab sambil memejamkan mata, mungkin membayangkan kemerduan yang dicanduinya itu. “Lalu kuminta dia menyanyikan lagu yang lain lagi. Tambah lagi. Dan lagi.”&lt;br /&gt;Saya tertawa.&lt;br /&gt;Dia tertawa.&lt;br /&gt;“Kau mengerti kan?” tanya saya. “Bisa saja Allah berlaku begitu pada kita, para hambaNya. Jika ada manusia yang fasik, keji, munkar, banyak dosa, dan dibenciNya berdoa memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat: ‘Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak mendengar ocehannya. Aku benci menyimak suaranya. Aku risi mendengar pintanya!’”&lt;br /&gt;“Tapi,” saya melanjutkan sambil memastikan dia mencerna setiap kata, “Bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintaiNya, yang giat beribadah, yang rajin bersedekah, yang menyempurnakan wajib dan menegakkan sunnah; maka mungkin saja Allah berfirman pada malaikatNya: ‘Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya. Sungguh Aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hambaKu ini terus meminta, terus berdoa, terus menghiba. Aku menyukai doa-doanya. Aku menyukai kata-kata dan tangis isaknya. Aku menyukai puja dan puji yang dilantunkannya. Aku tak ingin dia menjauh dariKu setelah mendapat apa yang dia pinta. Aku mencintaiNya.’”&lt;br /&gt;“Oh ya?” matanya berbinar. “Betul demikiankah yang terjadi padaku?”&lt;br /&gt;“Hm… pastinya aku tak tahu,” jawab saya sambil tersenyum. Dia agak terkejut. Segera saya sambung sambil menepuk pundaknya, “Aku hanya ingin kau berbaik sangka.”&lt;br /&gt;Dan dia tersenyum. Alhamdulillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6853921258977717781?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6853921258977717781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6853921258977717781' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6853921258977717781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6853921258977717781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2011/02/keterhijaban-dan-baik-sangka.html' title='Keterhijaban dan Baik Sangka'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-n6-4VWeACNs/TWRZv1D30nI/AAAAAAAAA6U/XgPaLIMaXtw/s72-c/berdoa-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1578466851215100213</id><published>2010-12-20T22:02:00.001-08:00</published><updated>2010-12-20T22:12:27.078-08:00</updated><title type='text'>How the Bible Led Me to Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TRBFLXQe03I/AAAAAAAAA6A/Cvdh1hcF1oA/s1600/Bible2Quran_cr.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 237px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TRBFLXQe03I/AAAAAAAAA6A/Cvdh1hcF1oA/s400/Bible2Quran_cr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553014402071843698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=IYMKQKSV0bY"&gt;The Story of a Former Christian Youth Minister - Joshua Evans&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1578466851215100213?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1578466851215100213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1578466851215100213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1578466851215100213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1578466851215100213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/12/how-bible-led-me-to-islam_20.html' title='How the Bible Led Me to Islam'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TRBFLXQe03I/AAAAAAAAA6A/Cvdh1hcF1oA/s72-c/Bible2Quran_cr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1856063530297621973</id><published>2010-12-07T16:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-07T17:02:04.019-08:00</updated><title type='text'>Jiwa yang Sehat Menurut Imam al-Ghazali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TP7Y9qjIyQI/AAAAAAAAA5w/DWmzAwEKkH4/s1600/skizofrenia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TP7Y9qjIyQI/AAAAAAAAA5w/DWmzAwEKkH4/s400/skizofrenia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548110344872315138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Psikologi atau 'ilm al-nafs dalam pandangan Imam al-Ghazali (w.505H/1111M), termasuk dalam kategori ilmu-ilmu terapan. Psikologi pada hakekatnya bertujuan melatih jiwa (riyadhah) dan pengendalian hawa nafsu (mujahadatul hawa). Termasuk dalam hal ini adalah bagaimana melatih jiwa dalam bermuamalah kepada seluruh anggota keluarga, pembantu dan budak. (lihat: Mizanul 'Amal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitabnya Ihya 'Ulumiddin, beliau menjelaskan bahwa mempelajari disiplin ilmu jiwa ini adalah wajib. Sebab dengan menguasai ilmu inilah tercapainya cara-cara pensucian jiwa. "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu" (QS. 91:9). Sedangkan mengabaikan ilmu ini akan berakhir pada kerugian. "Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya" (QS. 91:10). Hal ini dikarenakan bahaya penyakit kalbu lebih parah daripada penyakit fisik. Sebab penyakit fisik hanya merenggut kehidupan yang fana, sementara penyakit hati menyebabkan kehancuran pada kehidupan yang abadi. Maka perhatian terhadap kecermatan tentang kaedah-kaedah penyembuhan penyakit kalbu harus lebih diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, al-Ghazali menjelaskan bahwa ilmu jiwa pada intinya difokuskan untuk mengarahkan tiga kekuatan dalam diri manusia, yakni kekuatan fikir, kekuatan syahwat dan kekuatan amarah. Maka jiwa yang sehat akan terwujud, jika ketiga kekuatan tersebut terarah dan terbina dengan baik. Fokus pertama adalah pembinaan kekuatan fikir. Dan terbinanya potensi fikir membuka manusia meraih hikmah. Dengan hikmah, manusia tidak lagi mencampuradukkan antara keimanan terhadap yang hak dan batil, antara perkataan yang benar dan dusta, antara perbuatan yang terpuji dan tercela, dst. Hikmah juga menjaga akal manusia agar tidak terjerumus kedalam limbah relativisme dan belantara purba sangka dalam berislam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, fokus ilmu jiwa ditujukan pada pengarahan kekuatan syahwat. Dengan terarahnya potensi ini, maka tercapailah kesederhanaan jiwa ('iffah). 'Iffah akan membentengi manusia dari perbuatan maksiat dan senantiasa mendorongnya untuk mendahulukan perilaku yang terpuji. Sedangkan fokus ketiga diarahkan untuk mengendalikan kekuatan amarah hingga tercapainya kesabaran (hilm) dan keberanian (syaja'ah).&lt;br /&gt;Maka keadilan akan bersemai dalam jiwa seseorang, jika dia telah berhasil mengelola ketiga kekuatan di atas. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. 49:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya pada ayat di atas disertai dengan menafikan keraguan. Dan keraguan hanya bisa dinafikan dengan adanya keyakinan ilmu dan hikmah, yang diperoleh dari terarahnya potensi fikir. Berjihad dengan harta terlaksana berkat 'iffah yang lahir dari potensi syahwat yang telah dikendalikan. Sedangkan berjihad (mujahadah), tidak terlaksana kecuali adanya keberanian dan kesabaran yang merupakan buah pengendalian potensi amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jiwa yang sehat itu menurut imam al-Ghazali, jika ia dihiasi dengan empat induk kesalehan, yakni hikmah, kesederhanaan ('iffah), keberanian (syaja'ah) dan keadilan ('adalah). Beliau menjelaskan bahwa kerelaan memaafkan orang yang telah menzaliminya adalah kesabaran dan keberanian (syaja'ah) yang sempurna. Kesempurnaan 'iffah terlihat dengan kemauan untuk tetap memberi pada orang yang terus berbuat kikir terhadapnya. Sedangkan kesediaan untuk tetap menjalin silaturrahim terhadap orang yang sudah memutuskan tali persaudaraan adalah wujud dari ihsan yang sempurna. (lihat: Mizanul 'Amal). Sebaliknya, ciri-ciri jiwa yang sakit adalah kosongnya jiwa dari keempat induk kesalehan di atas. Sakit jiwa bukan sekedar hilangnya akal (gila), tetapi ia juga hilangnya ketaatan pada Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derajat dan Tingkatan manusia&lt;br /&gt;Kemampuan manusia dalam mengendalikan hawa nafsunya berbeda-beda. Imam al-Ghazali menjelaskan tiga tingkatan manusia dalam hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang dikuasai oleh hawa nafsu dan bahkan menjadikannya tuhan sesembahannya (lihat QS. 25:43 dan QS. 45:23). Mereka yang terbelenggu oleh hawa nafsunya ini akan cenderung pada kesesatan, karena pendengaran dan kalbunya sudah terkunci. Mereka diibaratkan seperti anjing (QS. 7:176), oleh karena itu tidak layak dijadikan pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang yang selalu berkompetisi dengan hawa nafsunya. Maka terkadang ia mampu mengendalikannya dan terkadang tidak. Mereka ini tergolong mujahidin. Jika saat kematian datang menjemputnya, sedangkan ia dalam usaha mengendalikan hawa nafsunya, maka ia tergolong syuhada'. Sebab ia sedang menyibukkan dirinya menjalankan perintah Rasulullah SAW untuk memerangi hawa nafsu seperti memerangi musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, golongan yang berhasil mengendalikan hawa nafsu dan mengalahkannya dalam kondisi apapun. Mereka inilah golongan penguasa sejati yang telah terbebas dari belenggu hawa nafsu. Umar bin Khattab merupakan salah satu contoh orang yang menduduki peringkat ini, hingga Nabi pun bersabda bahwa setan akan mengambil jalan yang tidak dilalui Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, dalam rangka melepaskan belenggu nafsu dan untuk meraih kebahagiaan hakiki, beliau menjelaskan empat kiat, yaitu mengenal diri, mengenal Pencipta, mengenal hakekat dunia dan mengenal hakekat akherat. Dalam proses mengenali diri, Imam al-Ghazali memberikan bahan introspeksi harian (muhasabah). Misalnya: Anda itu apa? Anda datang ke tempat ini dari mana? Untuk tujuan apa Anda diciptakan? Karena apa Anda berbahagia? Dan kenapa juga Anda harus merasa sengsara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam rangka mengenali diri, Imam al-Ghazali menjelaskan adanya empat potensi dalam diri manusia, dimana masing-masing memiliki kebahagiannya sendiri. Keempat potensi tersebut adalah sifat binatang ternak, sifat binatang buas, sifat setan dan sifat malaikat. Beliau pun menguraikan sebagai berikut: "Sesungguhnya kebahagiaan binatang ternak itu di saat makan, minum, tidur dan melampiaskan hasrat seksnya. Jika Anda termasuk golongan mereka, maka bersungguh-sungguhlah dalam memenuhi kebutuhan perut dan kemaluan. Kebahagiaan binatang buas itu dikala ia berhasil memukul dan membunuh. Kebahagiaan setan itu ketika ia berhasil melakukan makar, kejahatan dan tipu muslihat. Jika Anda berasal dari golongan mereka, maka sibukkanlah diri Anda dengan kesibukan setan. Sedangkan kebahagiaan malaikat itu tatkala ia menyaksikan indahnya kehadiran Tuhan. Maka jika Anda termasuk golongan malaikat, bersungguh-sungguhlah dalam mengenali asal-usul Anda, hingga mengetahui jalan menuju kepada-Nya dan terbebas dari belenggu syahwat dan amarah". (lihat: Kimiya al-Sa'adah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam al-Ghazali, kebahagiaan dan jiwa yang sehat itu diawali dengan ilmu pengetahuan. Maka barang siapa yang sudah hilang kemauan untuk mencari Ilmu, maka orang itu ibarat orang yang habis seleranya untuk memakan makanan yang baik; atau seperti orang yg lebih suka makan tanah daripada makan roti. Sebab kebahagiaan hakiki adalah hakekat spiritual yang kekal, keyakinan pada hal-hal mutlak tentang hakikat alam, identitas diri dan tujuan hidup. Kesemuanya itu berawal dari ilmu dan bermuara pada mahabbatullah (cinta kepada Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUH TINGKATAN NAFS DALAM AL-QURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bagi Karl Marx disetir oleh perutnya (ekonomi) dan bagi Sigmund Freud oleh libido seksnya alias kemaluannya. Ketika berhijrah di abad ke 7 M, Nabi sudah menyinggung temuan Marx dan Freud. Orang berhijrah itu disetir oleh tiga orientasi : seks, materi dan idealisme atau keimanan (lillah wa rasulihi). Artinya, manusia itu bisa jadi seharga dorongan perutnya, atau dorongan seksualnya dan dapat menjadi sangat idealis, meninggalkan kedua dorongan jiwa hewani dan nabati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi semua perilaku manusia hakekatnya disetir oleh jiwa atau nafs-nya. Tapi nafs mempunyai banyak anggota, yang oleh al-Ghazzali disebut tentara hati (junud al-qalbi). Anggota nafs dalam al-Qur’an diantaranya adalah qalb (hati), ruh (roh), aql (akal) dan iradah (kehendak) dsb. Al-Qur’an menyebut kata nafs sebanyak 43 kali, 17 kali kata qalb-qulub, 24 kali kata ta’aqilun (berakal), dan 6 kali kata ruh-arwah. Itulah, modal manusia untuk hidup di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjelaskan peran qalb dalam hidup manusia. Menurutnya, aspek penentu hakekat manusia adalah segumpal darah (mudghah), yang disebut qalb.  Gumpalan itulah yang menjadi penentu kesalehan dan kejahatan jasad manusia (HR. Sahih Bukhari). Karena begitu menentukannya fungsi qalb itulah Allah hanya melihat qalb manusia dan tidak melihat penampilan dan hartanya. (HR. Ahmad ibn Hanbal).  Sejatinya, qalb adalah wajah lain dari nafs, maka dari itu qalb atau nafs manusia itu bertingkat-tingkat. Para ulama menemukan tujuh tingkatan nafs dari dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, nafs al-ammarah bi al-su’, atau nafsu pendorong kejahatan. Ini adalah tingkat nafs paling rendah yang melahirkan sifat-sifat seperti takabbur, kerakusan, kecemburuan, nafsu syahwat, ghibah, bakhil dsb. Nafsu ini harus diperangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, nafs al-lawwamah. Ini adalah nafs yang memiliki tingkat kesadaran awal melawan nafs yang pertama. Dengan adanya bisikan dari qalb-nya, nafs menyadari kelemahannya dan kembali kepada kemurniannya. Jika ini berhasil maka ia akan dapat meningkatkan diri kepada tingkat diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat ketiga adalah Nafs al-Mulhamah atau jiwa yang terilhami. Ini adalah tingkat jiwa yang memiliki tindakan dan kehendak yang tinggi. Jiwa ini lebih selektif dalam menyerap prinsip-prinsip. Ketika nafs ini merasa terpuruk kedalam kenistiaan, segera akan terilhami untuk mensucikan amal dan niatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Nafs al-mutma’innah atau jiwa yang tenang. Jiwa ini telah mantap imannya dan tidak mendorong perilaku buruk. Jiwa yang tenang yang telah menomor duakan nikmat materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Nafs al-Radhiyah atau jiwa yang ridha. Pada tingkatan ini jiwa telah ikhlas menerima keadaan dirinya. Rasa hajatnya kepada Allah begitu besar. Jiwa inilah yang diibaratkan dalam doa: Ilahi anta maqsudi wa ridhaka matlubi (Tuhanku engkau tujuanku dan ridhaMu adalah kebutuhanku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Nafs al-Mardhiyyah, adalah jiwa yang berbahagia. Tidak ada lagi keluhan, kemarahan, kekesalan. Perilakunya tenang, dorongan perut dan syhawatnya tidak lagi bergejolak dominan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Nafs al-Safiyah adalah jiwa yang tulus murni. Pada tingkat ini seseorang dapat disifati sebagai Insan Kamil atau manusia sempurna. Jiwanya pasrah pada Allah dan mendapat petunjukNya. Jiwanya sejalan dengan kehendakNya. Perilakunya keluar dari nuraninya yang paling dalam dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah jiwa manusia. Ada pergulatan antara jiwa hewani yang jahat dengan jiwa yang tenang. Ada peningkatan pada jiwa-jiwanya yang tenang itu. Sahabat Nabi Sufyan al-Thawri pernah mengatakan bahwa dia tidak pernah menghadapi sesuatu yang lebih kuat dari nafsunya; terkadang nafsu itu memusuhinya dan terkadang membantunya. Ibn Taymiyyah menggambarkan pergulatan itu bersumber dari dua bisikan: bisikan syetan (lammat a-syaitan) dan bisikan malaikat )lammat al-malak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang melawan nafsu jahat banyak caranya. Sahabat Nabi Yahya ibn Mu’adh al-Razi memberikan tipsnya. Ada empat pedang untuk memerangi nafsu jahat: makanlah sedikit, tidurlah sedikit, bicaralah sedikit dan sabarlah ketika orang melukaimu… maka nafs atau ego itu akan menuruti jalan ketaatan, seperti penunggang kuda dalam medan perang. Memerangi nafsu jahat ini menurut Nabi adalah jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabdanya “Pejuang adalah orang yang memperjuangkan nafs-nya dalam mentaati Allah”  (al-Mujahidu man jahadi nafsahu fi ta’at Allah ‘azza wa jalla). (HR.Tirmidhi, Ibn Majah, Ibn Hibban, Tabrani, Hakim dsb).&lt;br /&gt;Kejahatan diri dalam al-Qur’an juga dianggap penyakit (QS 2:10). Sementara Nabi mengajarkan bahwa setiap penyakit ada obatnya. Para ulama pun lantas berfikir kreatif. Ayat-ayat dan ajaran-ajaran Nabi pun dirangkai diperkaya sehingga membentuk struktur pra-konsep. Dari situ menjadi struktur konsep dan akhirnya menjadi disiplin ilmu.&lt;br /&gt;Ilmu tentang jiwa atau nafs itu pun lahir dan disebut Ilm-al Nafs, atau Ilm-al Nafsiyat (Ilmu tentang Jiwa). Ketika Ilmu al-Nafs berkaitan dengan ilmu kedokteran (tibb), maka lahirlah istilah al-tibb al-ruhani (kesehatan jiwa) atau tibb al-qalb (kesehatan mental). Tidak heran jika penyakit gangguan jiwa diobati melalui metode kedokteran yang dikenal dengan  istilah al-Ilaj al-nafs (psychoteraphy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ilmu al-Nafs ditemukan bahwa raga dan jiwa berkaitan erat, demikian pula penyakitnya. Psikolog Muslim asal Persia Abu Zayd Ahmed ibn Sahl al-Balkhi (850-934), menemukan teori bahwa penyakit raga berkaitan dengan penyakit jiwa. Alasannya, manusia tersusun dari jiwa dan raga. Manusia tidak dapat sehat tanpa memiliki keserasian jiwa dan raga. Jika badan sakit, jiwa tidak mampu berfikir dan memahami, dan akan gagal menikmati kehidupan. Sebaliknya, jika nafs atau jiwa itu sakit maka badannya tidak dapat merasakan kesenangan hidup. Sakit jiwa lama kelamaan dapat menjadi sakit fisik. Itulah sebabnya ia kecewa pada dokter yang hanya fokus pada sakit badan dan meremehkan sakit mental. Maka dalam bukunya Masalih al-Abdan wa al-Anfus, ia mengenalkan istilah al-Tibb al-Ruhani (kedokteran ruhani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hakekatnya manusia yang dikuasai oleh dorongan nafsu hewani dan nabati saja, boleh jadi sedang sakit. Manusia sehat adalah manusia yang nafsunya dikuasai oleh akalnya, qalb-nya untuk taat pada Tuhannya. Itulah insan kamil yang memiliki jiwa yang tenang, yang kembali pada Tuhan dan masuk surganya dengan ridho dan diridhoi. Itulah manusia yang selama hidupnya menjadi sinar cahaya (misykat) bagi umat manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1856063530297621973?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1856063530297621973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1856063530297621973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1856063530297621973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1856063530297621973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/12/jiwa-yang-sehat-menurut-imam-al-ghazali.html' title='Jiwa yang Sehat Menurut Imam al-Ghazali'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TP7Y9qjIyQI/AAAAAAAAA5w/DWmzAwEKkH4/s72-c/skizofrenia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1833164733184151337</id><published>2010-12-06T20:29:00.001-08:00</published><updated>2010-12-06T20:29:47.631-08:00</updated><title type='text'>Kuliah Agama Online Gratis</title><content type='html'>Kuliah Agama Online Gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.islamiconlineuniversity.com/"&gt;http://www.islamiconlineuniversity.com/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1833164733184151337?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1833164733184151337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1833164733184151337' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1833164733184151337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1833164733184151337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/12/kuliah-agama-online-gratis.html' title='Kuliah Agama Online Gratis'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6994062337433843929</id><published>2010-12-04T04:03:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T04:08:06.220-08:00</updated><title type='text'>HARGA KEKUASAAN ITU HANYALAH SEGELAS AIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TPou1zIXS0I/AAAAAAAAA5o/_B0Es0PNBpU/s1600/glass_of_water%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 360px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TPou1zIXS0I/AAAAAAAAA5o/_B0Es0PNBpU/s400/glass_of_water%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546797392853420866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Harun Ar Rasyid sedang dalam sebuah perjalanan melintasi sebuah gurun pasir menunggangi unta. Bersamanya Seorang Penasehat yang bijak, Ibnu As Samak. Perjalanan panjang di siang yang panas. Terik matahari membuat dehidrasi dan sang khalifah pun kehausan. Pada satu tempat yang teduh, Harun ar Rasyid menepi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Samak menawarkan segelas air sambil berujar, “Khalifah…, dalam kondisi panas dan tenggorokan kehausan, andai kata kau tidak dapatkan air untuk minum kecuali dengan harus mengeluarkan separuh kekuasaanmu, sudikah engkau membayar dan mengeluarkannya? !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang khalifah ar Rasyid menjawab, “Tentu Aku bersedia membayarnya seharga itu asal tidak mati kehausan!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka usai mendengarnya, Ibnus Samak memberikan segelas air itu dan khalifah pun tidak lagi kehausan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Samak melontarkan pertanyaan lagi, “Wahai Khalifah, andai air segelas yang kau minum tadi tidak keluar dari lambungmu selama beberapa hari tentulah amat sakit rasanya. Perut jadi gak keruan dan semua urusan jadi berantakan karenanya. Andai kata bila kau berobat demi mengeluarkan air itu dan harus menghabiskan separuh kekayaanmu lagi, akankah kau sudi membayarnya? ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, sang khalifah merenungi kondisi yang disebut oleh Ibnu Samak. Seolah mengamini maka khalifah menjawab, “Saya akan membayarnya meski dengan separuh kekuasaanku !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban dari sang khalifah, maka Ibnus Samak sang penasehat raja yang bijak kemudian berkomentar, “O…., kalau begitu seluruh Kekuasaan yang khalifah miliki itu rupanya hanya senilai segelas air saja!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Itu baru kenikmatan segelas air...., coba kita renungkan dan kita rasakan betapa nikmat yang dilimpahkan Allah SWT kepada kita amat sangat banyak, hingga kita tak akan mampu menghitungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kita dengan leluasanya memandang indahnya dunia dan segala ciptaanNYA, akankah kita gunakan untuk memandang yang dilarang oleh Allah Yang Maha Melihat ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengaran kita mampu menangkap segala bentuk informasi yang membuat kita menjadi orang hebat, akankah kita pakai mendengar hal-hal yang melanggar aturan Allah Yang Maha Mendengar ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut dan Lidah kita yang mampu menikmati berbagai rasa dan kelezatan serta mengkomunikasikan segala bentuk perasaan dan kebijakan, sudahkah kita jaga agar tidak melukai ? seberapa seringkah kita baca dan kita patuhi Surat-Surat Cinta (Firman) dari Yang Maha Pembuat Kebijakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas kita yang setiap detik mensuplai kebutuhan oksigen untuk tubuh dan kehidupan kita secara Cuma-Cuma, akankah kita sia-siakan detik demi detik berlalu tanpa ada kontribusi untuk memperjuangkan tegaknya aturan-aturan Allah SWT dalam diri, keluarga dan masyarakat kita ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki tangan kita yang mampu bergerak secara leluasa untuk mengerjakan berbagai aktifitas kehidupan, sudahkan kita mengekspresikan ketundukan dan ketaatan dengan bersujud dan rukuk kepadaNya disaat Dia memanggil kita ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta dan Kekayaan yang telah diamanahkan kepada kita, sudahkan kita sucikan ? sudah relakah kita investasikan untuk Planning Sukses Akhir Hayat kita ? dan masih banyak nikmat lainnya yang kalau kita hitung dan kita rinci satu per satu kita tidak akan mampu menghitungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seandainya kalian menghitung nikmat Allah, tentu kalian tidak akan mampu"( QS,An-Nahl: 18) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? QS. ar-Rahman (55) : 13&lt;br /&gt;Source: milis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6994062337433843929?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6994062337433843929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6994062337433843929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6994062337433843929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6994062337433843929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/12/harga-kekuasaan-itu-hanyalah-segelas.html' title='HARGA KEKUASAAN ITU HANYALAH SEGELAS AIR'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/TPou1zIXS0I/AAAAAAAAA5o/_B0Es0PNBpU/s72-c/glass_of_water%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-462694194224542180</id><published>2010-05-24T23:26:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T23:36:09.160-07:00</updated><title type='text'>MERASA DIRI PALING MERANA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S_tvzydh1fI/AAAAAAAAA24/Eywb9Xwn3qo/s1600/melas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 313px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S_tvzydh1fI/AAAAAAAAA24/Eywb9Xwn3qo/s400/melas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475092707508606450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah kisah nyata seorang kaya raya berkebangsaan Saudi bernama Ra'fat. Ia diwawancarai setelah ia berhasil sembuh dari penyakit liver akut yang ia idap. Pola hidup berlebihan dan mengkonsumsi makanan tak beraturan membuat Ra'fat mengalami penyakit di atas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ra'fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra'fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demi mencari upaya sembuh, maka Ra'fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra'fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra'fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"50% kalau operasi berhasil maka Anda akan sembuh, 50% bila tidak berhasil mungkin nyawa Anda adalah taruhannya!" jelas sang dokter.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendapati bahwa boleh jadi ia bakal mati, maka Ra'fat berkata, "Dokter, kalau operasi ini gagal dan saya bisa mati, maka izinkan saya untuk kembali ke negara saya untuk berpamitan dengan keluarga, sahabat, kerabat dan orang yang saya kenal. Saya khawatir bila mati menghadap Allah Swt namun saya masih punya banyak kesalahan terhadap orang yang saya kenal." Ra'fat berkata sedemikian sebab ia takut sekali atas dosa dan kesalahan yang ia perbuat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan enteng dokter membalas, "Terlalu riskan bagi saya untuk membiarkan Anda tidak segera mendapatkan penanganan. Penyakit liver ini sudah begitu akut. Saya tidak berani menjamin keselamatan diri Anda untuk kembali ke tanah air kecuali dalam 2 hari. Bila Anda lebih dari itu datang kembali ke sini, mungkin Anda akan mendapati dokter lain yang akan menangani operasi liver Anda."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi Ra'fat 2 hari itu cukup berarti. Ia pun berjanji akan kembali dalam tempo itu. Serta-merta ia mencari pesawat jet yang bisa disewa dan ia pun pergi berangkat menuju tanah airnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesempatan itu betul-betul digunakan oleh Ra'fat untuk mendatangi semua orang yang pernah ia kenal. Satu per satu dari keluarga dan kerabat ia sambangi untuk meminta maaf dan berpamitan. Kepada mereka Ra'fat berkata, "Maafkan aku, Ra'fat yang kalian kenal ini sungguh banyak kesalahan dan dosa... Boleh jadi setelah dua hari dari sekarang saya sudah tidak lagi panjang umur..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah yang disampaikan Ra'fat kepada orang-orang. Dan setiap dari mereka menangis sedih atas kabar berita yang mereka dengar dari orang yang mereka cintai dan kagumi ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ra'fat menyambangi satu per satu dari mereka. Meski dengan tubuh yang kurus tak berdaya, ia berniat mendatangi mereka untuk meminta doa dan berpamitan. Dan kondisi itu membuat Ra'fat menjadi sedih. Ia merasa menjadi manusia yang paling merana. Ia merasa tak berdaya dan tak berguna. Sering dalam kesedihannya ia membatin, "Ya Allah.... rupanya keluarga yang mencintai aku.... harta banyak yang aku miliki... perusahaan besar yang aku punya.... semuanya itu tidak ada yang mampu membantuku untuk kembali sembuh dari penyakit ini! Semuanya tak ada&lt;br /&gt;guna... semuanya sia-sia!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasa emosi batin itu membuat tubuh Ra'fat bertambah lemah. Ia hanya mampu perbanyak istighfar memohon ampunan Tuhannya. Memutar tasbih sambil berdzikir kini menjadi kegiatan utamanya. Ia masih merasa bahwa dirinya adalah manusia yang paling merana di dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga saat ia sedang berada di mobilnya. duduk di kursi belakang dengan tangan memutar tasbih seraya berdzikir. Hanya Ra'fat dan supirnya yang berada di mobil itu. Mereka melaju berkendara menuju sebuah rumah kerabat dengan tujuan berpamitan dan minta restu. Saat itulah menjadi moment spesial yang tak akan terlupakan untuk Ra'fat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa ratus meter di depan, mata Ra'fat melihat ada seorang wanita berpakaian abaya (pakaian panjang wanita Arab yang serba berwarna hitam) tengah berdiri di depan sebuah toko daging. di sisi wanita tadi ada sebuah karung plastik putih yang biasa menjadi tempat limbah toko tersebut. Wanita tadi mengangkat dengan tangan kirinya sebilah tulang sapi dari karung. Sementara tangan kanannya mengumpil dan mencuil daging-daging sapi yang masih tersisa di pinggiran tulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ra'fat memandang tajam ke arah wanita tersebut dengan pandangan seksama. Rasa ingin tahu membuncah di hati Ra'fat tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu. Begitu mobilnya melintasi sang wanita, sekilas Ra'fat memperhatikan. Maka ia pun menepuk pundak sang sopir dan memintanya untuk menepi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat mobil sudah berhenti, Ra'fat mengamati apa yang dilakukan oleh sang wanita. Entah apa yang membuat Ra'fat menjadi penasaran. Keingintahuannya membuncah. Ia turun dari mobil. lemah ia membuka pintu, dan ia berjalan tertatih-tatih menuju tempat wanita itu berada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam jarak beberapa hasta Ra'fat mengucapkan salam kepada wanita tersebut namun salamnya tiada terjawab. Ra'fat pun bertanya kepada wanita tersebut dengan suara lemah, "Ibu..., apa yang sedang kau lakukan?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rupanya wanita ini sudah terlalu sering diacuhkan orang, hingga ia pun tidak peduli lagi dengan manusia. Meski ada yang bertanya kepadanya, wanita tadi hanya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah si penanya. Sambil mengumpil daging wanita itu berkata, "Aku memuji Allah Swt yang telah menuntun langkahku ke tempat ini. Sudah berhari-hari aku dan 3 orang putriku tidak makan. Namun hari ini, Dia Swt membawaku ke tempat ini sehingga aku dapati daging limbah yang masih bertengger di sisi tulang sisa. Aku berencana akan membuat kejutan untuk ketiga putriku malam ini. Insya Allah, aku akan memasakkan sup daging yang lezat buat mereka...."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Subhanallah....! bergetar hebat relung batin Ra'fat saat mendengar penuturan kisah kemiskinan yang ada di hadapannya. Tidak pernah ia menyangka ada manusia yang melarat seperti ini. Maka serta-merta Ra'fat melangkah ke arah toko daging. Ia panggil salah seorang petugasnya. Lalu ia berkata kepada petugas toko, "Pak..., tolong siapkan untuk ibu itu dan keluarganya 1 kg daging dalam seminggu dan aku akan membayarnya selama setahun!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalimat yang meluncur dari mulut Ra'fat membuat wanita tadi menghentikan kegiatannya. Seolah tak percaya, ia angkat wajah dan menoleh ke arah Ra'fat. Kini mata wanita itu menatap dalam mata Ra'fat seolah ia berterima kasih lewat sorot pandang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Merasa malu ditatap seperti itu, Ra'fat menoleh ke arah petugas toko. Ia pun berkata, "Pak..., tolong jangan buat 1 kg dalam seminggu, aku rasa itu tidak cukup. Siapkan 2 kg dalam seminggu dan aku akan membayarnya untuk setahun penuh!" Serta-merta Ra'fat mengeluarkan beberapa lembar uang 500-an riyal Saudi lalu ia serahkan kepada petugas tadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usai Ra'fat membayar dan hendak meninggalkan toko daging, maka terhentilah langkahnya saat ia menatap wanita tadi tengah menengadah ke langit sambil mengangkat kedua belah tangannya seraya berdoa dengan penuh kesungguhan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Allahumma ya Allah... berikanlah kepada tuan ini keberkahan rezeki. Limpahkan karunia-Mu yang banyak kepadanya. Jadikan ia manusia mulia di dunia dan akhirat. Beri ia kenikmatan seperti yang Engkau berikan kepada para hamba-Mu yang shalihin. Kabulkan setiap hajatnya dan berilah ia kesehatan lahir dan batin.....dst"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Panjang sekali doa yang dibaca oleh wanita tersebut. Kalimat-kalimat doa itu terjalin indah naik ke langit menuju Allah Swt. Bergetar arsy Allah Swt atas doa yang dibacakan sehingga getaran itu terasa di hati Ra'fat. Ia mulai merasakan ketentraman dan kehangatan. Kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Hampir saja Ra'fat menitikkan air mata saat mendengar jalinan indah kalimat doa wanita tersebut. Andai saja ia tidak merasa malu, pastilah buliran air mata hangat sudah membasahi pipinya. Namun bagi Ra'fat pantang menangis..., apalagi dihadapan seorang wanita yang belum ia kenal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ra'fat lalu memutuskan untuk meninggalkan wanita tersebut. Ia berjalan tegap dan cepat menuju mobilnya. Dan ia belum juga merasakan keajaiban itu! Ya, keajaiban yang ditambah saat Ra'fat membuka dan menutup pintu mobil dengan gagah seperti manusia sehat sediakala!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh doa wanita itu memberi kedamaian pada hati Ra'fat. Sepanjang jalan di atas kendaraan Ra'fat terus tersenyum membayangkan doa yang dibacakan oleh sang wanita tadi. Perjalanan menuju rumah seorang kerabat itu menjadi indah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesampainya di tujuan lalu Ra'fat mengutarakan maksudnya. Ia berpamitan dan meminta restu. Ia katakan boleh jadi ia tidak lagi berumur panjang sebab sakit liver akut yang diderita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anehnya saat mendengar berita itu dari Ra'fat, sang kerabat berkata, "Ra'fat..., janganlah engkau bergurau. Kamu terlihat begitu sehat. Wajahmu ceria. Sedikit pun tidak ada tanda-tanda bahwa engkau sedang sakit."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Awalnya Ra'fat menganggap bahwa kalimat yang diucapkan kerabat tadi hanya untuk menghibur dirinya yang sedang sedih. Namun setelah ia mendatangi saudara dan kerabat yang lain, anehnya semuanya berpendapat serupa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua hari yang dimaksud pun tiba. Ia didampingi oleh istri dan beberapa anaknya kembali datang ke China. Hari yang dimaksud untuk menjalani operasi sudah disiapkan. Sebelum masuk ruang tindakan, beberapa pemeriksaan pun dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan itu dipelajari maka ketua tim dokter pun bertanya keheranan kepada Ra'fat dan keluarga:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aneh....! dua hari yang lalu kami dapati liver tuan Ra'fat rusak parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tapi setelah kami teliti, mengapa liver ini menjadi sempurna lagi?!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalimat dokter itu membuat Ra'fat dan keluarga menjadi bahagia. Berulangkali terdengar kalimat takbir dan tahmid di ruangan meluncur dari mulut mereka. Mereka memuji Allah Swt yang telah menyembuhkan Ra'fat dari penyakit dengan begitu cepat. Siapa yang percaya bahwa Allah yang memberi penyakit, maka ia pun akan yakin bahwa hanya Dia Swt yang mampu menyembuhkan. Jangan bersedih dan merasa hidup merana. Sadari bahwa dalam kegetiran ada hikmah bak mutiara!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-462694194224542180?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/462694194224542180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=462694194224542180' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/462694194224542180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/462694194224542180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/05/merasa-diri-paling-merana.html' title='MERASA DIRI PALING MERANA'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S_tvzydh1fI/AAAAAAAAA24/Eywb9Xwn3qo/s72-c/melas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4396418444110904553</id><published>2010-02-04T18:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-04T18:23:30.526-08:00</updated><title type='text'>Cepatnya Umur Kita Mencair Seperti Es</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S2uAGRvC4yI/AAAAAAAAAv4/Oh2Kd7QgrKg/s1600-h/gunung_es_di_antartika_mencair.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S2uAGRvC4yI/AAAAAAAAAv4/Oh2Kd7QgrKg/s400/gunung_es_di_antartika_mencair.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434578220680930082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita... semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu, berarti mendekatkan diri kita pada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kita pada kesengseraan neraka. Nauzubillah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. " Umurmu akan mencair seperti mencairnya es, " kata Imam Ibnul Jauzi. (Luthfu fil Wa'z, 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sahabatku,&lt;br /&gt;Semoga Allah memberkahi sisa usia kita, Permasalah terbesar setiap orang adalah ketika kecepatan umur dan waktu hidupnya tidak seiring dengan kecepatannya untuk menyelamatkan diri dari penderitaan abadi di akhirat. Ketika, usia yang sangat terbatas itu tidak berfungsi sebagai pelindung diri dari beratnya adzab dan siksa Allah swt. Di saat, banyaknya hembusan dan tarikan nafasnya tak sebanding dengan upaya dan jihadnya untuk terhindar dari lubang kemurkaan Allah. Ketika, jumlah detak jantung dan aliran darah yang di pompa di dalam tubuhnya, tak sebanyak gerak dan tingkahnya untuk menjauhi berbagai kemaksiatan yang dapat memunculkan kesengsaraan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Sesungguhnya jiwa kita adalah milik Allah dan kepada-Nya lah jiwa ini akan kembali....&lt;br /&gt;Suasana hati seperti inilah yang perlu kita tumbuhkan. Adakah di antara kita yang tidak mempunyai dosa? Atau merasa mampu menebus kotoran dan dosa yang telah dilakukan selama puluhan tahun usia yang telah lewat? Tentu tidak. Perasaan kurang, merasa banyak melakukan kemaksiatan, lalu menimbulkan penyesalan adalah bagian dari pintu-pintu rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada taubat.&lt;br /&gt;Suasana hati seperti inilah yang akan mendorogng pemilikinya bertekad mengisi hari dengan amal yang lebih untuk menebus kesalahan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, &lt;br /&gt;Mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih.....Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik kita....&lt;br /&gt;Semoga Allah meneguhkan kekuatan kita untuk melakukan kebaikan yang kita niatkan...&lt;br /&gt;Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milist&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4396418444110904553?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4396418444110904553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4396418444110904553' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4396418444110904553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4396418444110904553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/02/cepatnya-umur-kita-mencair-seperti-es.html' title='Cepatnya Umur Kita Mencair Seperti Es'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S2uAGRvC4yI/AAAAAAAAAv4/Oh2Kd7QgrKg/s72-c/gunung_es_di_antartika_mencair.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6519272002551308182</id><published>2010-02-04T02:20:00.001-08:00</published><updated>2011-05-08T23:45:47.855-07:00</updated><title type='text'>Link Al Qur'an Yang Sangat Bermanfaat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S2qgWQmkyqI/AAAAAAAAAvw/Qbc6riSgkww/s1600-h/Quran_cover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S2qgWQmkyqI/AAAAAAAAAvw/Qbc6riSgkww/s400/Quran_cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434332204650252962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tidak lupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link-link ini sangat bermanfaat untuk belajar bahasa arab dari Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://quran.bblm.go.id/"&gt;http://quran.bblm.go.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.quranexplorer.com/quran/"&gt;http://www.quranexplorer.com/quran/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.quranflash.com/"&gt;http://www.quranflash.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://corpus.quran.com/"&gt;http://corpus.quran.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mp3quran.net/eng/"&gt;http://www.mp3quran.net/eng/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://quranicaudio.com/"&gt;http://quranicaudio.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Search Engine Al-Qur'an: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://quran.myquran.org/"&gt;http://quran.myquran.org/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.islamicity.com/ps/"&gt;http://www.islamicity.com/ps/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6519272002551308182?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6519272002551308182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6519272002551308182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6519272002551308182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6519272002551308182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2010/02/link-al-quran-yang-sangat-bermanfaat.html' title='Link Al Qur&apos;an Yang Sangat Bermanfaat'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/S2qgWQmkyqI/AAAAAAAAAvw/Qbc6riSgkww/s72-c/Quran_cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6799234315428511577</id><published>2009-11-12T20:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T20:58:11.967-08:00</updated><title type='text'>Bila Al Qur'an Bisa Bicara</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Svzm7k8a8fI/AAAAAAAAAvk/6OWVZ6HofL0/s1600-h/footer-mushaf.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 207px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Svzm7k8a8fI/AAAAAAAAAvk/6OWVZ6HofL0/s400/footer-mushaf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403447564141523442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku&lt;br /&gt;Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci&lt;br /&gt;Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari&lt;br /&gt;Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari&lt;br /&gt;Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah dewasa...&lt;br /&gt;Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...&lt;br /&gt;Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...&lt;br /&gt;Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?&lt;br /&gt;Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya&lt;br /&gt;Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu&lt;br /&gt;Kadangkala aku dijadikan mas kimpoi agar engkau dianggap bertaqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan&lt;br /&gt;Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian&lt;br /&gt;Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.&lt;br /&gt;Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman&lt;br /&gt;Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV. &lt;br /&gt;Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia&lt;br /&gt;Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.&lt;br /&gt;Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)&lt;br /&gt;Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi&lt;br /&gt;Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu&lt;br /&gt;Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja&lt;br /&gt;Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu&lt;br /&gt;Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun&lt;br /&gt;E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan&lt;br /&gt;Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku&lt;br /&gt;Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV&lt;br /&gt;Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga&lt;br /&gt;Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk&lt;br /&gt;Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari&lt;br /&gt;Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu&lt;br /&gt;Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali&lt;br /&gt;Itupun hanya beberapa lembar dariku&lt;br /&gt;Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu&lt;br /&gt;Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila&lt;br /&gt;engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan&lt;br /&gt;diperiksa oleh para malaikat suruhanNya&lt;br /&gt;Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...&lt;br /&gt;Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...&lt;br /&gt;Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..&lt;br /&gt;Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu&lt;br /&gt;Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...&lt;br /&gt;Di kuburmu nanti....&lt;br /&gt;Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan&lt;br /&gt;Yang akan membantu engkau membela diri&lt;br /&gt;Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat&lt;br /&gt;Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu&lt;br /&gt;Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari&lt;br /&gt;Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci&lt;br /&gt;Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui&lt;br /&gt;Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...&lt;br /&gt;Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu&lt;br /&gt;Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu&lt;br /&gt;Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhilah aku kembali...&lt;br /&gt;Baca dan pelajari lagi aku....&lt;br /&gt;Setiap datangnya pagi dan sore hari&lt;br /&gt;Seperti dulu....dulu sekali...&lt;br /&gt;Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...&lt;br /&gt;Di surau kecil kampungmu yang damai&lt;br /&gt;Jangan aku engkau biarkan sendiri....&lt;br /&gt;Dalam bisu dan sepi....&lt;br /&gt;Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6799234315428511577?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6799234315428511577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6799234315428511577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6799234315428511577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6799234315428511577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/11/bila-al-quran-bisa-bicara.html' title='Bila Al Qur&apos;an Bisa Bicara'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Svzm7k8a8fI/AAAAAAAAAvk/6OWVZ6HofL0/s72-c/footer-mushaf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-2365872721021880383</id><published>2009-11-12T14:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T14:17:08.106-08:00</updated><title type='text'>Antara Lobak, Telur dan Kopi, Engkau Yang Mana?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SvyI9x-JLKI/AAAAAAAAAvc/HiZyj-knv2k/s1600-h/asp5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 393px; height: 326px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SvyI9x-JLKI/AAAAAAAAAvc/HiZyj-knv2k/s400/asp5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403344247905135778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya. Dia bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya. Dia nyaris menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah panci dengan air dan mendidihkannya di atas kompor. Setelah air di dalam ketiga panci tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah ke dalam panci pertama, telur dalam panci kedua, dan serbuk kopi dalam panci terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 20 menit, si ayah mematikan api. Dia menyisihkan lobak dan meletakannya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, Nak?"&lt;br /&gt;"Lobak, telur dan kopi", jawab si anak.&lt;br /&gt;Ayahnya meminta anaknya memakan lobak itu. Dia melakukannya dan mengakui bahwa lobak itu nikmat.&lt;br /&gt;Ayahnya meminta dia mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang matang. Terakhir, ayahnya meminta untuk minum kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan keharuman aroma. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ayah, sambil tersenyum menerangkan bahawa ketiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama, direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.&lt;br /&gt;"Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi?" tanya ayahnya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cobaan dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi? Yang mampu mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, menjadi sarana mengubah dirinya mencapai kualitas yang lebih tinggi lagi. Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lobak, telur dan kopi, engkau yang mana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-2365872721021880383?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/2365872721021880383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=2365872721021880383' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2365872721021880383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2365872721021880383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/11/antara-lobak-telur-dan-kopi-engkau-yang.html' title='Antara Lobak, Telur dan Kopi, Engkau Yang Mana?'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SvyI9x-JLKI/AAAAAAAAAvc/HiZyj-knv2k/s72-c/asp5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1389232130815916017</id><published>2009-11-11T13:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T14:00:55.916-08:00</updated><title type='text'>Me &amp; My Father</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SvszvXmVDHI/AAAAAAAAAvU/g-sR78Wf2Wg/s1600-h/t_2_Y6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SvszvXmVDHI/AAAAAAAAAvU/g-sR78Wf2Wg/s400/t_2_Y6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402969066842688626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;أنا وأبي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Me &amp; My Father&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 4 أعوام :أبي هو الأفضل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 4 Yrs Old: My father is THE BEST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 6 أعوام: أبي  يعرف كل الناس&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 6 Yrs Old : My father seems to know everyone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 10 أعوام: أبي ممتاز ولكن خلقه ضيق&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 10 Yrs Old : My father is excellent but he is short tempered&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 12عاما : أبي كان لطيفا عندما كنت صغيرا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 12 Yrs Old : My father was nice when I was little&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 14 عاما: أبي بدأ يكون حساسا جدا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 14 Yrs Old : My father started being too sensitive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 16 عاما: أبي لا يمكن أن يتماشى مع العصر الحالي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 16 Yrs Old: My father can't keep up with modern time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 18 عاما: أبي ومع مرور كل يوم يبدو كأنه أكثر حدة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 18 Yrs Old: My father is getting less tolerant as the days pass by&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 20 عاما: من الصعب جدا أن أسامح أبي، أستغرب كيف استطاعت أمي أن تتحمله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 20 Yrs Old: It is too hard to forgive my father, how could my Mum stand him all these years&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 25 عاما: أبي يعترض على كل موضوع&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 25 Yrs Old: My father seems to be objecting to everything I do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 30 عاما: من الصعب جدا أن أتفق مع أبى ، هل ياترى تعب جدى من أبي عندما كان شابا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 30 Yrs Old: It's very difficult to be in agreement with my father, I wonder if my Grandfather was troubled by my father when he was a youth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 40 عاما: أبي رباني في هذه الحياة مع كثير من الضوابط، ولابد أن أفعل نفس الشيء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 40 Yrs Old: My father brought me up with a lot of discipline, I must do the same&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 45 عاما: أنا محتار، كيف أستطاع أبي أن يربينا جميعا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 45 Yrs Old: I am puzzled, how did my father manage to raise all of us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 50 عاما: من الصعب التحكم في أطفالي، كم تكبد أبي من عناء لأجل أن يربينا ويحافظ علينا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 50 Yrs Old: It s rather difficult to control my kids how much did my father suffer for the sake of upbringing and protecting us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 55 عاما: أبي كان ذا نظرة بعيدة وخطط لعدة أشياء لنا، أبي كان مميزا ولطيفا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I was 55 Yrs Old: My father was far looking and had wide plans for us, he was gentle and outstanding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأنا عمري 60 عاما: أبي هو الأفضل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I become 60 Yrs Old: My father is THE BEST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جميع ما سبق احتاج إلى 56 عاما لإنهاء الدورة كاملة ليعود إلى نقطة البدء الأولى عند الـ 4 أعوام ' أبي هو الأفضل '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note that it took 56 Yrs to complete the cycle and return to the starting point 'My father is THE BEST&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلنحسن إلى والدينا قبل أن يفوت الأوان ولندع الله أن يعاملنا أطفالنا أفضل مما كنا نعامل والدينا! .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's be good to our parents before it's too late and pray to Allah that our own children will treat us even better than the way we treated our parents&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال تعالى: ' وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا  واخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإسراء آية 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thy Lord hath decreed, that ye worship none save Him, and (that ye show) kindness to parents. If one of them or both of them attain old age with thee, say not 'Fie' unto them nor repulse them, but speak unto them a gracious word.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1389232130815916017?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1389232130815916017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1389232130815916017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1389232130815916017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1389232130815916017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/11/me-my-father.html' title='Me &amp; My Father'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SvszvXmVDHI/AAAAAAAAAvU/g-sR78Wf2Wg/s72-c/t_2_Y6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6152553637590030821</id><published>2009-11-02T18:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T18:39:04.635-08:00</updated><title type='text'>Pemijat Itu Bisa Bangun Masjid dan Kampungnya</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Su-WUED8xjI/AAAAAAAAAvM/qCjjgoovKNI/s1600-h/sumirah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Su-WUED8xjI/AAAAAAAAAvM/qCjjgoovKNI/s400/sumirah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399699749672371762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA - Menjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancarai Surya untuk tulisan ini. "Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat," elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa empati Sumirah sudah terpupuk sejak kecil. Ia terbiasa bergaul dengan anak-anak yatim asuhan almarhum Atmorejo, ayahnya. "Saat itu ada 100 anak yatim dan anak-anak lain yang berlatih ilmu kanuragan (kebatinan) di rumah. Mereka semua tinggal di rumah," kata ibu lima anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara materi Sumirah kecil tercukupi, tetapi didikan ayahnya tidak membuatnya manja. Bahkan, sejak kelas II SD ia sudah menjadi tukang pijat alternatif, warisan keahlian turun temurun. Duitnya "ditabung" di mushala di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu saya masih ingat nasihat ayah, 'Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah'," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Begitu pula ketika orderan memijat merambah hingga Madiun, bahkan Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dua profesi itu belum cukup. Merasa waktunya masih senggang, Sumirah mencari pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut. "Karena pekerjaan banyak, rata-rata saya hanya tidur dua jam sehari. Mijat saja sehari hingga 20 kali," katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja keras itu impas dengan hasilnya. Sehari, tidak kurang ia mengantongi Rp 2 juta. Namun, limpahan uang itu tidak membuatnya mabuk. Uang itu dialirkan untuk membangun madrasah, mushala-mushala, dan masjid di desanya. Sumirah enggan menyebut nama mushala itu. "Nanti saya ndak diridaikalau pamer," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Sumirah pulang kampung. Jalan di desanya tidak bisa dilewati karena rusak berat. Prihatin, ia dan suaminya memperkeras seluruh jalan itu dengan paving blok. Walhasil, rencana naik haji seketika batal karena simpanan Rp 60 juta habis untuk ongkos paving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak pernah menyimpan uang di bank. Bukan apa-apa, tapi karena tanda tangan saya tidak pernah sama. Itu tentu tidak boleh kan?" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Sumirah teruji saat dia melihat banyak anak telantar di sekitar kampungnya. Dia nekat menampung 54 anak yatim itu di rumahnya yang berukuran 2,5 meter x 13 meter. "Sebagian dari mereka saya koskan di depan rumah. Saya sewa tiga kamar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah datang ketika anak asuhnya ndableg dengan menghabiskan air dan sabun milik ibu kos. Sekitar pukul 21.00 anak-anak itu diusir. "Mereka saya tampung di rumah saya. Jadi, mereka tidur sambil duduk," kata Sumirah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, Sumirah mencari kontrakan untuk mereka. Tawaran kontrakan Rp 4 juta ditolak karena Sumirah tak punya duit. Di tengah kesulitan ia berdoa. Mendadak ada semacam dorongan untuk menghubungi Pak Triyono, dermawan dari Barata Jaya, Surabaya. Sumirah kaget, Pak Triyono memberinya zakat maal (zakat kekayaan) sejumlah Rp 4 juta. "Agar tidak mengganggu penduduk kampung, pagi-pagi sekali kami pindahan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panti Asuhan Amanah kini menampung 60 anak yatim, dibangun Sumirah pada 1996. Mereka kanak-kanak hingga remaja. Belum lama ini Sumirah mengasuh balita yang ditinggal mati bapaknya. Amelia, balita itu, sekarang berumur sembilan bulan. "Oh ya, Saya sudah menikahkan 13 anak di sini, 16 Oktober nanti saya mantu lagi," ujarnya dengan mata berbinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencukupi hidup anak asuhnya, Sumirah tidak mengandalkan bantuan donatur yang sebagian adalah pelanggan pijatnya. Selepas subuh, anak yatim itu berdagang kelapa kupas, sayuran, dan bumbu. Sumirah dan suami juga membuka toko kelontong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakhiri kisahnya, Sumirah sempat bilang, "Pergunakanlah mata hati. Banyak orang pintar yang belum tentu mengerti." (MUSAHADAH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/19/08462836/pemijat.itu.bisa.bangun.masjid.dan.kampungnya"&gt;http://www.kompas.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6152553637590030821?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6152553637590030821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6152553637590030821' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6152553637590030821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6152553637590030821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/11/pemijat-itu-bisa-bangun-masjid-dan.html' title='Pemijat Itu Bisa Bangun Masjid dan Kampungnya'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Su-WUED8xjI/AAAAAAAAAvM/qCjjgoovKNI/s72-c/sumirah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3235212390608428055</id><published>2009-10-31T18:53:00.000-07:00</published><updated>2009-11-01T15:39:18.478-08:00</updated><title type='text'>Sekecil Apapun Amal Tidak Akan Sia-sia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Su4cC_SuExI/AAAAAAAAAvE/f1HLiwbZEdk/s1600-h/1.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 330px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Su4cC_SuExI/AAAAAAAAAvE/f1HLiwbZEdk/s400/1.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399283840939070226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan sebenarnya tidaklah sia-sia, baik untuk orang lain maupun untuk diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih dari itu adalah bahwa kebaikan yang kita perbuat mengalami snowball effect (semakin lama menggelinding, semakin besar bolanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mungkin sebabnya Sayyidina Muhammad al-Bagir menasehati putranya, Sayyidina Jaâfar ash-Shadiq,..duhai anakku, sesungguhnya Allah SWT menyembunyikan tiga di balik tiga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ia menyembunyikan ridha-Nya di dalam ketaatan kepada-Nya.&lt;br /&gt;Karena itu, janganlah kau remehkan sekecil apapun ketaatan karena mungkin di situlah terletak ridha-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ia menyembunyikan amarah-Nya dalam maksiat. &lt;br /&gt;Karena itu, janganlah kau remehkan sekecil apapun perbuatan maksiat karena mungkin di situlah terletak amarah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ia menyembunyikan kekasih-Nya di antara makhluk-makhluk-Nya.&lt;br /&gt;Karena itu, janganlah kau remehkan sehina apapun makhluk-Nya, karena mungkin ia adalah kekasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Send from : Majelis Ta'lim Raudhatul Musthafa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3235212390608428055?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3235212390608428055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3235212390608428055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3235212390608428055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3235212390608428055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/10/sekecil-apapun-amal-tidak-akan-sia-sia.html' title='Sekecil Apapun Amal Tidak Akan Sia-sia'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/Su4cC_SuExI/AAAAAAAAAvE/f1HLiwbZEdk/s72-c/1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-2913560608886970691</id><published>2009-10-22T20:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T20:58:05.127-07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Kesahajaan Buruh Nepalis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SuEptLVO4GI/AAAAAAAAAuY/lxyQabRMgLE/s1600-h/nepalis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 347px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SuEptLVO4GI/AAAAAAAAAuY/lxyQabRMgLE/s400/nepalis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395639684679262306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gedung tempat kami tinggal tergolong baru. Berlantai lima. Masih tampak cukup bagus. Meski bukan Barak Obama yang tinggal, tapi cocok jika namanya Nobel Residence. Belum juga 3 tahun umurnya. Di Doha, tinggal di gedung semacam ini, tidak semua orang mampu membayar biaya sewanya. Mahal sekali buat ukuran Indonesia. Per bulannnya, bisa mencapai tidak kurang dari 20 juta. Di Jakarta, jumlah yang sama, kita bisa tinggal di rumah mewah. Tapi lain Jakarta, lain pula Qatar. Di dalamnya, tentu orang-orang yang penghasilannya cukup mapan. Semua penghuninya punya mobil. Setidaknya itu yang saya tahu. Dan yang kedua, mereka pasti menduduki posisi yang tidak sembarangan di tempat kerja. Jika tidak, jangan harap mampu menyewa apartemen seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan gedung kami, justru berbanding terbalik. Jangankan gedungnya punya nama. Nomer saja juga tidak terpampang. Apalagi yang bermobil. Kalaupun ada mobil di parkir di depannya, paling-paling juga pembeli di toko grocery sebelah, yang kesulitan mencari tempat parkier. Atau paling banter bis bercat kuning yang setiap pagi-pagi sekali menjemput pegawai perusahaan, juga pada petang harinya. Saya tidak tahu berapa penghuninya, yang pasti puluhan yang berdesakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi pagi sekali, sekitar jam 5, saya biasanya melihat segerombolan orang pada duduk-duduk di emperan gedung bercat putih yang sudah usang itu. Ada yang merokok, ada pula yang sambil menyantap makanan, sarapan pagi. Beberapa orang juga tidak jarang menguap, tanda masih ngantuk. Banyak juga yang berjalan, ngobrol, sambil mengenakan baju seragam kerja. Pertanda bahwa mereka besar kemungkinan tidak memiliki waktu untuk mandi. Saya yakin, bahwa jumlah kamar mandinya amat terbatas, sehingga mereka tidak sempat mendapatkan giliran. Kalaupun dapat nantinya, mereka sangat kuatir ketinggalan bis yang umumnya tidak kenal maaf atas keterlambatan para pekerja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tinggal di depan gedung kami, dan banyak lagi di sekitar area di mana kami tinggal, adalah pekerja kecil, alias buruh di Qatar, sebuah negara Islam yang tergolong kaya. Tidak saya lihat mereka yang berasal dari Indonesia. Rata-rata, sepengetahuan saya, mereka berasal dari Nepal, India, Banglades dan atau Srilanka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penampilannya, orang dapat dengan gampang sekali menebak taraf sosial-ekonomi mereka. Mulai dari wajah, cara bicara, sikap dan tingkah laku, hingga cara berpakaian. Orang-orang kebanyakan ini berangkat kerja pagi-pagi sekali, ketika para eksekutif masih tertidur lelap. Mereka adalah pekerja kasar. Pekerjaan mereka tidak lain kecuali disuruh. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk ‘berinisiatif’ dalam bekerja. Paling banter, jika diijinkan, di dalam sebuah bangunan,hanya sebatas membetulkan kayu yang roboh, atau mengambil paku yang tergeletak keluar dari tempat yang semestinya. Mereka tidak berani bicara di perusahaannya. Mereka tetap diam ketika gajinya terlambat. Ketika tidak diijinkan untuk makan siang lebih awal, atau ketika badan terasa tidak nyaman pun, harus berulang kali meminta ijin kepada supervisornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat sekali sepertinya pekerjaan orang-orang kecil yang setiap pagi hari berbaris di depan mata kepala saya ini. Meski demikian, Allah memang Maha Adil. sesekali saya melihat mereka begitu nikmat dalam tidur lelapnya dalam perjalanan menuju tempat kerja mereka yang menurut saya rata-rata adalah pekerja bangunan. Sementara para eksekutif yang kaya raya sulit sekali bisa tidur di rumah mewah di atas kasur yang mahal sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Adalah Shafiq (Baca: Syafiq). Orang asal Nepal ini secara fisik kelihatan seperti orang Banglades. Orang Nepal umumnya berkulit agak kekuningan. Sementara Banglades coklat tua. Dugaan saya salah, ketika saya tanya: “Are you from Bangladesh?” Dia jawab: “No! I am Nepali.” Dia satu di antara para pekerja yang tinggal di depan gedung kami. Setiap hari saya amati Shafiq selalu rajin ke masjid, terutama saat Maghrib dan Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur tubuhnya pendek, kecil, berat badannya tidak lebih dari 55 kg menurut saya. Ketika saya tanya lagi apa profesinya, dia bilang ‘miscellaneous’. Sembarangan alias campuran. Jika bosnya butuh dia untuk kepentingan pekerjaan yang ada hubungannya dengan maintenance, dia akan garap. Demikian pula dengan perkayuan, pipa, listrik, dan lain-lain. Padahal, orang-orang yang tinggal di gedung kami, pasti mengaku orang-orang spesialis. Tidak mau disuruh jika bukan pekerjaannya. Tapi soal penghasilan, Shafiq ini minim sekali untuk ukuran orang-orang Qatar. Perkiraan saya sekitar 10% dari biaya sewa apartemen kami. Bisa dibayangkan, bagaimana mungkin orang semacam Shafiq bisa tinggal di tempat layak di negara semacam Qatar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila malam Jumat tiba, ba’da maghrib, dia selalu jalan lurus dari masjid, bukannya belok ke gedung di mana dia tinggal. Saat saya tanya pergi ke mana, dia bilang menelepon keluarganya di Nepal, lewat komputer yang katanya jauh lebih murah disbanding lewat Telkom (QTel). Maklum, orang seperti Shafiq pasti tidak memiliki komputer. Jangankan punya komputer, koneksi listrik untuk nge-charge HP nya saja harus gantian antri dengan kawan-kawannya yang jumlahnya puluhan di gedung tersebut. Jadi bagaimana mungkin dia bisa punya akses internet? Shafiq tidak pernah mimpi untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak lima orang anak ini suatu ketika raut mukanya menyembunyikan kesedihan. Ketika saya dekati dia katakan akan menelepon keluarganya. Siang hari ketika sedang kerja, dia mendapatkan berita duka dari seorang kerabatnya, bahwa Ibundanya telah berpulang ke rahmatullah. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ditengah kesediahnnya, tersirat keteguhan jiwa seorang bapak yang sedang berjuang demi keluarganya di negeri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shafiq ternyata bukan seperti orang yang saya duga. Saya jadi merasa bersalah. Di bulan Ramadan, di masjid di mana kami biasa Salat berjamaah, pada waktu berbuka, selalu ramai makanan. Saya juga melihat begitu banyaknya makanan yang tersaji saat berbuka ini, sehingga banyak pula yang mubazir, terbuang. Padahal, makanan ini terlihat lezat sekali. Daging kambing, sapi dan ayam selalu menyertai, di samping buah-buahan, sayuran dan aneka menu berbuka puasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dari masjid usai Salat Asar, saya bertanya kepada Shafiq, mengapa dia harus repot-repot dia belanja dan masak makanan di rumah, sementara begitu banyak makanan yang tersaji di masjid. Dalam pikiran saya, kan dia bersama rekan-rekannya bisa saja gabung duduk bersama pada saat berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa jawabannya: “Makanan itu untuk orang-orang yang tidak mampu. Bukan seperti kita, saya atau anda!” katanya. Subhanallah! Padahal, saya tahu persis, berapa jumlah penghasilan orang-orang seperti Shafiq. Jangankan untuk menyewa rumah sendiri, untuk sharing satu kamar yang berisi 4 tempat tidur saja di Doha, bisa jadi dia tidak mampu. Meski demikian, dia merasa tidak patut dikasihani dengan makanan gratis di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang-orang eksekutif di negeri ini, banyak yang memiliki mentalitas yang rendah. Sudah mendapatkan penghasilan besar, masih juga ingin mendapatkan tambahan lagi yang lebih banyak. Jikalaupun makanan akan bisa diperoleh dengan gratis, seperti yang ada di masjid di atas, jangan-jangan yang memenuhi bukan para buruh sekelas Shafiq. Malahan penuh dengan para eksekufi kita. Astaghfirullah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Di lain kesempatan…….dalam perjalanan ke masjid menjelang Maghrib tadi, di depan saya, tiga orang asal Nepal, bersarung dan mengenakan peci putih, keluar dari gedung di mana Shafiq tinggal. Tiga orang ini selalu saya lihat bareng ketika berangkat dan pulang dari masjid. Usia mereka sebaya, sekitar 40 tahunan. Ketiga-tiganya juga buruh kasar. Pakaiannya tampak sudah tua termakan usia. Warnanya juga tidak lagi bisa dikenali aslinya. Sesekali saya melihat mereka membetulkan ikatan sarungnya yang melorot. Orang Islam Nepal ternyata juga gemar mengenakan sarung kita, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan santainya, mereka berjalan bersama, seolah-olah jalan yang mereka lewati adalah milik mereka bertiga. Saya tahu mereka pasti tahu dan kenal Shafiq. Bedanya, Shafiq bukan kelompoknya. Sama seperti di negeri kita saja, yang kenal pun bukan berarti satu kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang seperti para buruh asal Nepal ini kelihatan begitu bersahaja. Kelihatan sekali dari pancaran wajah mereka, bukan seperti orang-orang yang banyak bicara dan suka menuntut. Apakah karena itu membuat banyak buruh-buruh di Qatar didominasi oleh orang-orang Nepal? Wallahu a’lam. Saya lihat di banyak sektor, orang-orang Nepal ini ‘bertaburan’ di mana-mana, tidak terkeluali di tempat saya bekerja. Rendah diri, sederhana dan baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan dikira dibalik penampilan fisik yang kecil ini mereka lemah. Karena kita tahu, pasukan Gorka yang terkenal adalah dari Nepal yang bekas jajahan dan binaan Inggris. Hingga saat ini, Security Group yang terkenal di Timur Tengah direkrut dari Nepal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang yang saya amati di depan saya ini saat di masjid ternyata tidak memilih di sembarang barisan atau tempat. Mereka pilih di depan atau paling tidak baris kedua. Subhanallah! Dalam soal dunia, barangkali mereka tidak punya pilihan lain kecuali sebagai buruh karena keterbatasan kualifikasi mereka. Namun dalam soal ibadah, mereka tidak mau ketinggalan. Mereka ingin di barisan depan. Buruh-buruh ini ingin dan berani ‘bersaing’ dengan bersegera menjawab azdan serta salat di garda terdepan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** &lt;br /&gt;Buruh. Di manapun berada, biasanya selalu dipandang dengan sebelah mata. Kelebihannya tidak pernah dicatat. Kesalahannya senantiasa dicari. Kebenarannya dianggap biasa, kekhilafannya dilipat-gandakan. Mereka bukan hanya tidak punya dalam arti materi, tetapi juga acapkali diinjak-injak martabat dan harga dirinya. Tidak jarang mereka serba salah dalam banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri seberang, buruh-buruh kita, tidak sedikit yang mendapatkan perlakukan sewena-wena dari boss dan atau majikan mereka. Layaknya mereka tidak pernah memberikan kontribusi positif sama sekali bagi perusahaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buruh-buruh asal Nepal di sekitar gedung kami ini sepertinya bukan manusia-manusia istimewa di dunia modern yang sudah diwarnai dengan berbagai polusi ambisi dan reputasi, sebagaimana yang banyak terjadi di sekitar kita. Mereka membikin saya terpukau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memang tidak memimpikan punya mobil pribadi dan memiliki tempat parkir sendiri seperti di Nobel Residence. Tapi mereka adalah sosok manusia yang berlomba-lomba menuju kebaikan guna mendapatkan ridha Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, demikian pikir saya, sekalipun tidak mendapatkannya di dunia ini, siapa tahu dengan seijin Allah SWT, dengan untaian kebajikan meski hanya berpredikat buruh, kelak bakal di dapatkannya ‘Nobel Residence’ yang keindahannya melebihi Puncak Himalaya di Surga kelak. Wallahu a’lam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 20, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Syaifoel Hardy - Shardy2@hotmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-2913560608886970691?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/2913560608886970691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=2913560608886970691' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2913560608886970691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2913560608886970691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/10/belajar-dari-kesahajaan-buruh-nepalis.html' title='Belajar Dari Kesahajaan Buruh Nepalis'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SuEptLVO4GI/AAAAAAAAAuY/lxyQabRMgLE/s72-c/nepalis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-2115742755550532676</id><published>2009-10-19T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T20:18:35.868-07:00</updated><title type='text'>A Story To Live</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/St0r-V06NEI/AAAAAAAAAuQ/n-wUQhCdsHE/s1600-h/thank+God.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/St0r-V06NEI/AAAAAAAAAuQ/n-wUQhCdsHE/s400/thank+God.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394516278670668866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There was a blind girl who hated herself because she was blind. She hated&lt;br /&gt;everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She&lt;br /&gt;told her boyfriend, 'If I could only see the world, I will marry you.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                               One day,&lt;br /&gt;       someone donated a pair of eyes to her. When the bandages&lt;br /&gt;              came off, she was able to see everything,&lt;br /&gt;                       including her boyfriend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He asked her, 'Now that you can see the world, will you marry me?' The&lt;br /&gt;       girl looked at her boyfriend and saw that he was blind.&lt;br /&gt;             The sight of ! his closed eyelids shocked her.&lt;br /&gt;                      She hadn't expected that.&lt;br /&gt;         The thought of looking at them the rest of her life&lt;br /&gt;                   led her to refuse to marry him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Her boyfriend left in tears and days later wrote a note to her&lt;br /&gt;                               saying:&lt;br /&gt;                'Take good care of your eyes, my dear,&lt;br /&gt;                     for before they were yours,&lt;br /&gt;                           they were mine.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               This is how the human brain often works our status changes.&lt;br /&gt;     Only a very few remember what life was like before, and who&lt;br /&gt;       was always by their side in the most painful situations.&lt;br /&gt;                            Life Is a Gift !      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  Today before you say an unkind word&lt;br /&gt;                 - Think of someone who can't speak.&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;           Before you complain about the taste of your food&lt;br /&gt;              - Think of someone who has nothing to eat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;            Before you complain about your husband or wife&lt;br /&gt;     - Think of someone who's crying out to GOD for a companion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 Today before you complain about life&lt;br /&gt;         - Think of someone who died too! early on this earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Before you complain about your children&lt;br /&gt;    - Think of someone who desires children but they're barren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Before you argue about your dirty house someone didn't clean or sweep&lt;br /&gt;         - Think of the people who are living in the streets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Before whining about the distance you drive&lt;br /&gt;    -Think of someone who walks the same distance with their feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                               And when you are tired and complain about your job&lt;br /&gt;               - Think of the unemployed, the disabled, and thos e who wish they had your job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  But before you think of pointing the finger or condemning another&lt;br /&gt;            - Remember that not one of us is without sin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              And when depressing thoughts seem to get you down&lt;br /&gt;                - Put a smile on your face and think:&lt;br /&gt;                    you're alive and still around.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-2115742755550532676?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/2115742755550532676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=2115742755550532676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2115742755550532676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2115742755550532676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/10/story-to-live.html' title='A Story To Live'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/St0r-V06NEI/AAAAAAAAAuQ/n-wUQhCdsHE/s72-c/thank+God.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-8354615303403849027</id><published>2009-10-15T23:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-15T23:48:55.912-07:00</updated><title type='text'>Ciri-ciri Orang Yang Memiliki Keikhlasan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/StgW4wgTKnI/AAAAAAAAAuI/KeCtYfLQvEY/s1600-h/pengemis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 294px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/StgW4wgTKnI/AAAAAAAAAuI/KeCtYfLQvEY/s400/pengemis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393085718125030002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri dari orang yang memiliki keikhlasan diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,*&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat&lt;br /&gt;dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang&lt;br /&gt;memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin&lt;br /&gt;bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu&lt;br /&gt;berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian yang&lt;br /&gt;sempurna dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk*&lt;br /&gt;Sayyidina Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk&lt;br /&gt;mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak&lt;br /&gt;akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu&lt;br /&gt;sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan&lt;br /&gt;senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil*&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau&lt;br /&gt;mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan&lt;br /&gt;diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam&lt;br /&gt;tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu&lt;br /&gt;dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan&lt;br /&gt;sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna&lt;br /&gt;dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan&lt;br /&gt;menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia*&lt;br /&gt;Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji&lt;br /&gt;dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi&lt;br /&gt;sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut&lt;br /&gt;akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ?&lt;br /&gt;apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih&lt;br /&gt;enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan sebagai amalan yang ikhlas.&lt;br /&gt;Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belumlah&lt;br /&gt;ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi*&lt;br /&gt;Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari&lt;br /&gt;keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian&lt;br /&gt;makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu relatif&lt;br /&gt;dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap sebagai&lt;br /&gt;pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi sosok&lt;br /&gt;penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan yang&lt;br /&gt;paling baik dan yang harus senantiasa kita usahakan adalah penilaian dan&lt;br /&gt;pengakuan dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Seri Mutiara Al Hikam oleh *Aa Gym.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-8354615303403849027?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/8354615303403849027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=8354615303403849027' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/8354615303403849027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/8354615303403849027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/10/ciri-ciri-orang-yang-memiliki.html' title='Ciri-ciri Orang Yang Memiliki Keikhlasan'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/StgW4wgTKnI/AAAAAAAAAuI/KeCtYfLQvEY/s72-c/pengemis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-8029315565637059350</id><published>2009-10-14T15:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T16:03:02.507-07:00</updated><title type='text'>Waspadai Fenomena Negatif FB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/StZXPVxEgmI/AAAAAAAAAtc/EPSm8CwWqGc/s1600-h/facebook-status.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 260px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/StZXPVxEgmI/AAAAAAAAAtc/EPSm8CwWqGc/s400/facebook-status.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392593524875362914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang selebritis yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentari orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentari lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ribuan status-status yang numpang beken dan ingin ada komen-komen dari lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi rasa malu, tertuang semua di halaman tersebut, halaman dunia maya yang menjadikan penikmatnya tak lagi merasa canggung dan malu menulis dan berkomentar karena memang tak ada lagi yang dianggap tabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pengawasan dari administrator yang menjadikan penikmatnya semakin merasa bebas dan cenderung merasa sah-sah saja apa yang mereka tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yang didalam foto tersebut sekarang sudah berjilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah bekeluarga, berkehidupan yang bermartabat, yaitu foto saat dulu bersama teman-teman prianya bergandengan dengan ceria....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan fenomena di atas harusnya menjadi pertanda bagi mereka yang mau berpikir, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka para wanita yang telah merintis jalan yang mereka yakini jauh lebih mulia dengan menutup kehormatannya, menjadi teriris hatinya melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat. Sedangkan mereka tak dapat berbuat apa-apa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat kehormatan diri kita luntur tak berbekas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: milist&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-8029315565637059350?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/8029315565637059350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=8029315565637059350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/8029315565637059350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/8029315565637059350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/10/waspadai-fenomena-negatif-fb.html' title='Waspadai Fenomena Negatif FB'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/StZXPVxEgmI/AAAAAAAAAtc/EPSm8CwWqGc/s72-c/facebook-status.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-1865660663502364798</id><published>2009-09-18T16:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T16:52:59.467-07:00</updated><title type='text'>1000 Kelereng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SrQdTXUCCtI/AAAAAAAAAs4/WUexZzSwnyo/s1600-h/marbles.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SrQdTXUCCtI/AAAAAAAAAs4/WUexZzSwnyo/s400/marbles.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382959673127340754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang, apakah yang telah anda dapatkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ……..&lt;br /&gt;kesedihan&lt;br /&gt;keraguan&lt;br /&gt;kebosanan&lt;br /&gt;rasa marah&lt;br /&gt;putus asa&lt;br /&gt;hambatan&lt;br /&gt;permusuhan&lt;br /&gt;pesimis&lt;br /&gt;kegagalan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ataukah …….&lt;br /&gt;kebahagiaan&lt;br /&gt;kepercayaan&lt;br /&gt;antusias&lt;br /&gt;cinta kasih&lt;br /&gt;motivasi&lt;br /&gt;peluang&lt;br /&gt;persahabatan&lt;br /&gt;optimis&lt;br /&gt;kesuksesan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu akan berlalu dengan cepat. Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini. Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-1865660663502364798?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/1865660663502364798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=1865660663502364798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1865660663502364798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/1865660663502364798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/09/1000-kelereng.html' title='1000 Kelereng'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SrQdTXUCCtI/AAAAAAAAAs4/WUexZzSwnyo/s72-c/marbles.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4895225973206633768</id><published>2009-09-18T02:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T02:48:11.668-07:00</updated><title type='text'>Info Website-website Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SrNXMO2jmvI/AAAAAAAAAsw/LQGhpdKMfp8/s1600-h/islamic.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SrNXMO2jmvI/AAAAAAAAAsw/LQGhpdKMfp8/s400/islamic.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382741847294843634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.belajarbaca-alquran.com Metode Cepat Belajar Membaca Al Qur'an&lt;br /&gt;Secara Online&lt;br /&gt;- www.kharismarisalah.com Lembaga Tahsin Tahfidz Quran Ustmani – LTQ&lt;br /&gt;Kharisma Risalah&lt;br /&gt;- www.layananquran.com Pusat Layanan al Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bunyan.co.id Bunyan, Membentuk Generasi Ideal Masa Depan yang&lt;br /&gt;Berakhlak Mulia, Cerdas, Kreatif, Imajinatif&lt;br /&gt;- www.chavitakidz.com Chavita Kidz, Muslim Children Wear&lt;br /&gt;- www.klikcms.com CMSstore&lt;br /&gt;- www.namaislami.com Nama-nama Islami indah berkualitas&lt;br /&gt;- www.pasitb.net Pembinaan Anak-Anak Salman (PAS) ITB&lt;br /&gt;- www.robotika.or.id Pusat Pengembangan Teknologi pada Anak (PPTA)&lt;br /&gt;- www.sekolahalambandung.com Sekolah Alam Bandung&lt;br /&gt;- www.sekolahalambogor.org Sekolah Alam Bogor&lt;br /&gt;- www.sekolahalamdepok.com Sekolah Alam Depok&lt;br /&gt;- www.sekolahalamtangerang.org Sekolah Alam Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.assalaam.or.id/casa/ Club Astronomi Santri Assalaam (CASA)&lt;br /&gt;- www.rukyatulhilal.org Rukyatul Hilal Indonesia (Indonesian Crescent&lt;br /&gt;Observation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.mubarakah.com PT. Asuransi Syari'ah Mubarakah&lt;br /&gt;- www.takaful.com Takaful Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.eramuslim.com Berita dunia Islam&lt;br /&gt;- www.eramuslimdigest.com Eramuslim Digest&lt;br /&gt;- www.hidayatullah.com Hidayatullah.com&lt;br /&gt;- www.infomuslim.net InfoMuslim.net&lt;br /&gt;- www.infopalestina.com Pusat Informasi Palestina&lt;br /&gt;- www.majalahgontor.co.id Majalah Gontor&lt;br /&gt;- www.republika.co.id Republika Online&lt;br /&gt;- www.sabili.co.id Sabili Cybernews&lt;br /&gt;- www.swaramuslim.net Swaramuslim.net&lt;br /&gt;- www.warnaislam.com Warna Islam, how colored are you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku, Penerbitan, dan Percetakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bukusenayan.com Senayan Abadi Publishing&lt;br /&gt;- www.cordova-bookstore.com Cordova Bookstore Online&lt;br /&gt;- www.daarelkutub.com Daar El Kutub El Arabia&lt;br /&gt;- www.erabookstore.com Toko Buku Online&lt;br /&gt;- www.eraintermedia.com Era Intermedia, menerbitkan buku-buku pemikiran&lt;br /&gt;dan pergerakan&lt;br /&gt;- www.gemainsani.co.id Gema Insani Online&lt;br /&gt;- www.islamic-bookfair.com Islamic Book Fair (IBF) Jakarta&lt;br /&gt;- www.kautsar.co.id Pustaka Al-Kautsar&lt;br /&gt;- www.penerbitakbar.com Penerbit AKBAR&lt;br /&gt;- www.penerbitpena.com Penerbit Pena&lt;br /&gt;- www.qultummedia.com Qultum Media&lt;br /&gt;- www.robbanipress.co.id Robbani Press Online&lt;br /&gt;- www.rumahbukumufti.com Rumah Buku Mufti Agency&lt;br /&gt;- www.sahabatmuslim.com Toko Buku Islam Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah dan Harakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- at-tabayyun.tripod.com At-Tabayyun&lt;br /&gt;- dakwah-online.web.id Dakwah Online, Sampaikanlah walau satu ayat.&lt;br /&gt;- ulwani.tripod.com Al Ikhwan Al Muslimun, Anugerah Allah yang Terzalimi&lt;br /&gt;- www.al-ikhwan.net Kajian Islam berlandaskan Al-Qurâ€™an dan As-Sunnah&lt;br /&gt;- www.al-intima.com Majalah Dakwah Islam Al-Intima&lt;br /&gt;- www.boemi-islam.com Boemi Islam, Bumi Perjuangan dan Pergerakan&lt;br /&gt;- www.cyberdakwah.net Segala hal tentang dakwah, artikel Islami, harokah,&lt;br /&gt;romantika di jalan dakwah, dll.&lt;br /&gt;- www.dakwah.info &lt;http://www.dakwah.info/v2/&gt; Dakwah Info&lt;br /&gt;- www.perisaidakwah.com Meluruskan syubhat, menjaga Istiqomah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bengkelrohani.com Bengkel Rohani Official Website&lt;br /&gt;- www.ghoibruqyah.com Ghoib Ruqyah Syar'iyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi &amp; Bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.ekonomisyariah.net Portal Ekonomi Syariah Indonesia&lt;br /&gt;- www.ekonomisyariah.org Masyarakat Ekonomi Syariah (MES)&lt;br /&gt;- www.fossei.org Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI)&lt;br /&gt;- www.iseg-unpad.org Islamic Studies of Economics-Group (ISEG) FE Unpad&lt;br /&gt;- www.jpmi.or.id Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI)&lt;br /&gt;- www.karimconsulting.com KARIM Business Consulting&lt;br /&gt;- www.mesbatam.com Masyarakat Ekonomi Syariah Batam&lt;br /&gt;- www.niriah.com Niriah.Com – Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen Sesuai&lt;br /&gt;Syariah&lt;br /&gt;- www.p3ei.com Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI)&lt;br /&gt;- www.pasarmuslim.com Pasarmuslim.com, Media Iklan dan Bisnis&lt;br /&gt;- www.pkes.org Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES)&lt;br /&gt;- www.pkesinteraktif.com PKESinteraktif.com, Kantor Berita Ekonomi&lt;br /&gt;Syariah Indonesia&lt;br /&gt;- www.sebi.ac.id STIE Shari'ah Economics &amp; Banking Institute&lt;br /&gt;- www.senyumuslim.com Senyumuslim, Waralaba Toko Buku Islam&lt;br /&gt;- www.seputarkita.com Wijawiyata Jaring Asia&lt;br /&gt;- www.shariaheconomics.org Shariah Economics Forum (SEF)&lt;br /&gt;- www.tazkiaonline.com TazkiaOnline.com, Merangkai Jejaring Ekonomi&lt;br /&gt;Syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.paham-indonesia.co.cc Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia&lt;br /&gt;(PAHAM) Indonesia&lt;br /&gt;- www.spartanlawfirm.com SPARTAN Advocates and Legal Consultants&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.informasihaji.com Informasi Haji Departemen Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.beritaiptek.com Berita IPTEK Online&lt;br /&gt;- www.harunyahya.com/indo &lt;http://www.harunyahya.com/indo/index.php&gt; Harun&lt;br /&gt;Yahya&lt;br /&gt;- www.insight-magazine.com/indo Insight Magazine&lt;br /&gt;- www.istecs.org Institute for Science and Technology Studies (ISTECS)&lt;br /&gt;- www.miti.or.id Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalisme dan Kepenulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kamus.javakedaton.com Kamus Bahasa Arab – Indonesia&lt;br /&gt;- www.flpjepang.com Rumah Cinta, Forum Lingkap Pena (FLP) Jepang&lt;br /&gt;- www.forumlingkarpena.net Forum Lingkar Pena (FLP)&lt;br /&gt;- www.penulislepas.com &lt;http://www.penulislepas.com/v2&gt; Kiprah dan&lt;br /&gt;komunitas penulis lepas di internet&lt;br /&gt;- www.wedangjae.com Komunitas Wedangjae. Wacana dan Analisis Jurnalisme&lt;br /&gt;Empatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemudaan, Pelajar, dan Mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- acmy.id.or.id Al Aqobah Creative Moslem Youth (ACMY)&lt;br /&gt;- al-hadiid.brawijaya.ac.id KBM Al Hadiid Fakultas Teknik Universitas&lt;br /&gt;Brawijaya&lt;br /&gt;- isi.stiki.ac.id Ikatan Studi Islam (ISI) STIKI Malang&lt;br /&gt;- kmik.fkt.ugm.ac.id Keluarga Mahasiswa Islam Kehutanan FKT UGM&lt;br /&gt;- nadwah-unsri.org &lt;http://www.nadwah-unsri.org/&gt; Wahana Dakwah Islamiyah&lt;br /&gt;Universitas Sriwijaya (NADWAH UNSRI)&lt;br /&gt;- pengajian.unsoed.net Kajian Islam Civitas Akademika Unsoed&lt;br /&gt;- pusdipa.smkn7-smr.sch.id Pusat Studi Islam Pelajar (Puspida) SMKN 7&lt;br /&gt;Samarinda&lt;br /&gt;- rohis31.piczo.com Rohani Islam SMAN 31&lt;br /&gt;- thulabi-yogya.webs.com Thulabi Yogya&lt;br /&gt;- ukki.eepis-its.edu Unit Kegiatan Kerohanian Islam PENS ITS&lt;br /&gt;- ukmi.uns.ac.id Jamaah Nurul Huda UKM Islam Univ Sebelas Maret Surakarta&lt;br /&gt;- www.adz-dzikru.com Rohis SMK Negeri 1 Kota Bekasi&lt;br /&gt;- www.al-azzam.com LDK Al Azzam Universitas Budi Luhur&lt;br /&gt;- www.arrojaa.com Arrojaa SMAN 5 Bogor&lt;br /&gt;- www.arrojaa.com Forum Komunikasi Muslim Alumni SMAN 5 Bogor&lt;br /&gt;- www.ash-shaff.org Barisan Dakwah SMAN 2 Bekasi&lt;br /&gt;- www.bppmibnusina.org BPPM Ibnu Sina FK Unsri&lt;br /&gt;- www.bsomii.or.id Badan Semi Otonom Musholla `Izzatul Islam UI (BSOMII&lt;br /&gt;UI)&lt;br /&gt;- www.faris8.com Forum Alumni Rohis SMKN 8 (FARIS8)&lt;br /&gt;- www.fkar.org Forum Kerjasama Alumni Rohis SMU-SMK se Lampung (FKAR)&lt;br /&gt;- www.formasi-fib-ui.org FORMASI FIB Universitas Indonesia&lt;br /&gt;- www.formmasibumi.com Forum Mahasiswa Muslim Bumiayu (FORMMASIBUMI)&lt;br /&gt;- www.fsldk-jadebek.or.id Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK)&lt;br /&gt;Jakarta, Depok, Bekasi (Jadebek)&lt;br /&gt;- www.fsldkn.org Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional&lt;br /&gt;(FSLDKN)&lt;br /&gt;- www.fsrmy.net Forum Silaturrahim Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY)&lt;br /&gt;- www.fui8.org Forum Ukhuwah Islamiyah At-Taqwa SMAN 8 Bandung (FUI8)&lt;br /&gt;- www.gamaisitb.org Keluarga Mahasiswa Islam ITB&lt;br /&gt;- www.haska.co.nr Himpunan Aktivitas Kajian Agama Jama'ah Musholla Al&lt;br /&gt;Furqon (HASKA JMF) FMIPA UNY&lt;br /&gt;- www.hudzaifah.org Hudzaifah.org, Bertaqwa, Kreatif, dan Cerdas. Lembaga&lt;br /&gt;Dakwah Kampus Trisakti&lt;br /&gt;- www.infobilal.com Info Bilal, Situs Komunikasi Alumni Ukri – Bilal ISTN&lt;br /&gt;Jakarta&lt;br /&gt;- www.iqroclub-bali.org IQRO' Club Bali&lt;br /&gt;- www.iqroclub.org IQRO Club&lt;br /&gt;- www.izzatulislam.or.id Badan Semi Otonom Musholla Izzatul Islam (BSO&lt;br /&gt;MII) FMIPA UI&lt;br /&gt;- www.jashtis.org Unit Kerohanian Islam "Jamaah Shohwatul Islam" STMIK&lt;br /&gt;AMIKOM YOGYAKARTA&lt;br /&gt;- www.jprmi.org Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia&lt;br /&gt;- www.jrmn.org Jaringan Rohis MIPA Nasional&lt;br /&gt;- www.kammi-itb.cjb.net KAMMI ITB&lt;br /&gt;- www.kammi-jepang.net Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)&lt;br /&gt;Jepang&lt;br /&gt;- www.kammi-sumut.com Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)&lt;br /&gt;Daerah Sumatera Utara&lt;br /&gt;- www.kammi.or.id Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)&lt;br /&gt;- www.kammijogja.org Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)&lt;br /&gt;Daerah Yogyakarta&lt;br /&gt;- www.kammiuin.or.id KAMMI UIN Jakarta&lt;br /&gt;- www.kapmi.or.id Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI)&lt;br /&gt;- www.kariman.org Keluarga Remaja Islam Masjid An-Nuur (Kariman), Bandung&lt;br /&gt;- www.karisma-itb.org Keluarga Remaja Islam Salman ITB&lt;br /&gt;- www.kmfh.hukum.ugm.ac.id KMFH UGM Yogyakarta&lt;br /&gt;- www.kmt.ft.ugm.ac.id Keluarga Muslim Teknik UGM&lt;br /&gt;- www.ksai-aluswah.org Kelompok Studi dan Amaliyah Islam (KSAI) Al Uswah,&lt;br /&gt;Lembaga Muslim Alumni SMAN 1 Teladan Yogyakarta&lt;br /&gt;- www.kspm-thullabi.org Kelompok Studi Pelajar Muslim (KSPM)&lt;br /&gt;- www.masjidunpad.com Lembaga Dakwah Kampus Dewan Keluarga Masjid&lt;br /&gt;Universitas Padjadjaran (LDK-DKMUP)&lt;br /&gt;- www.medicalzone.org Forum Ukhuwah Lembaga Da'wah Fakultas Kedokteran&lt;br /&gt;(FULDFK)&lt;br /&gt;- www.pelajar-islam.or.id Pelajar Islam Indonesia (PII)&lt;br /&gt;- www.pii-mesir.org Pelajar Islam Indonesia Mesir (PII Mesir)&lt;br /&gt;- www.quantumremaja.com Quantum Remaja Sleman&lt;br /&gt;- www.riskaonline.org Remaja Islam Sunda Kelapa&lt;br /&gt;- www.rohis-pembangunan.org Rohis SMKN 26 Pembangunan, Jakarta&lt;br /&gt;- www.rohis.com Kerohanian Islam SMAN 1 Klaten (Romansa)&lt;br /&gt;- www.rohispb.web.id Rohis SMK Pelita Bangsa&lt;br /&gt;- www.rohmat-15.co.cc/ DKM Al-Ikhwan SMAN 15 Bandung&lt;br /&gt;- www.ski.fkip.uns.ac.id Sentra Kegiatan Islam FKIP UNS&lt;br /&gt;- www.skifmipa-uns.or.id SKI FMIPA UNS&lt;br /&gt;- www.skistttelkom.or.id Sentra Kegiatan Islam STT Telkom Bandung&lt;br /&gt;- www.suarasekolah.net Forum Ukhuwah Remaja Masjid Mujahidin Stembayo,&lt;br /&gt;SMKN 2 Depok, Yogyakarta&lt;br /&gt;- www.thulabi-club.org Thulabi Club (TLC)&lt;br /&gt;- www.thulaby.com Thulaby Indonesia, Aliansi Pelajar dan Mahasiswa untuk&lt;br /&gt;Demokrasi, Kesejahteraan, dan Masyarakat Islami&lt;br /&gt;- www.uaki.org Unit Aktivitas Kerohanian Islam Universitas Brawijaya&lt;br /&gt;Malang&lt;br /&gt;- www.ukdm-upi.com Unit Kegiatan Dakwah Mahasiswa Universitas Pendidikan&lt;br /&gt;Indonesia (UKDM-UPI)&lt;br /&gt;- www.ukhuwah-uny.com Forum Ukhuwah ADK dan Alumni Universitas Negeri&lt;br /&gt;Yogyakarta (UNY)&lt;br /&gt;- www.ukmassalam.org UKM AsSalam Darmajaya&lt;br /&gt;- www.uswah.org Uswah Student Center (USC)&lt;br /&gt;- www.wamy-indonesia.org World Assembly of Muslim Youth (WAMY) Indonesia&lt;br /&gt;- www.wasilah.net Wadah Silaturahim Alumni Rohis SLTP 88&lt;br /&gt;- www.ylc.or.id Youth Leadership Center&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Darat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kabar.alumni38.net Keluarga Besar Alumni ROHIS SMUN 38 LA&lt;br /&gt;- www.at-tarbiyah.info Forum Tarbiyah dan Dakwah, Menyelami samudra&lt;br /&gt;Tarbiyah dan dakwah di Perth&lt;br /&gt;- www.degromiest.nl Cafe deGromiest, The Groningen Moslem Society&lt;br /&gt;- www.fokma.org Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA)&lt;br /&gt;- www.fokus70.com Forum Komunikasi Alumni Muslim SMAN70&lt;br /&gt;- www.forklin.org Forum Kerohanian Islam Lintas Perkantoran (Surabaya)&lt;br /&gt;- www.forkom-jerman.org Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia&lt;br /&gt;se-Jerman&lt;br /&gt;- www.formmit.org Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan&lt;br /&gt;- www.forsimpta.org Forum Silaturrahim Masjid Perkantoran se-Jakarta&lt;br /&gt;(Forsimpta)&lt;br /&gt;- www.ikpdnmesir.com Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah (IKPDN) Mesir&lt;br /&gt;- www.imeanet.org Wipha IMEA, Kmunitas Muslim Indonesia di kota Enschede,&lt;br /&gt;Belanda&lt;br /&gt;- www.imsa.us Indonesian Muslim Society in America (IMSA)&lt;br /&gt;- www.imuska.org Indonesian Muslim Society in Korea&lt;br /&gt;- www.islahzone.org Ikatan Silaturrahim Alumni Husnul Khotimah (Islah)&lt;br /&gt;- www.jkmhal.com Komunitas Muslim Kapal Pesiar HAL (JKMHAL)&lt;br /&gt;- www.karisma.web.id Keluarga Alumni Rohis Smansa (Karisma) Padang&lt;br /&gt;- www.kibar.org.uk Keluarga Islam Britania Raya dan Sekitarnya (KIBAR)&lt;br /&gt;- www.kmii-kansai.net Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di&lt;br /&gt;Kansai (Jepang)&lt;br /&gt;- www.kmii.jp Keluarga Masyarakat Islam Indonesia – Jepang (KMII)&lt;br /&gt;- www.kpii.net Keluarga Pelajar Islam Indonesia (KPII) Sydney Australia&lt;br /&gt;- www.kuntum-indonesia.org Keluarga NTU Muslim Indonesia&lt;br /&gt;- www.majelisazzikra.org Majelis Az-Zikra&lt;br /&gt;- www.majelistaklimbangkok.net Majelis Taklim KBRI Bangkok&lt;br /&gt;- www.miit-toronto.org Masyarakat Islam Indonesia di Toronto (MIIT)&lt;br /&gt;- www.muslimbabel.com Muslim Babel Community&lt;br /&gt;- www.muslimdelft.nl Keluarga MuslimDelft, Belanda&lt;br /&gt;- www.muslimtionghoa.com Muslim Tionghoa dan Keluarga (MUSTIKA)&lt;br /&gt;- www.pmij.org Persaudaraan Muslim Indonesia Jepang (PMIJ)&lt;br /&gt;- www.ppmr-indonesia.com Pengajian Pelajar Muslim Rotterdam (PPMR)&lt;br /&gt;- www.rydaviny.net Majelis Taklim Yasin Taipei – Taiwan&lt;br /&gt;- www.tangandiatas.com Komunitas Tangan Di Atas (TDA)&lt;br /&gt;- www.yai8.org Yayasan Al-Irfan (Alumni Muslim SMAN 8 Jakarta)&lt;br /&gt;- www.yaumil.or.id Yayasan Umat Islam LNG Badak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.ajangkita.com Forum Ajangkita&lt;br /&gt;- www.islamdotnet.com IslamDotNet (ISDN) Portal&lt;br /&gt;- www.isnet.org Jaringan ISNET (Islamic Network), the oldest Indonesian&lt;br /&gt;community on the Internet&lt;br /&gt;- www.kafilah-islam.org Kafilah-Islam.org&lt;br /&gt;- www.kotasantri.com KotaSantri.com, Komunitas Santri Virtual&lt;br /&gt;- www.muslimblog.net Indonesian Muslim Blogger (IMB)&lt;br /&gt;- www.myquran.org MyQuran&lt;br /&gt;- www.myukhuwah.com MyUkhuwah.Com, Moslem Online Community&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan, Pesantren, dan Pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- alqudwah.sekolahislam.com Yayasan Islam Al-Qudwah&lt;br /&gt;- blog.jashtis.org Unit Kerohanian Islam "Jamaah Shohwatul Islam" STMIK&lt;br /&gt;AMIKOM YOGYAKARTA&lt;br /&gt;- daaruhiraa.multiply.com Pesantren Mahasiswa Daaru Hiraa' Yogyakarta&lt;br /&gt;- tk-almarkaz.com &lt;http://www.tk-almarkaz.com/&gt; TK Islam Al Markaz Al&lt;br /&gt;Islami&lt;br /&gt;- www.al-umm.net Lembaga Pendidikan Tahfizhul Qur'an (LPTQ) Al-Umm&lt;br /&gt;- www.alfirdausina.net Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus&lt;br /&gt;- www.alhikmah.ac.id Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah (STID&lt;br /&gt;DI) Al-Hikmah&lt;br /&gt;- www.alkausar.org Al Kausar Boarding School&lt;br /&gt;- www.alkautsar.net Yayasan Al-Kautsar Lampung&lt;br /&gt;- www.alkautsarbatam.com Pondok Pesantren Al Kautsar Batam&lt;br /&gt;- www.almanar.co.id Yayasan Pusat Studi Islam Almanar&lt;br /&gt;- www.almultazam.org Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Multazam, Kuningan&lt;br /&gt;- www.annashr.com Lembaga Pengembangan Bahasa An-Nashr&lt;br /&gt;- www.assalaam.or.id Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Surakarta&lt;br /&gt;- www.azharischool-jkt.sch.id Azhari Islamic School&lt;br /&gt;- www.berkemas.org Komunitas Homeschooling BERKEMAS (Berbasis Keluarga&lt;br /&gt;dan Masyarakat)&lt;br /&gt;- www.bintangpelajar.com Bintang Pelajar&lt;br /&gt;- www.darunnajah.com Pesantren Darunnajah&lt;br /&gt;- www.dtjakarta.or.id Daarut Tauhiid Jakarta&lt;br /&gt;- www.dtnews.net Yayasan Daarut Tauhiid Bandung&lt;br /&gt;- www.esqway165.com ESQ WAY 165&lt;br /&gt;- www.gontor.ac.id Pondok Modern Darussalam Gontor&lt;br /&gt;- www.guahira.or.id Guahira Community&lt;br /&gt;- www.humairacenter.com Humaira Center&lt;br /&gt;- www.husnul.com Pondok Pesantren Husnul Khotimah – Kuningan, Jawa Barat&lt;br /&gt;- www.ibnuabbas.org Lembaga Studi Islam dan Arab (LSIA) Ibnu Abbas&lt;br /&gt;- www.ibnusina.com SDIT Ibnu Sina&lt;br /&gt;- www.ibnusina.sch.id SDIT Ibnu Sina&lt;br /&gt;- www.iq-sukses.net Inspiring Qur'an&lt;br /&gt;- www.iqro.or.id Yayasan Islamic Center Iqro'&lt;br /&gt;- www.izzuddin.com Yayasan Izzuddin&lt;br /&gt;- www.jsit-jateng.net Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah&lt;br /&gt;- www.kampussyariah.com Kampussyariah.com&lt;br /&gt;- www.kharismarisalah.com Lembaga Tahsin Tahfidz Quran Ustmani – LTQ&lt;br /&gt;Kharisma Risalah&lt;br /&gt;- www.lipia.org Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam &amp; Arab (LIPIA)&lt;br /&gt;- www.lp3tnf.or.id Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Terpadu&lt;br /&gt;(LP3T) Nurul Fikri&lt;br /&gt;- www.luqmanul-hakim.org Yayasan Pendidikan dan Sosial Luqmanul Hakim&lt;br /&gt;- www.nfbs.or.id Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri Boarding School&lt;br /&gt;- www.nurulfikri.com Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Terpadu&lt;br /&gt;(LP3T) Nurul Fikri&lt;br /&gt;- www.nurulfikri.org Nurul Fikri Group&lt;br /&gt;- www.oursani.com Sekolah Alam Natur Islam (SANI), Bekasi, Jawa Barat&lt;br /&gt;- www.pesantren-alkahfi.com Pesantren Terpadu Al Kahfi&lt;br /&gt;- www.ponpes.net Komunitas Pondok Pesantren&lt;br /&gt;- www.ppsdms.org Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS)&lt;br /&gt;- www.sdinuruliman.com SD Islam Nurul Iman&lt;br /&gt;- www.sdit-alhikmah-jkt.sch.id SDIT Al Hikmah Jakarta&lt;br /&gt;- www.sekolahalambandung.com Sekolah Alam Bandung&lt;br /&gt;- www.sekolahalambogor.org Sekolah Alam Bogor&lt;br /&gt;- www.sekolahalamdepok.com Sekolah Alam Depok&lt;br /&gt;- www.sekolahalamtangerang.org Sekolah Alam Tangerang&lt;br /&gt;- www.sekolahrakyat.org Sekolah Rakyat Indonesia, Menebar Peduli Anak&lt;br /&gt;Negeri&lt;br /&gt;- www.smaitnurulfikri-depok.sch.id SMA Islam Terpadu Nurul Fikri Depok&lt;br /&gt;- www.stan-prodip.info Media informasi dan komunikasi calon mahasiswa,&lt;br /&gt;orang tua, dan alumni STAN&lt;br /&gt;- www.thariq.com Sekolah Islam Terpadu Thariq Bin Ziyad, Bekasi&lt;br /&gt;- www.trainermuslim.com Asosiasi Trainer Muslim&lt;br /&gt;- www.trustco.or.id Trustco&lt;br /&gt;- www.ululilmi.org Pondok Pesantren Ulul-Ilmi&lt;br /&gt;- www.ummulqurobogor.org Yayasan Ummul Quro Bogor&lt;br /&gt;- www.yayasan-amalia.org Yayasan Amalia&lt;br /&gt;- www.yp-nurulfikri.org Yayasan Pendidikan Nurul Fikri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan, Flora, dan Fauna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.jimmki.org Jaringan Intelektual Mahasiswa Muslim Kehutanan&lt;br /&gt;Indonesia (JIMMKI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan, Kesehatan, dan Gaya Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.halalguide.info Guide to Halal and Islamic Lifestyle&lt;br /&gt;- www.halalmui.or.id Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)&lt;br /&gt;- www.herbalhalal.com Herbal Halal Hidup Alami Sehat Sejahtera&lt;br /&gt;- www.indohalal.com Halal Lifestyle&lt;br /&gt;- www.lppommui.com Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid dan Musholla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;darussalam-tamanyasminbogor.com&lt;http://www.darussalam-tamanyasminbogor.com/&gt;&lt;br /&gt;Masjid&lt;br /&gt;Jami' Darussalam Taman Yasmin Bogor&lt;br /&gt;- nurulhuda.uns.ac.id Masjid Nurul Huda UNS&lt;br /&gt;- www.al-fauzien.web.id Masjid Al-Fauzien, Depok&lt;br /&gt;- www.albarokah.or.id Musholla Al-Barokah Gedung Cyber&lt;br /&gt;- www.alhakim-bsd.com Masjid Al Hakim Bumi Serpong Damai (BSD),&lt;br /&gt;Tangerang, Banten&lt;br /&gt;- www.alhikmah-online.com Masjid Al Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;- www.alhikmah.or.id AL HIKMAH, Menebar Dakwah Dunia Maya&lt;br /&gt;- www.alkautsar.com Masjid Al-Kautsar Online, DKM Masjid Al-Kautsar Griya&lt;br /&gt;Anggraini Citeureup Kab. Bogor&lt;br /&gt;- www.arroyyan.com DKM Ar Royyan, Perumahan Bojong Depok Baru II Sukahati&lt;br /&gt;Cibinong Bogor&lt;br /&gt;- www.baitul-hikmah.com Yayasan Baitul Hikmah Elnusa (YBHE)&lt;br /&gt;- www.immasjid.com Institut Manajemen Masjid&lt;br /&gt;- www.iwkz.de Masjid Al Falah, Berlin, Jerman&lt;br /&gt;- www.jabalussalam.org Masjid Jabalussalam, Perum BDS I, Balikpapan,&lt;br /&gt;Kalimantan Timur&lt;br /&gt;- www.masjidal-falah.info Masjid Al Falah Surabaya&lt;br /&gt;- www.masjidipb.org Masjid Al Hurriyah IPB&lt;br /&gt;- www.masjidistiqlal.com Masjid Istiqlal Jakarta&lt;br /&gt;- www.masjidits.com Manarul Ilmi Online, Jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS&lt;br /&gt;- www.masjidjogokariyan.net Masjid Jogokariyan Yogyakarta&lt;br /&gt;- www.masjidkotabogor.com Masjid Kota Bogor&lt;br /&gt;- www.masjidunpad.com Lembaga Dakwah Kampus Dewan Keluarga Masjid&lt;br /&gt;Universitas Padjadjaran (LDK-DKMUP)&lt;br /&gt;- www.mbmstan.org Masjid Baitul Maal STAN&lt;br /&gt;- www.nurulyaqin.org Dewan Kemakmuran Masjid Jami' NURUL YAQIN (MJNY),&lt;br /&gt;Perumahan Taman Sentosa, Cikarang Bekasi&lt;br /&gt;- www.syuhadajogja.co.cc Corps Dakwah Masjid Syuhada (CDMS), Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medis dan Kedokteran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bsmi-bandung.or.id Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bandung&lt;br /&gt;- www.bsmi-solo.or.id Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Solo&lt;br /&gt;- www.bsmi-surabaya.or.id Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Surabaya&lt;br /&gt;- www.bsmipusat.net Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Pusat&lt;br /&gt;- www.kliniksehat.com Klinik Sehat, Solusi Kesehatan Islami dan Alami&lt;br /&gt;- www.lkc.or.id Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC)&lt;br /&gt;- www.mer-c.org Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga dan Kebugaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.ilalang.org ILALANG, The Adventure-based Education&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ormas dan LSM/NGO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.aldakwah.org Lembaga Dakwah dan Taklim (L-DATA)&lt;br /&gt;- www.alirsyad.org Al-Irsyad Al-Islamiyyah&lt;br /&gt;- www.alsofwah.or.id Situs Dakwah dan Informasi Islam (Situs Yayasan Al&lt;br /&gt;Sofwa)&lt;br /&gt;- www.dewandakwah.org Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII)&lt;br /&gt;- www.dtjakarta.or.id Daarut Tauhiid (Jakarta)&lt;br /&gt;- www.fui.or.id Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI)&lt;br /&gt;- www.gemanusa.or.id Gerakan Membangun Nurani Bangsa (Gema Nusa)&lt;br /&gt;- www.icmi.or.id Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)&lt;br /&gt;- www.majelisrasulullah.org Majelis Rasulullah&lt;br /&gt;- www.mtp.or.id Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi&lt;br /&gt;- www.muhammadiyah.or.id Muhammadiyah&lt;br /&gt;- www.nu.or.id Nahdhatul Ulama (NU)&lt;br /&gt;- www.persis.or.id Persatuan Islam (Persis)&lt;br /&gt;- www.wahdah.or.id Wahdah Islamiyah&lt;br /&gt;- www.wamy-indonesia.org World Assembly of Muslim Youth (WAMY) Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian dan Busana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.indojilbab.com Indojilbab.com – Toko Jilbab Indonesia – Fashion&lt;br /&gt;Jilbab Indonesia&lt;br /&gt;- www.jilbabcantik.com Jilbab Cantik Eksklusive&lt;br /&gt;- www.jilbabfaza.com Jilbab Faza&lt;br /&gt;- www.manetvision.com Manet Busana, Pakaian Muslim dan Aksesoris&lt;br /&gt;- www.permata-jilbab.com Permata's Collection&lt;br /&gt;- www.rabbani.co.id Rabbani&lt;br /&gt;- www.rumahjilbab.com RumahJilbab Dot Com&lt;br /&gt;- www.salonmuslimah.com Salmah, Salon Muslimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.islamic-bookfair.com Islamic Book Fair (IBF) Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan Publik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bimasislam.com Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat&lt;br /&gt;Islam (Bimas Islam) Departemen Agama RI&lt;br /&gt;- www.depag.go.id Departemen Agama Republik Indonesia&lt;br /&gt;- www.islamic-center.or.id Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam&lt;br /&gt;Jakarta (Jakarta Islamic Center / JIC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penginapan dan Pariwisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.sofyanhotel.com Hotel Sofyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan dan Lembaga Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.alijarahindonesia.com Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF)&lt;br /&gt;- www.bankdki-syariah.com Bank DKI Syariah&lt;br /&gt;- www.bni.co.id &lt;http://www.bni.co.id/produklayan/p_syariah.html&gt; Bank&lt;br /&gt;Negara Indonesia (BNI) Syariah&lt;br /&gt;- www.bri.co.id &lt;http://www.bri.co.id/layanan/syariah.aspx&gt; Bank Rakyat&lt;br /&gt;Indonesia (BRI) Syariah&lt;br /&gt;- www.bsmi.co.id Bank Mega Syariah&lt;br /&gt;- www.ifibank.com &lt;http://www.ifibank.com/index.php?m=syariah&gt; Bank IFI&lt;br /&gt;Syariah&lt;br /&gt;- www.muamalatbank.com Bank Muamalat Indonesia (BMI)&lt;br /&gt;- www.niagasyariah.com Bank Niaga Syariah&lt;br /&gt;- www.permatabank.com – Permata Bank&lt;br /&gt;Syariah&lt;http://www.permatabank.com/prod_layanan/produk/Liabilities/permatabanksy\&lt;br /&gt;ariah/index.php&gt;&lt;br /&gt;Permata&lt;br /&gt;Bank Syariah&lt;br /&gt;- www.syariahmandiri.co.id Bank Syariah Mandiri (BSM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan dan Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.edukasia.com Majalah Edukasia&lt;br /&gt;- www.islamic-wedding.com Islamic Wedding &amp; Catering Services&lt;br /&gt;- www.lekatasmara.org Lembaga Ketahanan Keluarga Sakinah Mawaddah&lt;br /&gt;Warahmah (LekataSmara)&lt;br /&gt;- www.rumahkusurgaku.com Portalnya Keluarga Bahagia&lt;br /&gt;- www.tentang-pernikahan.com Gudangnya artikel dan cerpen pra dan pasca&lt;br /&gt;nikah&lt;br /&gt;- www.usahamulia.net Usahamulia dot net, SAMARA dan Da'wah&lt;br /&gt;- www.yasmina.or.id Yayasan Aspirasi Muslimah Indonesia (YASMINA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.griyamadani.com Griya Madani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternakan dan Pemotongan Daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.amanahaqiqah.com Amanah Aqiqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.dakta.com Radio Dakta 107 FM Bekasi&lt;br /&gt;- www.mitrafm.com Radio Mitra 97 FM – All About Family&lt;br /&gt;- www.mqfm.net Radio MQFM Bandung (102,7 MQFM)&lt;br /&gt;- www.mujahidinfm.com Mujahidin FM&lt;br /&gt;- www.qommunityradio.de Qommunity Radio Germany, Bersatu Mempererat&lt;br /&gt;Persaudaraan&lt;br /&gt;- www.radiodakwah.or.id Forum WebRadio Dakwah&lt;br /&gt;- www.radiokita.nl Radio Kita&lt;br /&gt;- www.radionasyid.net Radio Nasyid Online&lt;br /&gt;- www.radiosalamfm.com Radio SALAMFM 102.7 Batam&lt;br /&gt;- www.radiotarbiyah.net Radio Tarbiyah, Menjalin Ukhuwah Mengikat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Search Engine dan Portal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.halamanhijau.com HalamanHijau.com&lt;br /&gt;- www.kaffah.com Kaffah.com, be real muslim be kaffah&lt;br /&gt;- www.muslimsources.com Muslimsources.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bangsamusnah.com BangsaMusnah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni dan Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.bogornasheedcentre.com Bogor Nasheed Centre (BNC)&lt;br /&gt;- www.edcyber.com Nasyid edCoustic&lt;br /&gt;- www.izis.web.id &lt;http://www.izzis.web.id/&gt; Tim Nasyid Izzatul Islam&lt;br /&gt;- www.klikjv.com Klikjv.com, Tim Nasyid Justice Voice&lt;br /&gt;- www.liriknasyid.com LirikNasyid.com&lt;br /&gt;- www.nasyidsnada.com Snada, Senandung Nasyid dan Dakwah&lt;br /&gt;- www.shaffix.com Tim Nasyid Shaff-Fix&lt;br /&gt;- www.shoutulharokah.com Shoutul Harokah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Web Filipina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.ulamamuslimin.net Hay-Atul Ulama el-Muslimin in the Phlippines&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs Web Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.al-ahkam.net Al-Ahkam.net – Siber Feqh Anda&lt;br /&gt;- www.amanpalestin.org Aman Palestin&lt;br /&gt;- www.bahantarbiyyah.info Bahan Tarbiyyah&lt;br /&gt;- www.dakwah.info Dakwah-Info, sumber dakwah dan tarbiyah&lt;br /&gt;- www.halaqah-online.com Halaqah-Online&lt;br /&gt;- www.haluan.org.my Pertubuhan Himpunan Lepasan Institusi-Institusi&lt;br /&gt;Pengajian Tinggi Malaysia&lt;br /&gt;- www.harakahdaily.net HarakahDaily.Net&lt;br /&gt;- www.iluvislam.com IluvIslam.com – Discover the beauty of Islam&lt;br /&gt;- www.ismapj.com Ikatan Muslimin Malaysia Petaling Jaya&lt;br /&gt;- www.ismaweb.net Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA)&lt;br /&gt;- www.jim.org.my Pertubuhan Jamaah Islah Malaysia (JIM)&lt;br /&gt;- www.msmonline.info Majlis Syuro Muslimun (MSM)&lt;br /&gt;- www.mymissa.com Malaysian Islamic Society of South Malaysia (MISSA)&lt;br /&gt;- www.paksi.net Persaudaraan Komuniti Siswa&lt;br /&gt;- www.palestinkini.info Suara Peduli Palestin&lt;br /&gt;- www.pembina.com.my Persatuan Belia Islam Nasional (Pembina)&lt;br /&gt;- www.samer21.com Persatuan Alumni Sekolah Agama Menengah Rawang (SAMER)&lt;br /&gt;Generasi 21&lt;br /&gt;- www.wamy.my World Assembly of Muslim Youth (WAMY) Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial Kemanusiaan dan ZISWAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.aksicepattanggap.com ACT – Aksi Cepat Tanggap, Care for Humanity&lt;br /&gt;- www.al-azharpeduli.com Lembaga Amil Zakat Al-Azhar Peduli Ummat&lt;br /&gt;- www.amilzakat.com AmilZakat.com&lt;br /&gt;- www.bazisdki.go.id Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah (BAZIS) DKI&lt;br /&gt;Jakarta&lt;br /&gt;- www.bazmaup2.com Baituzzakah Pertamina UP II Dumai&lt;br /&gt;- www.bm-mask.com Baitul Maal Masjid Agung Sunda Kelapa (BM-MASK)&lt;br /&gt;- www.dompetdhuafa.or.id Dompet Dhuafa Republika&lt;br /&gt;- www.dpu-online.com Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU-DT)&lt;br /&gt;- www.dpukaltim.org Dana Peduli Ummat Kalimantan Timur (DPU Kaltim)&lt;br /&gt;- www.dsim.or.id Dompet Sosial Insan Mulia&lt;br /&gt;- www.dsmbali.or.id Dompet Sosial Madani Bali (DSM Bali)&lt;br /&gt;- www.e-bmpk.net Baitul Maal Pupuk Kujang (BMPK) Cikampek&lt;br /&gt;- www.imz.or.id Institute Manajemen Zakat (IMZ)&lt;br /&gt;- www.kispa.org Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina&lt;br /&gt;- www.kki-sumut.or.id Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI) Sumatera Utara&lt;br /&gt;- www.knrp.or.id Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP)&lt;br /&gt;- www.lazyaumil.org/ Lembaga Amil Zakat Yayasan Umat Islam LNG Badak&lt;br /&gt;Bontang Kaltim&lt;br /&gt;- www.lmi-amilzakat.com Lembaga Manajemen Infaq (LMI)&lt;br /&gt;- www.mizan-amanah.org Mizan Amanah&lt;br /&gt;- www.muslim-nias.org Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN)&lt;br /&gt;- www.opsezi.com Optimalisasi Sedekah, Zakat dan Infaq (Opsezi)&lt;br /&gt;- www.pkpu-aceh.org Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Aceh&lt;br /&gt;- www.pkpu.or.id Pos Keadilan Peduli Ummat, Menggugah Nurani Menebar&lt;br /&gt;Peduli&lt;br /&gt;- www.pln-lazis.com LAZIS PT PLN Persero&lt;br /&gt;- www.portalinfaq.org Portal Infaq&lt;br /&gt;- www.rumah-yatim.org Rumah Yatim&lt;br /&gt;- www.rumahzakat.org Rumah Zakat Indonesia&lt;br /&gt;- www.save-palestine.com Save Palestine!&lt;br /&gt;- www.solopeduli.com Yayasan Solo Peduli&lt;br /&gt;- www.swadayaummah.or.id Lembaga Amil Zakat Swadaya Ummah, Riau&lt;br /&gt;- www.tabungwakaf.com Tabung Wakaf Indonesia&lt;br /&gt;- www.tebarhewan.or.id Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Republika&lt;br /&gt;- www.ydsf.or.id Yayasan Dana Sosial al-Falah&lt;br /&gt;- www.zisbersama.org ZIS Bersama Online&lt;br /&gt;- www.ziswafbismillah.org ZISWAF BISMILLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.cir.or.id Center for Indonesia Reform&lt;br /&gt;- www.saksionline.com Saksi Online, Menuju Peradaban Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dan Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- internida.mifta.org Buletin Internida (MIFTA)&lt;br /&gt;- www.ilmukomputer.com IlmuKomputer.Com&lt;br /&gt;- www.jifisa.net Media JIFISA Software House&lt;br /&gt;- www.mif.or.id Muslim Infocom Foundation&lt;br /&gt;- www.mifta.org Muslim Information Technology Association&lt;br /&gt;- www.santri-indigo.org Santri Indigo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsaqofah Islamiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ktpdi.isnet.org Komite Tarbiyah dan Pengembangan Diskusi Isnet (KTPDI)&lt;br /&gt;- media.isnet.org Pustaka Online Media ISNET (Islamic Network)&lt;br /&gt;- perpustakaanonline.freehostia.com Perpustakaan Online. Berisi ebook,&lt;br /&gt;ringkasan buku, jurnal, essai, majalah, artikel, dll, yang dapat didownload&lt;br /&gt;gratis.&lt;br /&gt;- www.al-mujtama.com Majalah Al Mujtama&lt;br /&gt;- www.allaahumma.com Allaahumma.com, katakan dengan doa&lt;br /&gt;- www.azzikra.com Azzikra, Majalah Muslim Modern&lt;br /&gt;- www.cintaislam.com CintaIslam.com, Menjalin Cinta dan Silaturahim&lt;br /&gt;- www.cybermq.com CyberMQ, Cakrawala Informasi dan Inspirasi&lt;br /&gt;- www.dakwatuna.com Menuju Cahaya Islam&lt;br /&gt;- www.dikedaikopi.net Komunitas diKedaiKopi&lt;br /&gt;- www.edumuslim.org EduMuslim.com&lt;br /&gt;- www.grahadakwah.com Pusat Dakwah – Yayasan Dana Sosial Al Falah (PUSDA&lt;br /&gt;– YDSF)&lt;br /&gt;- www.infoharoki.com infoHAROKI.com, media motivasi &amp; informasi&lt;br /&gt;- www.insistnet.com Institute for The Study of Islamic Thought and&lt;br /&gt;Civilization (INSISTS), Kajian Pemikiran dan Peradaban Islam&lt;br /&gt;- www.jempiring.org Jempiring Bali&lt;br /&gt;- www.kaunee.com Kaunee.Com&lt;br /&gt;- www.kebunhikmah.com Sampaikan dariku walau hanya satu ayat&lt;br /&gt;- www.lentera.web.id Lentera, hanya menyalakan cahaya apa adanya&lt;br /&gt;- www.madrasahperkantoran.com Madrasah Perkantoran, belajar Islam jadi&lt;br /&gt;lebih mudah&lt;br /&gt;- www.majalahtarbawi.com Majalah Tarbawi&lt;br /&gt;- www.markazhadits.com Markaz Hadits, tempat belajar hadits&lt;br /&gt;- www.media-islam.or.id Media Islam, Belajar Islam Sesuai Al Qur'an dan&lt;br /&gt;Hadits&lt;br /&gt;- www.mediadakwah.com Media Informasi dan Da'wah&lt;br /&gt;- www.mediamuslim.info Media Muslim INFO&lt;br /&gt;- www.mentoring-indonesia.com Mentoring Indonesia&lt;br /&gt;- www.mii.fmipa.ugm.ac.id Media Informasi Islam FMIPA UGM&lt;br /&gt;- www.mimbarjumat.com Mimbar Jum'at&lt;br /&gt;- www.motivasi-islami.com Motivasi Islami&lt;br /&gt;- www.mualaf.com Mualaf Center Online&lt;br /&gt;- www.nuansaislam.com Nuansa Islam, Media Berjuta Nuansa&lt;br /&gt;- www.oaseislam.com Oase Islam. Oase kehidupan, kisah Islami, kisah&lt;br /&gt;sahabat, salafus shalih, artikel keajaiban, akhir zaman, dll&lt;br /&gt;- www.oasetarbiyah.com Oase Tarbiyah&lt;br /&gt;- www.percikan-iman.com Percikan Iman, Menuju Era Dakwah Tanpa Batas&lt;br /&gt;- www.pustaka-ebook.com Perpustakaan Online&lt;br /&gt;- www.qalam.or.id Buletin Qalam, Mesir&lt;br /&gt;- www.shufful-islam.net Shufful-Islam.net, Menuju Ukhuwah Islamiyah&lt;br /&gt;- www.sinaimesir.com SINAI, Studi Informasi Alam Islami&lt;br /&gt;- www.smssyariah.com SMS Syariah, Tambah Ilmu dan Mencerdaskan&lt;br /&gt;- www.syahadat.net Syariat, Hakikat, dan Ma'rifat&lt;br /&gt;- www.tatsqif.com Majalah Tatsqif&lt;br /&gt;- www.taushiyah-online.com Taushiyah Online&lt;br /&gt;- www.tauziyah.com Tauziyah.com&lt;br /&gt;- www.ukhuwah.or.id Ukhuwah.or.id&lt;br /&gt;- www.warnaislam.com Warna Islam, how colored are you?&lt;br /&gt;- www.wisatahati.com Wisatahati Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama, Fatwa, dan Syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- www.ikadi.org Ikatan Da'i Indonesia (IKADI)&lt;br /&gt;- www.khairu-ummah.com Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD)&lt;br /&gt;Khairu Ummah&lt;br /&gt;- www.konsultasisyariah.net Konsultasi Syariah .net – Syar'iyah,&lt;br /&gt;`Ilmiyah, Manhajiyah&lt;br /&gt;- www.mui.or.id Majelis Ulama Indonesia&lt;br /&gt;- www.scc-batam.org Pusat Konsultasi Syariah / Sharia Consulting Center&lt;br /&gt;(SCC) Batam&lt;br /&gt;- www.syariahonline.com Sharia Consulting Center (SCC), Pusat Konsultasi&lt;br /&gt;Syariah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita &amp; Muslimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- akhwat.kpii.net Pengajian Akhwat KPII Sydney Australia&lt;br /&gt;- imsa-sisters.imsa.us IMSA Sisters&lt;br /&gt;- www.annida-online.com Majalah Annida Online&lt;br /&gt;- www.fahima.org Fahima, Forum Silaturahim Muslimah (Jepang)&lt;br /&gt;- www.fokma.org Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia (FOKMA)&lt;br /&gt;- www.indomuslim.net Indonesian Muslimah Network&lt;br /&gt;- www.kafemuslimah.com Kafe Muslimah&lt;br /&gt;- www.kharisma.de KHARISMA, Woman &amp; Education&lt;br /&gt;- www.salimah.or.id Persaudaraan Muslimah&lt;br /&gt;- www.ummi-online.com Majalah Ummi&lt;br /&gt;- www.ummigroup.co.id Ummi Online, Identitas Wanita Islami&lt;br /&gt;- www.ummigroup.co.id/annida Annida Online, Cerdas Gaul Syar'i&lt;br /&gt;- www.yasmina.or.id Yayasan Aspirasi Muslimah Indonesia (YASMINA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4895225973206633768?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4895225973206633768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4895225973206633768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4895225973206633768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4895225973206633768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/09/info-website-website-islam.html' title='Info Website-website Islam'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SrNXMO2jmvI/AAAAAAAAAsw/LQGhpdKMfp8/s72-c/islamic.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-5372318196843552673</id><published>2009-08-11T02:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T02:23:09.647-07:00</updated><title type='text'>Jangan Malu Menjadi Orang Aneh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SoE3C4M23rI/AAAAAAAAAso/L45U-0WN8G0/s1600-h/santri_pesantren_pakarfisika.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 363px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SoE3C4M23rI/AAAAAAAAAso/L45U-0WN8G0/s400/santri_pesantren_pakarfisika.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368632753387921074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dunia memang aneh", Gumam Pak Ustadz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apanya yang aneh Pak?" Tanya Penulis yang fakir ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan, sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum alami" Kata Pak Ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz, menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?" Tanya ibu muda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang lain rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang semestinya seperti itu dibilang "tumben"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pergi ke masjid akan terasa "aneh" ketika orang-orang lain justru tengah asik nonton reality show "SUPERSOULMATE" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ke masjid akan terasa "aneh" ketika melalui kerumunan orang-orang yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi suara panggilan adzan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ke masjid terasa "aneh" ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan mobilnya yang kotor karena kehujanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum, "Kamu akan banyak menjumpai "keanehan-keanehan" lain di sekitarmu," kata Pak Ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keanehan-keanehan" di sekitar kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha, pasti akan nampak "aneh" di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca koran dan mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh", karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di tengah-tengah sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur'an ba'da shalat, akan terasa aneh di tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang di tempat shalat. Aneh, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah minggu ini shalat Jum'at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau ayat al Qur'an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut menjadi orang "aneh" selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari'at dan tata nilai serta norma yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dibilang "tumben" ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur'an (Al A'raf:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dikatakan "sok alim" ketika kita lakukan shalat dhuha di kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat pada waktunya, karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya terhadap orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (Annisaa:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk shalat Jum'at/shalat berjama'ah berada di shaf terdepan, karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu'alaihi wassalam para sahabat bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli [1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (Al Jumu'ah:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur'an, karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran adalah sebaik-baik perkataan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Fusshilat:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali kita kirim artikel, lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan, lenyap donk ladang amal kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong itu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat" (potongan dari hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn Umar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang terkenal,   e-mail dari manager atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah tidak akan pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan "keanehan-keanehan" yang dituntun manhaj dan syari'at yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh ditengah orang-orang yang berbikini dan ber 'you can see'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an &amp; Hadist), meskipun akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian kenapa kita harus takut disebut "orang aneh" atau "manusia langka" jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan menyelamatkan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jadi orang "aneh" yang bersyari'at dan bermanhaj yang benar..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-5372318196843552673?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/5372318196843552673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=5372318196843552673' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/5372318196843552673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/5372318196843552673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/08/menjadi-orang-aneh.html' title='Jangan Malu Menjadi Orang Aneh'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SoE3C4M23rI/AAAAAAAAAso/L45U-0WN8G0/s72-c/santri_pesantren_pakarfisika.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-8720407848953050417</id><published>2009-07-30T18:08:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T18:11:18.299-07:00</updated><title type='text'>Matematika Gaji dan Logika Sedekah</title><content type='html'>Oleh A. Muttaqin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SnJEeDFfeUI/AAAAAAAAAsY/xP6GZ-pr31I/s1600-h/sedekah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SnJEeDFfeUI/AAAAAAAAAsY/xP6GZ-pr31I/s400/sedekah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364425389166786882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini.&lt;br /&gt;Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah&lt;br /&gt;hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta&lt;br /&gt;ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram&lt;br /&gt;sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam&lt;br /&gt;negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari&lt;br /&gt;pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan.Karena&lt;br /&gt;penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak&lt;br /&gt;seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh&lt;br /&gt;dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan&lt;br /&gt;sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari&lt;br /&gt;beberapa kali perbincangan yang kami bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi&lt;br /&gt;dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu&lt;br /&gt;sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami&lt;br /&gt;masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok. Kami sama-sama&lt;br /&gt;bernasib “guru” yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan&lt;br /&gt;sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat&lt;br /&gt;berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai&lt;br /&gt;seorang isteri dan dua orang putra-putrinya. Dia juga masih memiliki&lt;br /&gt;tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA. Sering&lt;br /&gt;pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi&lt;br /&gt;berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa&lt;br /&gt;mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah&lt;br /&gt;yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka. Ada dimensi&lt;br /&gt;non matematis dan di luar angka-angka logis.” “Maksud Mas Ajy gimana, aku&lt;br /&gt;nggak ngerti?” “Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi&lt;br /&gt;orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba. Karena berapapun&lt;br /&gt;sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu&lt;br /&gt;dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenyataannya memang begitu kan Mas?”, kata saya mengiayakan. “Mana mungkin&lt;br /&gt;dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa&lt;br /&gt;berbagi.” Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya. “Ya, karena kita masih&lt;br /&gt;menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke,&lt;br /&gt;sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso&lt;br /&gt;enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis,&lt;br /&gt;berapa sisa uang kita?” “Tidak ada. Habis.” jawab saya spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan&lt;br /&gt;seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada&lt;br /&gt;jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin&lt;br /&gt;masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah&lt;br /&gt;diberikan pada pengemis “, saya tak sabar untuk mendapat jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah&lt;br /&gt;tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang&lt;br /&gt;seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’&lt;br /&gt;keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita.&lt;br /&gt;Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat&lt;br /&gt;malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi&lt;br /&gt;penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi.&lt;br /&gt;Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya.&lt;br /&gt;Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup&lt;br /&gt;di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah&lt;br /&gt;menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan&lt;br /&gt;orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya&lt;br /&gt;sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi&lt;br /&gt;dan berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola&lt;br /&gt;hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin&lt;br /&gt;menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi&lt;br /&gt;kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya,&lt;br /&gt;dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya.&lt;br /&gt;Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah&lt;br /&gt;akan menggantinya berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai metematis dengan&lt;br /&gt;dimensi sedekah itu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi&lt;br /&gt;sebaliknya menjadikan ia kaya. Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan&lt;br /&gt;gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki. Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan&lt;br /&gt;lihat ke atas. Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan&lt;br /&gt;syukur”. Saya semakin tertegun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan.&lt;br /&gt;Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan&lt;br /&gt;saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada.&lt;br /&gt;Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme&lt;br /&gt;kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah&lt;br /&gt;lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui&lt;br /&gt;pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain&lt;br /&gt;yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur’an. Telah beberapa waktu saya&lt;br /&gt;acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya.&lt;br /&gt;Spontan saya buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy.&lt;br /&gt;Allah mengingatkan saya kembali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan&lt;br /&gt;hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan&lt;br /&gt;tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan&lt;br /&gt;(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)&lt;br /&gt;lagi Maha Mengetahui.” (Terjemah QS. Al-Baqarah [2] 261)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-8720407848953050417?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/8720407848953050417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=8720407848953050417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/8720407848953050417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/8720407848953050417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/07/matematika-gaji-dan-logika-sedekah.html' title='Matematika Gaji dan Logika Sedekah'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XNS6slAxjkY/SnJEeDFfeUI/AAAAAAAAAsY/xP6GZ-pr31I/s72-c/sedekah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-7493575086774935135</id><published>2009-07-14T23:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T23:24:17.661-07:00</updated><title type='text'>Mulutmu adalah Pakumu</title><content type='html'>Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Mulutnya sering menyakiti&lt;br /&gt;dan menyinggung orang lain. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,&lt;br /&gt;dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali&lt;br /&gt;dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.&lt;br /&gt;Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan&lt;br /&gt;jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.&lt;br /&gt;Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku&lt;br /&gt;pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari&lt;br /&gt;bila dia berhasil menahan diri/bersabar.&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan&lt;br /&gt;kepada ayahnya&lt;br /&gt;bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:&lt;br /&gt;"Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak&lt;br /&gt;lubang yang ada di pagar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.&lt;br /&gt;Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal&lt;br /&gt;itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali,&lt;br /&gt;tetapi akan meninggalkan luka.&lt;br /&gt;Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.&lt;br /&gt;Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.&lt;br /&gt;Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.&lt;br /&gt;Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.&lt;br /&gt;Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang&lt;br /&gt;dan membuka hatimu.&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-7493575086774935135?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/7493575086774935135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=7493575086774935135' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/7493575086774935135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/7493575086774935135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/07/mulutmu-adalah-pakumu.html' title='Mulutmu adalah Pakumu'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-2378754831459406519</id><published>2009-06-23T22:54:00.001-07:00</published><updated>2009-06-23T22:54:26.242-07:00</updated><title type='text'>HIZB/ AMALAN-AMALAN YANG SESUAI ALQUR'AN DAN ASSUNNAH UNTUK MEMBENTENGI DIRI DARI SIHIR, AINUN HASAD/ MATA DENGKI, GANGGUAN JIN, SYAITAN  DLL.</title><content type='html'>By: Ahmad Saikhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kuatkan iman, ikhlaskan niat, luruskan Aqidah dan murnikan tauhid dari&lt;br /&gt;segala bentuk kesyirikan baik syirik kecil/sughro maupun syirik besar/kubro&lt;br /&gt;dengan menjauhi sifat Sum'ah, Iri dengki, Ujub,Takabbur, Fasiq Riya dan&lt;br /&gt;membuang dan tidak bergantung kepada benda-benda yang tidak bermanfaat dan&lt;br /&gt;menganggap bertuah benda karena merupakan perbuatan syirik seperti segala&lt;br /&gt;jenis jimat, wifk, keris, cincin bertuah dan juga tidak mendatangi Dukun,&lt;br /&gt;Kahin, Peramal/Aaraf, Paranormal dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beribadahlah sesuai tuntunan RasuluLLah  dan menjauhi segala bentuk&lt;br /&gt;bid'ah baik dalam dzikir maupun ibadah mahdhoh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jagalah ketaatan pada Allah dan jauhi kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peliharalah shalat Fardlu/wajib &amp; usahakan tepat waktu serta berjamaah&lt;br /&gt;bagi lk2 dan di tambah dengan shalat-shalat sunnah/nawafil&lt;br /&gt;seperti shalat dhuha, tahajjud/qiyyamul lail, witir, dan shalat-shalat&lt;br /&gt;sunnah rawatib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perbanyaklah membaca Alqur'an setiap hari, malam hari terutama dan lebih&lt;br /&gt;afdhal disertai artinya dan tafsirnya untuk mentadabburinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Persempit Jalan syaitan dengan memperbanyak puasa sunnah (senin-kamis,&lt;br /&gt;ayyamul bidh 3 hari per bulan tgl 13,14 dan 15, puasa sunnah daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Basahi lidah dengan banyak dzikir, istighfar, tasbih, tahmid, takbir,&lt;br /&gt;tahlil, shalawat dll setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jagalah dzikir AlMatsurat Kubra/Sughra Imam AsSyahid Hasan AlBanna dan&lt;br /&gt;dzikir yang bersumber dari Alqur'an dan Assunnah setiap pagi dan petang&lt;br /&gt;(ba'da maghrib dan shubuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bekali diri dengan banyak mengikuti majleis ta'lim,halaqah-halaqah&lt;br /&gt;tarbiyyah dan kajian islam yang manhaji sesuai sunnah yang membahas&lt;br /&gt;pentingnya Tauhid dan pemahaman Aqidah yang lurus/shahih sesuai Ulama&lt;br /&gt;salafus shalih, Tazkiyatun nafs/pembersihan jiwa, membaca buku-buku&lt;br /&gt;keislaman, sering konsultasi, membaca kitab hadist, sirah nabawiyah dan&lt;br /&gt;sirah para shahabat Rasul, membaca tafsir Alqur'an dan Assunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hindari kebiasaan melamun, mengkhayal, pikiran-pikiran yang membuat&lt;br /&gt;terlalu gelisah, sedih, marah, takut, tertekan, putus asa dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Carilah dan pertahankan untuk selalu bersama teman/orang-orang yang&lt;br /&gt;Shalih, keislaman terjaga, wara', tawadhu', semangat untuk mencari ilmu&lt;br /&gt;agama dan senantiasa berda'wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sering-seringlah berMuhasabah/instrospeksi diri diikuti dengan Taubatan&lt;br /&gt;Nasuha dan Istighfar pada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Usahakan selalu dalam keadaan suci/berwudlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bersihkan rumah kita dari gambar-gambar makhluk hidup, photo-photo,&lt;br /&gt;patung-patung, lonceng, musik-musik maksiat, anjing, gambar salib dan&lt;br /&gt;isilah rumah kita dengan memperbanyak shalat sunnah, membaca Alqur'an, atau&lt;br /&gt;menyetel kaset murottal qur'an .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bacalah Do'a-do'a setiap memulai atau mengakhiri pekerjaan seperti do'a&lt;br /&gt;masuk-keluar toilet, mau tidur, makan, masuk-keluar masjid, berkumpul&lt;br /&gt;dengan istri, masuk keluar rumah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bacalah : Laa ilaa Ha illallaahu wahdaHu Laa syarii kalaHu, LaHul mulku&lt;br /&gt;walaHul hamdu waHuwa 'alaa kulli syain qodiir... Ba'da Shubuh 100 x  dan&lt;br /&gt;Ba'da Maghib 10 x. Kalau nanti terasa ada getaran, ditusuk-tusuk, dada&lt;br /&gt;berdebar, ada sesuatu yang berjalan ditubuh, mual, pusing  atau terasa&lt;br /&gt;ngantuk terus lanjutkan dan lawan dengan terus membaca sambil&lt;br /&gt;mencabut-cabut tempat-tempat yang sakit seperti mencabut sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Setiap selesai shalat Fardhu bacalah ayat Qursi 1x, AlIkhlas 3x,&lt;br /&gt;AlFalaq 3x dan AnNas 3x. Bacalah Istighfar, Tasbih 33x, Tahmid 33 x, Takbir&lt;br /&gt;33x. Dan genapkan 100 dengan kalimah do'a diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bacalah "A'udzubikalimatiLlahi Tammati Min Sarri Ma Kholaq",&lt;br /&gt;"BismiLLahi La yadhurru ma'asmihi Sya'iun fil ardhi wa la fissama'I&lt;br /&gt;wahuwa sami'ul 'Aliim" 3x setiap pagi dan petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Berwudlu sebelum tidur kemudian bersihkan dan rapikan tempat tidur&lt;br /&gt;dengan sulak atau yg lain. Bacalah ayat Qursi 1x, Angkatlah kedua telapak&lt;br /&gt;tangan seperti berdo'a dan bacalah AlIkhlas 3x, AlFalaq 3x, AnNas 3x&lt;br /&gt;kemudian tiupkan telapak tangan dan usapkan ke seluruh tubuh. Bacalah Do'a&lt;br /&gt;sebelum tidur. Kemudian berbaringkan kesebelah kanan dan teruslah berdzikir&lt;br /&gt;sampai tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Jadikan Sabar dan Shalat sebagai penolongmu serta Tawakkal dan berserah&lt;br /&gt;diri secara total kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji'  :&lt;br /&gt;Kitab Wiqayatul Insan Minal Jinni Wassyaithan, AsSharim Bathar, Tahsin&lt;br /&gt;AlBait MinaShyaithan oleh Syaih Wahid Salam Bali, Kitab Hisnul&lt;br /&gt;Muslim,Penyembuhan dengan AlQur'an dan Assunnah oleh Syaih Said Wahf&lt;br /&gt;AlQhahtani, Seni Berjampi-Sehat Jiwa Raga Cara Islam Abdullah bin&lt;br /&gt;Abdul Aziz bin Abdullah/Pen. Ustadz Anis Matta,Lc, Manual Book VCD&lt;br /&gt;Ruqyah Syar'iyyah oleh Ustadz H. Riyadh Rosyad, Manual Book kaset&lt;br /&gt;Ruqyah Ustadz Fadlan Abu Yassir,Lc dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Team Klinik Ruhani Batam: Syafruddin: 08127032624,Ibnu AlHaitan:&lt;br /&gt;085264010691, Ahmad Saikhu:08127739691/0819234434&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-2378754831459406519?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/2378754831459406519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=2378754831459406519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2378754831459406519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2378754831459406519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/06/hizb-amalan-amalan-yang-sesuai-alquran.html' title='HIZB/ AMALAN-AMALAN YANG SESUAI ALQUR&apos;AN DAN ASSUNNAH UNTUK MEMBENTENGI DIRI DARI SIHIR, AINUN HASAD/ MATA DENGKI, GANGGUAN JIN, SYAITAN  DLL.'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3382932480262847664</id><published>2009-06-23T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T22:53:17.015-07:00</updated><title type='text'>RUQYAH SYAR'IYYAH (ATTIBBUN NABAWI)</title><content type='html'>By: Ahmad Saikhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : "Jikalau Allah menimpakan bahaya (penyakit) kepadamu maka&lt;br /&gt;tidak ada yang dapat menghalanginya selain Dia dan jikalau Allah&lt;br /&gt;menghendaki kebaikan untukmu maka tidak ada yang dapat menghalangiNya,&lt;br /&gt;kebaikan itu diberikan olehNya kepada orang yang dikehendaki dari&lt;br /&gt;hamba-hambaNya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. Yunus:&lt;br /&gt;107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap penyakit itu ada obatnya,  jika tepat obatnya maka penyakit&lt;br /&gt;akan sembuh dengan izin Allah 'Azza wa Jalla" (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menurunkan suatu penyakit,&lt;br /&gt;kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah&lt;br /&gt;diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya,  kecuali mati"&lt;br /&gt;(HR. Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah&lt;br /&gt;menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya,  selain&lt;br /&gt;penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)"&lt;br /&gt;(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti ruqyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-ruqa adalah jama' dari Ruqbatun artinya mantera atau jampi-jampi&lt;br /&gt;yang di gunakan untuk mengobati orang yang terkena sakit/musibah,&lt;br /&gt;misalnya orang terkena penyakit panas, kemasukan jin atau penyakit-penyakit&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Ruqyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruqyah juga di sebut azimah, terdiri atas dua macam: Yang bebas dari&lt;br /&gt;unsur syirik (Ruqyah Syar'iyyah) dan yang tidak lepas dari unsur&lt;br /&gt;syirik (Ruqyah Syirkiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Ruqyah Syar'iyyah yaitu dengan membacakan kepada si sakit sebagian&lt;br /&gt;ayat-ayat Al-Qur'an dan Do'a-do'a yang ma'tsur atau di mohonkan&lt;br /&gt;perlindungan untuknya dengan Asma' dan Sifat Allah. Hal ini di bolehkan&lt;br /&gt;karena Nabi shallallahu'alaihi wa sallam telah me-ruqyah (menjampi) dan&lt;br /&gt;beliau memerintahkan untuk me-ruqyah serta membolehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Ruqyah Syirkiyyah yaitu Ruqyah yg di dalamnya terdapat permohonan&lt;br /&gt;pertolongan kepada selain Allah yaitu dengan berdo'a kepada selain Allah,&lt;br /&gt;meminta pertolongan dan berlindung kepadanya, misalnya me-ruqyah dengan&lt;br /&gt;nama-nama jin, atau nama-nama malaikat para nabi dan orang-orang shalih.&lt;br /&gt;Hal ini termasuk berdo'a kepada selain Allah, dan ia adalah syirik besar.&lt;br /&gt;termasuk ruqyah jenis ini adalah dilakukan dengan selain bahasa arab atau&lt;br /&gt;yang tidak dipahami maknanya, sebab di takutkan kemasukan unsur kekufuran&lt;br /&gt;atau kesyirikan sedang ia tidak mengetahuinya. Ruqyah jenis ini adalah&lt;br /&gt;ruqyah yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat di perbolehkannya Ruqyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Suyuthi berkata: "Para ulama sepakat tentang di bolehkannya ruqyah&lt;br /&gt;bila memenuhi tiga syarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, hendaknya dilakukan dengan kalamullah (Al-Qur'an),do'a-do'a&lt;br /&gt;dari RasuluLlah yang ma'tsur atau dengan Asma' dan SifatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Hendaknya dengan bahasa arab dan diketahui maknanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hendaknya di yakini bahwa ruqyah itu tidak berpengaruh dengan&lt;br /&gt;sendirinya, tetapi dengan takdir Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, hendaknya di bacakan kemudian di hembuskan kepada si sakit atau&lt;br /&gt;dibacakan di air kemudian air itu di minumkan kepada si sakit, sebagaimana&lt;br /&gt;disebutkan dalam hadis Tsabit bin Qais: "Bahwasanya Nabi shallallahu&lt;br /&gt;'alaihi wa sallam mengambil tanah dari bathan lalu di letakkannya di gelas&lt;br /&gt;kemudian beliau menyemburkan air padanya dan menuangkannya di atasnya."(HR.&lt;br /&gt;Abu Daud. lihat. At-Tauhid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil tentang Ruqyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalil Alqur'an :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada&lt;br /&gt;orang-orang yang dzalim selain kerugian." (QS Al Isra':82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan,&lt;br /&gt;sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka" (QS Fuslihat:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan&lt;br /&gt;penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk&lt;br /&gt;serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QSYunus:57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata:" Alqur'an adalah penyembuh yang paling sempurna&lt;br /&gt;bagi semua penyakit dunia dan akherat. (Za'adul Ma'ad Jilid IV, hal 6&lt;br /&gt;dan 352)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalil AsSunnah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Auf bin Malik ia berkata: "Kami diruqyah ketika masa jahiliyah, lalu&lt;br /&gt;kami tanyakan, "Wahai Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;bagaimana pendapat baginda tentang hal itu?" Maka beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku, tidak mengapa ruqyah selama tidak&lt;br /&gt;mengandung syirik."(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadits dari A'isyah: Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur&lt;br /&gt;maka Ia gabungkan kedua telapak tanganNya, kemudian ditiupkan pada keduanya&lt;br /&gt;sambil membaca "Al Muawwidzat" (Al Ikhlas, Al Falaq dan Annas) lalu beliau&lt;br /&gt;mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala,  bagian muka dan&lt;br /&gt;bagian depan badan hingga tubuh yang dapat dijangkau . Beliau kerjakan tiga&lt;br /&gt;kali. A'isyah berkata: "Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku&lt;br /&gt;mengerjakan seperti ini" (HR.&lt;br /&gt;Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadits dari A'isyah: Bahwasanya Nabi saw apabila ada seorang merasa&lt;br /&gt;tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jariNya pada tanah&lt;br /&gt;kemudian diangkatnya sambil membacakan doa: "BismIIlahi turbatu ardhinaa&lt;br /&gt;Biriiqoti ba'dhinaa Yusqoobihi saqiimunaa Bi-izni robbinaa"&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadits dari A'isyah: Bahwasanya Nabi saw pernah mendoakan salah satu&lt;br /&gt;keluarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannya (pada tubuh yang&lt;br /&gt;sakit) sambil membaca: "Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi&lt;br /&gt;antasysyafii Laa syifaa-a illaa syifaauka Syifaa-an laa yugoodiru&lt;br /&gt;saqoman" (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Jibril pernah meruqyah RasuluLLah SAW : " Wahai Muhammad&lt;br /&gt;apakah engkau mengeluh dari suatu penyakit?. RasuluLlah SAW menjawab:"&lt;br /&gt;Ya,". Maka Jibril pun berkata: "Dengan nama ALLAH aku meruqyahmu dari&lt;br /&gt;segala sesuatu yang mengganggumu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata&lt;br /&gt;yang dendam. Semoga ALLAH menyembuhkanmu. Dengan nama ALLAH akau&lt;br /&gt;meruqyahmu" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Aisyah RA:Adalah Nabi SAW, jika mengeluh dari suatu penyakit, ia&lt;br /&gt;menjampi dirinya dan meniup (seluruh badannya). Jika rasa sakitnya&lt;br /&gt;bertambah keras, maka akulah yang menjampinya lalu mengusap (badannya)&lt;br /&gt;dengan tangan kannnya utk mengharapkan berkahnya". (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Aisyah RA:"RasuluLLah memerintahkan aku berlindung dari 'Ain&lt;br /&gt;dengan Ruqyah" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lain-lain dalil tentang Ruqyah dari RasuluLLah SAW yang tidak bisa&lt;br /&gt;kami sebutkan satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Harus Ruqyah Syar'iyyah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Islam sebagai agama yang sempurna memberikan alternatif pengobatan&lt;br /&gt;yang sesuai syariat yang jauh dari kesyirikan. (QS AnNisa:48,116)&lt;br /&gt;2.   Sebagai salah satu dari rahasia ALLAH yaitu sarana da'wah yang efektif&lt;br /&gt;terutama meluruskan Aqidah ummat, memberantas penyakit TBK (Takhayyul,&lt;br /&gt;Bid'ah dan Khurafat) dengan memberantas segala jenis Jimat, Wifk, Rajah dan&lt;br /&gt;ketergantungan kepada benda-benda yg dianggap bertuah yang lain. (QS&lt;br /&gt;AnNahl:36)&lt;br /&gt;3.   Ruqyah adalah Sunnah Nabi dengan mengambil dalil-dalil diatas.&lt;br /&gt;4.   Karena sekarang dendam telah merajalela dan banyaknya penyakit yang&lt;br /&gt;disebabkabkan oleh 'Ainul Hasad.&lt;br /&gt;5.   Karena kita sering lalai dari berdzikir dan mengingat ALLAH di setiap&lt;br /&gt;keadaan karena bnayaknya sarana-sarana ma'siat.&lt;br /&gt;6.   Karena Ruqyah ini penting utk mengobati orang-orang yang menderita&lt;br /&gt;berbagai macam penyakit. RasuluLLah SAW bersabda: " Sebagian besar ummatku&lt;br /&gt;mati karena setelah qadha dan qadhar-penyakit 'Ain" (Shahihul Jami':4022)&lt;br /&gt;7.   Karena sekarang banyak peluang dari Iblis dan tentaranya (Syaitan,&lt;br /&gt;Jin) untuk menguasai manusia.&lt;br /&gt;8.   Karena Ruqyah dan Dzikir merupakan pengobatan yang terbaik bagi semua&lt;br /&gt;bentuk penyakit kejiwaan yang sekarang di derita banyak orang.&lt;br /&gt;9.   Karena hasil dari pengobatan ini lebih terjamin dengan izin ALLAH SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-Jenis Gangguan Jin dan Penyebab-penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan Phisik&lt;br /&gt;1. Pusing-pusing sebagian atau keseluruhan, leher berat atau kaku.&lt;br /&gt;2. Nyeri, berat atau terasa panas pada bagian persendian-persendian&lt;br /&gt;tertentu.&lt;br /&gt;3. Dada sesak atau panas.&lt;br /&gt;4. Sakit pada perut atau ulu hati.&lt;br /&gt;5. Gangguan sekitar rahim, prostat, ginjal.&lt;br /&gt;6. Pandangan mata terasa kabur&lt;br /&gt;7. Mendengkur keras ketika tidur atau terdengar bunyi gigi beradu ketika&lt;br /&gt;tidur&lt;br /&gt;8. Memiliki kekuatan fisik yang luar biasa&lt;br /&gt;9. Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan Kejiwaan/ Pikiran&lt;br /&gt;1. Mudah/Sering marah atau tersinggung&lt;br /&gt;2. Bingung dan sulit konsentrasi&lt;br /&gt;3. Sering bermimpi yang menakutkan dikejar-kejar sesuatu dan tidak&lt;br /&gt;menyenangkan.&lt;br /&gt;4. Sering bermimpi bertemu dengan hewan-hewan seperti Ular, Harimau dll.&lt;br /&gt;5. Ketika tidur sering merasa ketindihan dan tdk bisa bergerak /berteriak.&lt;br /&gt;6. Sering bermimpi bertemu dengan orang yang selalu sama.&lt;br /&gt;7. Sering merasa gelisah, Resah, Takut dan minder.&lt;br /&gt;8. Sulit untuk tidur atau kebanyakan tidur.&lt;br /&gt;9. Malas beraktifitas dalam kebaikan.&lt;br /&gt;10. Sering berprasngka buruk dan was-was.&lt;br /&gt;11. Merasa ada bisikan-bisikan di hati dan di telinga.&lt;br /&gt;12. Pernah/Sering mendengar letusan diatap rumah, bunyi kran air yang&lt;br /&gt;dipermainkan, bunyi gedor-gedor tembok/pintu di malam hari.&lt;br /&gt;13. Sering bisa menebak peristiwa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;14. Bisa melihat makhluk (benda) yang orang lain tidak bisa melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan Dalam Ibadah&lt;br /&gt;1. Sering lupa jumlah Raka'at shalat.&lt;br /&gt;2. Terasa berat, mengantuk setiap berdzikir atau membaca Alqur'an atau&lt;br /&gt;hadir di Majelis pengajian.&lt;br /&gt;3. Sering sulit bangun pagi/shubuh.&lt;br /&gt;4. Sering mersa batal sehabis berwudlu&lt;br /&gt;5. Sering tidak yakin ketika wudlu, mandi jinabat dan was-was ketika&lt;br /&gt;shalat.&lt;br /&gt;6. Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pada Aktifitas Kita&lt;br /&gt;1. Terhalang rejeki dan sering gagal dalam usaha.&lt;br /&gt;2. Terhalang mendapatkan jodoh&lt;br /&gt;3. Terhalang mendapatkan keturunan.&lt;br /&gt;4. Dijauhi rekan-rekan dan di benci.&lt;br /&gt;5. Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pada Benda&lt;br /&gt;1. Merusak mesin seperti mobil, motor, mesin pabrik dll&lt;br /&gt;2. Terasa angker pada pohon shg tidak bisa di tebang, tanah tidak bisa di&lt;br /&gt;cangkul dll.&lt;br /&gt;3. Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab-Penyebab Gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari internal (Dari Dalam) :&lt;br /&gt;1. Pagar-pagar penjaga rumah yang ditaman di sekita pekarangan rumah.&lt;br /&gt;2. Jimat-jimat atau rajah yang di gantung di rumah atau tempat usaha&lt;br /&gt;3. Jimat-jimat seperti Rompi, Ikat Kepala, Ikat pinggang, Kain Kafan, Besi&lt;br /&gt;Kuningan, Keris bertuah, Rajah yg dimasukkan di dompet, topi, pulpen dll&lt;br /&gt;4. Jimat-jimat dalam bentuk benda pusaka seperti Cincin Akik, Keris,&lt;br /&gt;Patung, Topeng, Gambar bernyawa dll.&lt;br /&gt;5. Amalan atau wirid yang tidak ada contoh dari RasuluLlah berdasarkan&lt;br /&gt;hadist yang shahih.&lt;br /&gt;6. Ilmu kadigdayan,kanoragan tenaga dalam yang di peroleh melalui susuk&lt;br /&gt;yang dimasukkan, pernafasan, Wirid bacaan tertentu dll.&lt;br /&gt;7. Banyaknya maksiat yang dilanggar.&lt;br /&gt;8. dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari External (Luar) :&lt;br /&gt;1. Pelet, Santet, sirep, Gendam, Tenung, Teluh dan sihir-sihir yang lain.&lt;br /&gt;2. Ainul Hasad (pandangan mata yang dengki) dan Nafsul Hasad (Jiwa yang iri&lt;br /&gt;dengki)&lt;br /&gt;3. Dijadikan tumbal&lt;br /&gt;4. dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3382932480262847664?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3382932480262847664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3382932480262847664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3382932480262847664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3382932480262847664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/06/ruqyah-syariyyah-attibbun-nabawi.html' title='RUQYAH SYAR&apos;IYYAH (ATTIBBUN NABAWI)'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4383468059439191825</id><published>2009-06-20T09:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T09:24:00.105-07:00</updated><title type='text'>4 RAHASIA SUKSES</title><content type='html'>Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.&lt;br /&gt;Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ," tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan.. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya.. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAHASIA KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. . Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda.. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh.... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4383468059439191825?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4383468059439191825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4383468059439191825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4383468059439191825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4383468059439191825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/06/4-rahasia-sukses.html' title='4 RAHASIA SUKSES'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6221140337839452172</id><published>2009-06-19T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T20:17:27.408-07:00</updated><title type='text'>Setan &amp; Sholat Subuh di Masjid</title><content type='html'>Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;ditengah jalan menuju masjid, pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah,  dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! &lt;br /&gt;Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah. &lt;br /&gt;Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu. &lt;br /&gt;Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab "Saya melihat anda jatuh 2 kali  di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.' Pria pertama mengucapkan terima kasih  dan mereka berdua berjalan ke masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang  membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya. &lt;br /&gt;Pria kedua menolak. &lt;br /&gt;Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawabannya sama. &lt;br /&gt;Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat. Pria kedua menjawab,&lt;br /&gt;Aku adalah Setan (devil/ evil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua. &lt;br /&gt;Setan kemudian menjelaskan, 'Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa2mu. &lt;br /&gt;Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu. &lt;br /&gt;Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya, jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat..' &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. &lt;br /&gt;Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6221140337839452172?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6221140337839452172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6221140337839452172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6221140337839452172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6221140337839452172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/06/setan-sholat-subuh-di-masjid.html' title='Setan &amp; Sholat Subuh di Masjid'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4052133803149146030</id><published>2009-06-19T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T20:34:44.840-07:00</updated><title type='text'>Kejujuran Iblis</title><content type='html'>Dari Muadz bin Jabal dari Ibn  Abbas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman  seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari  luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? sebab kalian akan  membutuhkanku. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang  memanggil? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih  tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan, "itu iblis, laknat Allah  bersamanya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai  Rasulullah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menahannya:"&lt;br /&gt;Sabar wahai Umar, bukankah  kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih  baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini,  pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan  baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka,  ternyata dia seperti seorang&lt;br /&gt;kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut&lt;br /&gt;seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya  seperti&lt;br /&gt;bibir sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu  para&lt;br /&gt;hadirin..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu menjawab:  Salam hanya  milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa  keperluanmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab: "Wahai&lt;br /&gt;Muhammad, aku datang ke sini bukan atas&lt;br /&gt;kemauanku, namun karena terpaksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang  memaksamu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku   dan berkata:&lt;br /&gt;"Allah  SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup  angin. "&lt;br /&gt;oleh  karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku  berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatupun yang paling besar menimpaku  daripada cacian musuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  Yang Dibenci Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku  benci."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  selanjutnya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi  kepada Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"lalu siapa  lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Aliim dan wara'  (Loyal) "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu siapa  lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang  yang selalu   bersuci."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah  mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa tanda  kesabarannya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya   kepada orang lain selama 3  hari, Allah akan memberi pahala orang -orang  yang&lt;br /&gt;sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selanjutnya   apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang kaya yang bersyukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa tanda  kesyukurannya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan  mengeluarkannya juga dari tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang seperti apa Abu  Bakar menurutmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam  Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umar bin  Khattab?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku  pasti kabur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Usman bin  Affan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku  malu kepada orang yang  malaikat pun malu kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ali bin Abi  Thalib?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku  berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia&lt;br /&gt;melepaskanku dan  aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan&lt;br /&gt;itu."  (Ali bin&lt;br /&gt;Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan Yang  Dapat Menyakiti Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang kau rasakan  jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku  merasa panas dingin dan gemetar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x  kepada Allah, Allah&lt;br /&gt;mengangkatnya 1 derajat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seorang umatku  berpuasa? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tubuhku terasa terikat hingga ia  berbuka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ia  berhaji?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku  seperti orang   gila."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ia membaca  al-Quran? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku merasa meleleh laksana timah diatas  api."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika ia  bersedekah? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku  dengan gergaji."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mengapa bisa  begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sebab dalam sedekah ada 4&lt;br /&gt;keuntungan baginya.  yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak  akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam  musibah akan terhalau dari dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa yang dapat mematahkan  pinggang mu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"suara kuda perang di jalan  Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dapat melelehkan  tubuhmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"taubat orang yang bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa yang dapat membakar  hatimu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"istighfar di waktu siang dan  malam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dapat mencoreng  wajahmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sedekah yang diam - diam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dapat menusuk  matamu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shalat fajar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dapat memukul  kepalamu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shalat  berjamaah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling  mengganggumu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Majelis para  ulama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana cara  makanmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dengan tangan kiri&lt;br /&gt;dan  jariku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dimanakah kau menaungi  anak - anakmu di musim panas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"di bawah kuku  manusia. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Yang Menjadi   Teman Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi  lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai  Iblis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemakan riba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  sahabatmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pezina."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa teman  tidurmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemabuk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  tamumu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pencuri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  utusanmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tukang sihir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu  gembira? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bersumpah dengan  cerai. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  kekasihmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang  yang meninggalkan   shalat jumaat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa manusia yang paling  membahagiakan mu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"orang  yang meninggalkan shalatnya dengan  sengaja. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Tidak Berdaya Di  hadapan Orang Yang Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu  bersabda : "Segala puji bagi Allah  yang telah membahagiakan umatku dan  menyengsarakanmu ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis segera menimpali:"tidak, tidak... tak akan ada kebahagiaan  selama aku hidup hingga hari akhir.&lt;br /&gt;Bagaimana kau bisa berbahagia  dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan  mereka tak bisa melihatku.&lt;br /&gt;Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga  hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua.&lt;br /&gt;Baikyang bodoh, atau yang pintar,yang bisa membaca dan tidak bisa&lt;br /&gt;membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba  Allah yang   ikhlas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa orang yang ikhlas  menurutmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa  barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang  ikhlas. &lt;br /&gt;Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan  dirham, tidak suka pujian  dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan  dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh  padaku. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Dibantu oleh 70.000 anak -  anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu  Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki  70.000 syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk  menggangu wanta - wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan  kepada para Zahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga  manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya,  manusia tidak akan  mengantuk pada waktu shalat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di  mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan  duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang  memandanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu  ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi  kukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu  kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda  manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada  rahib yang telah beribadat  kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika.&lt;br /&gt;Aku terus menggodanya  hingga ia berzina, membunuh dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Iblis Menggoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari  diriku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akulah mahluk pertama yang berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa  bersumpa h dengan berdusta, ia kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau  Muhammad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah  bahwa aku benar - benar menasihatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah dusta adalah  kegemaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah (gosip) dan Namimah (Adu domba)  kesenanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian palsu kegembiraanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersumpah untuk  menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan  walaupun ia benar. sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata  cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu  hingga hari kiamat. jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka  hanya karena satu kalimat, CERAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, umatmu  ada yang suka mengulur  ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya  waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia  melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya  kemukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat.  Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', ia pun  menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya  serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam  shalatnya akan dipukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia  untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia  berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan  tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan  wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia berhasil  mengalahkan ku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika  ia tidak menutup mulutnya  ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya  menjadi bertambah serakah dan gila dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan iapun semakin taat  padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku  memerintahkan orang miskin  agar meninggalkan shalat. aku katakan padanya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya  wajib untuk orang yang  berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau  shalat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil  meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam  kemurkaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan  menjadikanku debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira  dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari  islam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10  Permintaan Iblis kepada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"berapa yang kau pinta dari  Tuhanmu?&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"10  macam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa  saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku  minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak&lt;br /&gt;manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali  tipuan. " (QS Al-Isra :64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang  tidak dizakatkan, aku makan darinya. aku juga makan dari makanan haram dan yang  bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta  agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan  istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan  sangat patuh kepada syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta agar bisa ikut bersama  dengan orang yang menaiki  kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta agar Allah menjadikan kamar  mandi sebagai rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta agar Allah menjadikan pasar  sebagai masjidku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai  Quranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman  tidurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia  jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  berfirman, "Orang  -orang boros adalah  saudara - saudara&lt;br /&gt;syaithan. " (QS Al-Isra : 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad,  aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara  mereka tidak bisa  melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk  mengalir dalam aliran darah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, "silahkan",  aku bangga dengan hal itu hingga hari iamat. sebagian besar manusia  bersamaku di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata : "wahai muhammad,  aku tak bisa menyesatkan   orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan  menggoda. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana  dirimu, kamu tidak bisa  memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan   amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir  pun di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau hanya bisa menjadi penyebab  untuk orang yang telah  ditentukan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  yang bahagia adalah orang  yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW lalu  membaca ayat :"mereka akan terus  berselisih&lt;br /&gt;kecuali orang   yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 -  119)&lt;br /&gt;juga membaca, "Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis lalu  berkata: "wahai Rasul Allah takdir  telah ditentukan dan&lt;br /&gt;pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk&lt;br /&gt;surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk - mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si  celaka yang&lt;br /&gt;terusir, ini  akhir yang ingin aku  sampaikan kepadamu. dan aku tak&lt;br /&gt;berbohong."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4052133803149146030?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4052133803149146030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4052133803149146030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4052133803149146030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4052133803149146030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/06/kejujuran-iblis.html' title='Kejujuran Iblis'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4730736915434913489</id><published>2009-04-29T18:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-29T18:55:09.986-07:00</updated><title type='text'>Sekelumit Nasehat  Dari H Allay</title><content type='html'>(mengenai rejeki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"betapa banyak orang yg Allah hinakan dengan hartanya .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"klo ternyata dengan menjadi miskin kita tambah dekat dgn allah, itu musibah apa nikmat ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ternyata banyak jg org yg dijadikan miskin dulu, baru iman nya bertambah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"malaikat itu ga pernah salah kirim rezeki"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bahkan ulat yg hidup di dalam batu besar pun, allah tumbuhkan dedaunan.. apalagi kita.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mengenai rejeki, jodoh, umur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rejeki untuk kita sedang bergerumul melayang2 di udara.. menunggu saatnya yg tepat untuk jatuh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"alahnya pesawat kita untuk menurunkan rejeki itu sudah siap menampung belum.. daya tampungnya brp..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"klo pun pesawatnya kuat, apakah landasan kita sudah kuat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"coba  buka surat 42 ayat 27-28"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba2Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi. tetapi Allah menurunkan apa yg dikehendakinya dengan ukuran. sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaaan hamba2Nya lagi Maha Melihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan dialah yg menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. dan Dia lah yg Maha Pelindung lagi Maha Terpuji"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mengenai sikap, baik sangka, dan cinta allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;", siapakah manusia yg paling allah cinta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rasulullah bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"adakah yg meragukan cinta allah untuk rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi coba liat rasulullah, bahkan lahir dalam keadaan yatim, 6thn kemudian ditinggal ibu nya.. tempat dia bersandar tidak ada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kemudian allah mengambil kakeknya dan pamannya sebagai penjamin politik dan keamanannya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ga cukup sampai disitu, bahkan allah mengambil suply rejeki rasulullah dgn memanggil khadijah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bahkan rasulullah harus diperangi bangsanya, dan diusir dari negerinya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apakah kita brani bilang, klo allah ga cinta dengan rasulnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi jangan buruk sangka dengan Allah, apapun yg menimpa kita, yakinlah bukan azab. tapi sebagai bukti kecintaan Allah untuk kita, kerena kita selalu dikasih yang terbaik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ga usah main2 dgn yg namanya jodoh, umur, dan rezeki"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"itu urusan allah, kita cuma karyawan allah disini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pak haji i ingat gimana waktu kecil dulu pak haji ih main kelereng sama temen2"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"seperti baru kemarin.. ternyata usia pak haji sudah senja skrg.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;", dunia itu benar2 cuma sebentar.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dunia itu.... hanyalah sekedar 'jangan dilupakan'.. jadi fokus kita tetap ke akhirat yg abadi"...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4730736915434913489?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4730736915434913489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4730736915434913489' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4730736915434913489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4730736915434913489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/04/sekelumit-nasehat-tentang-rejeki.html' title='Sekelumit Nasehat  Dari H Allay'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6476176768049184218</id><published>2009-04-13T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T22:52:24.761-07:00</updated><title type='text'>Merubah Dunia</title><content type='html'>Mari belajar dari penyesalan yang tertulis di batu nisan seorang penulis berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negeriku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negeriku, aku mulai berusaha mengubah masyarakatku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah masyarakatku, maka aku mulai berusaha mengubah keluargaku. Kemudian akupun sadar aku semakin renta, aku juga tak bisa mengubah keluargaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktuku sudah hampir habis, aku menyesal ternyata satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri. Bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku kemudian masyarakatku. Pada akhirnya aku akan mengubah negeriku dan setelah itu aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6476176768049184218?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6476176768049184218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6476176768049184218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6476176768049184218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6476176768049184218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/04/merubah-dunia.html' title='Merubah Dunia'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-3870626946647219530</id><published>2009-02-26T04:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T04:52:27.035-08:00</updated><title type='text'>Adakah Yang Mendoakan Saya ?</title><content type='html'>Seorang caleg terkenal sekaligus pengusaha sukses jatuh sakit. Sudah 7 hari ia dirawat di ICU. Ketika orang-orang terlelap dalam tidur malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si caleg yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan, jika dalam waktu 2x24 jam ada 40 orang berdo'a buat kesembuhanmu, maka kau akan sembuh. Sebaliknya jika dalam kurun waktu itu, jumlahnya belum terpenuhi, kau akan meninggal dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kalau hanya mencari 40 orang, itu soal mudah ... pikir si caleg/pengusaha ini dengan PD-nya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam keduanya, tepat pukul 23:00, malaikat kembali mengunjunginya, dengan antusiasnya si caleg (pengusaha) bertanya, apakah besok pagi aku sudah sembuh ? pastilah banyak yang berdo'a buat aku, jumlah karyawanku tidak kurang dari 1000 orang... , belum lagi pengikutku di partai, jumlahnya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut si Malaikat berkata, wahai ‘Fulan’, aku sudah berkeliling kesana kemari mencari suara hati yang berdo'a buatmu... tapi sampai saat ini baru ada 3 orang, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya sulit sekali kalau dalam waktu dekat ini ada tambahan 37 orang yang berdo'a buat kesembuhanmu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu reaksi dari si caleg/pengusaha, lalu malaikat menunjukkan layar besar berupa TV, siapa 3 orang yang berdo'a buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri... di sebelahnya ada 2 orang anak kecil...putra putrinya yang berdo'a dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Malaikat, aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu' Kembali terlihat dimana si istri sedang berdo'a jam 2:00 pagi menjelang subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam karir politiknya, bahkan kalaupun dia memberikan sumbangan, kadang hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri. Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya. Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si caleg/pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdo'a 37 orang ! Dengan setengah bergumam dia bertanya, apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku, pengikutku tidak ada yang berdo'a buatku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab si Malaikat, ada beberapa yang berdo'a buatmu, tapi mereka tidak tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si caleg/pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,&lt;br /&gt;wahai ’Fulan’, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu !! &lt;br /&gt;Kau akan sembuh, karena ada 37 orang yang berdo'a buatmu tepat jam 24:00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 37 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. Bukankah itu Panti Asuhan? kata si pengusaha pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar ’Fulan’, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu dibalik kedermawanan, kadang kamu mencari popularitas, menarik perhatian pemerintah dan para pendukung partai, NAMUN bulan lalu kamu sembunyi-sembunyi dan tulus menyantuni anak yatim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi, salah seorang anak yatim panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang caleg/pengusaha terkenal sudah 7 hari di rawat ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menyantuni mereka dan akhirnya anak-anak yatim panti asuhan sepakat untuk shalat tahajud berjamaah lalu diakhiri dengan berdo'a buat kesembuhanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, cobalah mendoakan kebaikan dengan tulus. Mungkin saja saat itu dia dalam keadaan butuh dukungan do'a.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-3870626946647219530?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/3870626946647219530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=3870626946647219530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3870626946647219530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/3870626946647219530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/02/ada-yang-mendoakan.html' title='Adakah Yang Mendoakan Saya ?'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-6754719183506693665</id><published>2009-02-22T03:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T03:24:20.690-08:00</updated><title type='text'>Kupu-kupu</title><content type='html'>Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh kesamping, "Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?" Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat&lt;br /&gt;ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak&lt;br /&gt;naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah. " Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.&lt;br /&gt;"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" Sang Kakek menatap pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri." Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah&lt;br /&gt;memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-6754719183506693665?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/6754719183506693665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=6754719183506693665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6754719183506693665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/6754719183506693665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/02/kupu-kupu.html' title='Kupu-kupu'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-4800794450473934370</id><published>2009-02-20T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T00:10:13.260-08:00</updated><title type='text'>Bersyukur</title><content type='html'>Saya Bersyukur Untuk Istri&lt;br /&gt;Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin&lt;br /&gt;Karena Istriku DIRUMAH malam ini, &lt;br /&gt;dan TIDAK bersama orang lain ... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR UNTUK SUAMI&lt;br /&gt;Yang duduk bermalasan di Sofa&lt;br /&gt;Sambil baca koran males-malesan,&lt;br /&gt;Karena doi bersama aku dirumah&lt;br /&gt;dan Tidak keluyuran ... apalagi ke Bar malem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur untuk anakku&lt;br /&gt;Yang selalu PROTES dirumah &lt;br /&gt;Karena artinya .... dia sedang dirumah&lt;br /&gt;dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar&lt;br /&gt;karena artinya ... &lt;br /&gt;Saya bekerja ... atau Punya penghasilan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan.. . .&lt;br /&gt;Karena artinya saya masih punya kesempatan&lt;br /&gt;melayani orang-orang yang mengasihi saya ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan&lt;br /&gt;karena artinya ... &lt;br /&gt;Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikutiku&lt;br /&gt;Karena artinya ...&lt;br /&gt;Aku tidak disilaukan oleh Matahari ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus&lt;br /&gt;dibetulkan dirumah .. !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena artinya ... saya punya Rumah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .&lt;br /&gt;karena artinya&lt;br /&gt;Kiat masih PUNYA kebebasan untuk berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ..&lt;br /&gt;Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki .&lt;br /&gt;dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR untuk Cucian ...&lt;br /&gt;Karena artinya .... saya punya baju yang bisa dipakai ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari ..&lt;br /&gt;karena artinya ... SAYA MAMPU bekerja keras setiap hari ... J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena artinya ... SAYA MASIH HIDUP ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKHIRNYA ... BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARENA ARTINYA SAYA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN SAYA..!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-4800794450473934370?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/4800794450473934370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=4800794450473934370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4800794450473934370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/4800794450473934370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/02/bersyukur.html' title='Bersyukur'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-838170653740693648</id><published>2009-02-19T22:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T22:48:34.134-08:00</updated><title type='text'>Mencari Tuhan di Penggorengan Pisang Raja</title><content type='html'>Ada salah satu prilaku kita yang sering terjadi adalah "Ngurusi yang bukan urusannya", dampaknya adalah hidup tidak tentram. Hidup tidak tentram, akan berdampak pada kesehatan diri maupun kesehatan tatanan masarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat kelompok kehidupan manusia; &lt;br /&gt;(1) Hidup tentram dengan berkelimpahan harta; &lt;br /&gt;(2) Hidup tidak tentram dengan berkelimpahan harta;&lt;br /&gt;(3) Hidup tentram dengan tidak berkelimpahan harta; dan &lt;br /&gt;(4) Hidup tidak tentram dengan tidak berkelimpahan harta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan ini, akan diambil kasus masalah "hidup tentram dengan tidak berkelimpahan&lt;br /&gt;harta", tidak berkelimpahan harta dalam tulisan ini, bukan berarti hidupnya kekurangan, namun hidup yang tidak berkelebihan harta berlimpah ruah, namun ketentramannya sangat berlimpah ruah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sudah diterbitkan di Harian Waspada pada tanggal 26 Mei 2008, dihalaman&lt;br /&gt;bisnis dan teknologi, dengan judul "Mencari Tuhan di Penggorengan Pisang Raja", maaf kami belum bisa menyebutkan penulisnya, sebab sampai sekarang belum menemukan penulisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari terasa lezat jika disisipi beberapa potong pisang goreng dan teh manis hangat. Setelah lelah berdiri beberapa jam menyampaikan materi pelatihan, laju mobil mengantarkan saya ke sebuah warung gorengan yang tidak jauh dari komplek perhotelan mentereng di negeri ini. Kaca mata bisnis saya selalu saja senang memperhatikan geliat orang-orang yang berani menolong diri sendiri dan keluarganya melalui usaha halal dalam bentuk apapun. Melihat warung ini, saya mencoba mengkalkulasikan kira-kira berapa besar nilai bisnisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pengelolaannya, bagaimana pemasarannya, teknik jual si pelayan dan berbagai hal-hal teoritis lainnya. Seorang paruh baya menyodorkan sepiring pisang goreng ke hadapan saya sambil tersenyum ramah dan berbasa-basi mempersilahkan saya untuk mencicipinya sekaligus menanyakan minuman apa yang saya minati. Pemilik wajah yang begitu teduh dan damai itu bernama Sudiro yang akhirnya saya tahu bahwa panggilan akrabnya adalah Wak Diro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati pisang goreng terasa lebih hangat dengan obrolan ringan bersama Wak Diro.&lt;br /&gt;Dalam guyonan yang mengalir saya tahu ternyata Wak Diro adalah perantau asal Kudus yang sudah 16 tahun menjual gorengan pisang. Dalam satu hari ia bisa menghabiskan satu tandan besar dan hasil penjualannya bisa menyekolahkan ke empat anaknya hingga menjadi sarjana. Wak Diro rupanya jebolan fakultas teknik universitas negeri tertua di Jogjakarta, walau ia hanya bisa sampai semester 5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa tidak bisnis yang lain Wak? Atau menjadi pegawai negeri?" tanya saya menyelidik. Belum sempat menjawab pertanyaan saya, ia menundukkan badan tanda permisi kepada saya karena datang satu mobil Kijang Inova baru yang mendekat. Ternyata mobil itu dikemudikan oleh istrinya yang mengantarkan sesuatu. &lt;br /&gt;Pikiran saya berputar tak tentu. Tanpa sadar saya sedang menakar kantong orang tua ini. "Seorang penjual pisang goreng mampu menguliahkan keempat anaknya hingga sarjana dan kini didepan mata saya, si Istri datang dengan mobil baru yang tidak murah harganya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cari uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya jarah lagi semua sudut warung kecil itu. Penataan dagangan lumayan menarik, tetapi tidak istimewa. Kualitas produknya berupa gorengan juga terasa sama seperti pisang goreng ditempat lain. Atmosfir warung juga sama seperti warung-warung lain, walau yang ini terlihat lebih bersih dan terjaga. Sarana promosi sangat sederhana, hanya tulisan Pisang Goreng Panas yang ditulis tangan dengan kuas biasa. Daftar harga tercetak di selembar kertas terlaminasi yang ditempel di dinding sebelah kiri. Ada dua orang pegawai yang membantu menggoreng, membuat minuman dan melayani pelanggan sekaligus. Tetapi jumlah pembelinya silih berganti, tidak sederas air pancuran, tetapi datang satu-satu seperti tiada henti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian istri Wak Diro pergi, kata Wak Diro, istrinya harus mengantar beberapa kertas tisue ke lima cabangnya yang lain. Dan informasi itu membuat saya memilih untuk bertahan lebih lama demi mengetahui apa rahasia sukses bisnis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati beberapa basa-basi, lalu ia bertanya kepada saya, "Mas, sampean apa&lt;br /&gt;percaya sama Gusti Allah?". Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena saya tidak bisa memperkirakan kemana arah pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanpa menunggu jawaban saya, Wak Diro menjelaskan bahwa dalam 8 tahun terakhir Ia tidak lagi mencari uang semata, tapi Ia mencari Tuhan. "Uang bagi saya hanyalah sekadar bonus atas pencarian dan pengabdian saya ke Gusti Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pengakuan kebanyakan manusia, Ia meyakini bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengarahkan dirinya kepada kondisi apapun."Mas, saya bukan jualan pisang goreng&lt;br /&gt;lho", aku Wak Diro, "Saya ini sedang membantu orang-orang agar bisa beribadah dengan baik". "Wow..." pikir saya, apakah penjual pisang goreng ini masih waras? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ini senang membantu banyak orang dengan mengganjal perutnya agar ibadah shalat Ashar dan Maghrib-nya berjalan dengan baik, karena jam makan malam biasanya setelah Shalat Isya" terang Wak Dirno. Saya mulai memahami apa maksud kalimat Wak Diro sebelumnya, "Uang bagi saya hanyalah sekadar bonus atas pencarian dan pengabdian saya ke Gusti Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya paham, mengapa ia begitu ramah menyambut tamu-tamunya, kualitas gorengan tetap terjaga baik ukuran maupun takarannya dan ruangan kedai ini tetap terjaga kebersihannya. Jelas bukan karena sekadar mencari uang, tetapi Wak Diro sedang beribadah. Mencari keridhaan Tuhan. Seperti dijanjikan Allah ketika kita bersyukur, maka nikmat itu terus bertambah dan mengalir lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya benar-benar terbayang betapa saya dan banyak sahabat saya yang kerja mati-matian siang -malam hanya sekadar mencari uang. Bayangan itu begitu asam terasa setelah mendengar pengakuan Wak Diro itu. Betapa Wak Diro sudah menemukan kunci dasar sukses bisnis. Ia tidak sekadar menjual jajanan, ia muncul dengan alasan yang lebih&lt;br /&gt;mulia. Pisang goreng hanya media mendapatkan ridha Sang Khalik. Semua bentuk kerja dan bisnis dikerjakannya dengan menghadirkan batin, tulus dan iklas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagian saya adalah mempermudah ibadah orang lain, bagian Gusti Allah menjaga saya Mas"&lt;br /&gt;"Saya hanya pasrah dan memohon agar selalu dituntun Gusti Allah" aku Wak Diro. "Apapun langkah saya, saya percaya Gusti Allah akan menyelamatkan saya. Jika saya dibawa ke kubangan kerbau sekalipun, saya tetap percaya kalau itu adalah kehendak Gusti Allah dengan maksud tertentu agar saya mendapatkan hikmah atas perjalanan itu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelesaikan pisang terakhir, saya bertanya, "Wak, apakah sampean tidak khawatir dengan kenaikan BBM?", dengan ringan Wak Diro menjawab, "Lha wong, saya sudah serahkan hidup saya ke Gusti Allah, kok mesti kuatir?". Sambil mengulurkan uang kembalian ke saya, ia berujar, "Saya kan cuma kawulo, apakah pantas kalau saya ikut campur tangan 'ngatur kerjaan Kanjeng Gusti?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah pilihan, kita bisa memilih hidup tentram atau hidup sengsara. Ketentraman dan kesengsaraan fokus utamanya bukan terletak di banyak atau sedikitnya&lt;br /&gt;harta, namun lebih terletak pada "Kita mau menyerahkan hidup ke yang mengurus kehidupan atau tidak". Itu saja pilihannya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita itu sering aneh, selalu ngurusi yang bukan urusannya. Berani menghadapi hidup tentram, tanpa selalu merasa terhimpit aneka permasalahan!!! &lt;br /&gt;Bagaimana Pendapat anda ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-838170653740693648?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/838170653740693648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=838170653740693648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/838170653740693648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/838170653740693648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2009/02/ngurusi-yang-bukan-urusannya.html' title='Mencari Tuhan di Penggorengan Pisang Raja'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-2118785458995339640</id><published>2008-11-30T22:19:00.001-08:00</published><updated>2008-11-30T22:19:27.539-08:00</updated><title type='text'>Nikmat Dunia Hanya Sekejap</title><content type='html'>Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk&lt;br /&gt;mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba&lt;br /&gt;terdengarlah&lt;br /&gt;bunyi auman suara harimau... Auuuummmm... .!!!!! Seekor harimau yang&lt;br /&gt;sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba&lt;br /&gt;sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena takut, diapun&lt;br /&gt;berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak&lt;br /&gt;begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun&lt;br /&gt;mengejar pemuda tadi. Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat&lt;br /&gt;berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau,...rupanya doanya&lt;br /&gt;dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua,..terlintas&lt;br /&gt;dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu,..karena harimau pasti tidak&lt;br /&gt;akan mengejarnya ikut masuk kesumur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali&lt;br /&gt;menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin&lt;br /&gt;saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi&lt;br /&gt;ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai&lt;br /&gt;kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur,&lt;br /&gt;ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya keatas ternyata&lt;br /&gt;harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur, dan ketika dia menunduk&lt;br /&gt;kebawah, terdengar suara kecipak air,..setelah diamati ternyata ada 2&lt;br /&gt;ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya&lt;br /&gt;siap menerkamku, ketika dia tengah berpikir caranya keluar, tiba-tiba&lt;br /&gt;dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih&lt;br /&gt;..ciiit...ciiit. .. .ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi dan&lt;br /&gt;mulai menggerogoti tali pemuda tadi,..belum hilang keterkejutannya&lt;br /&gt;dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal&lt;br /&gt;sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk&lt;br /&gt;bergelantungan. Waduh ...jika tali ini putus, ...habislah riwayatku&lt;br /&gt;dimakan buaya..!!! cemas dia berpikir,... jika aku naik keatas ..sudah&lt;br /&gt;pasti harimau menerkamku,. .jika menunggu disini...lama- lama tali ini&lt;br /&gt;akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku. .. saat itulah dia&lt;br /&gt;mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk&lt;br /&gt;dibawa kesarang mereka,..dia mendongakkan wajahnya keatas..dan&lt;br /&gt;tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke&lt;br /&gt;mulut pemuda tadi. Spontan pemuda tadi berkata...Subhanall ah&lt;br /&gt;..Alangkah manisnya madu ini,..baru sekali ini aku merasakan madu&lt;br /&gt;semanis dan selezat ini...!!! Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau&lt;br /&gt;tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, inti dari cerita diatas...??? Pemuda tadi adalah kita&lt;br /&gt;semua, harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu&lt;br /&gt;mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati. Dua ekor buaya adalah&lt;br /&gt;malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita di alam kubur kita&lt;br /&gt;nantinya . Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur&lt;br /&gt;kita,..jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya&lt;br /&gt;pendek maka panjanglah&lt;br /&gt;umur kita Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan&lt;br /&gt;juga malam yang senantiasa mengikis umur kita. Diibaratkan di cerita&lt;br /&gt;tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda Madu setetes adalah nikmat&lt;br /&gt;dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk kemulut&lt;br /&gt;pemuda,..sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya,..begitulah&lt;br /&gt;kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah.&lt;br /&gt;Ketika susah baru ingat kepada Allah.. Astaghfirullah 1 menit untuk&lt;br /&gt;mengingat Allah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-2118785458995339640?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/2118785458995339640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=2118785458995339640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2118785458995339640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/2118785458995339640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2008/11/nikmat-dunia-hanya-sekejap.html' title='Nikmat Dunia Hanya Sekejap'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-9010059434715761692</id><published>2008-11-09T19:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T05:14:35.993-08:00</updated><title type='text'>Kura-kura Lawan Kancil Versi Baru</title><content type='html'>Suatu hari Kura Kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding.&lt;br /&gt;Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura Kura dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kancil terduduk dibawah pohon dan akhirnya tertidur.&lt;br /&gt;Dan Kura Kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara.&lt;br /&gt;Sang Kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah didalam perlombaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari cerita ini adalah :&lt;br /&gt;Mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak masa kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru baru ini seseorang bercerita versi baru yang lebih menarik.&lt;br /&gt;Rupanya ceritanya bersambung ……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya.&lt;br /&gt;Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati-hati dan terlena. Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa&lt;br /&gt;mengalahkannya.&lt;br /&gt;Lalu ditantangnya lagi Kura Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura Kura.&lt;br /&gt;Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari cerita ini adalah :&lt;br /&gt;Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada dua orang diperusahaan, yang satu lambat, pakai metoda dan handal sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat asal Konsisten itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi kalau Cepat dan Konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ceritanya tidak hanya sampai disini.&lt;br /&gt;Kali ini sang Kura Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu&lt;br /&gt;Setelah berpikir keras, kali ini Kura Kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kancil setuju.&lt;br /&gt;Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai .&lt;br /&gt;Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa….. dan tak lama kemudian muncul Kura Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud cerita ini adalah:&lt;br /&gt;Pertama, temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Perusahaan, kalau anda pandai berbicara, carilah kesempatan untuk memberikan presentasi sehingga pimpinan anda bisa melihat kemampuan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Kekuatanmu adalah menganalisis, carilah peran yang membutuhkan kemampuan analisis. Bekerja pada Kekuatanmu bukan hanya menunjukkan kehebatanmu akan tetapi juga menciptakan kesempatan untuk maju dan berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Kekuatanmu adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tahu bahwa anda mungkin pantas menjadi manager&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Kekuatanmu adalah waspada dan teliti carilah peran yang membutuhkan kewaspadaan dan ketelitian seperti peran yang terkait dengan keselamatan, hukum atau keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya belum selesai lho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini sang Kancil dan Kura Kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama. Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi, cuma kali ini mereka berlari dalam satu team&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai berlari …… mula mula sang Kancil menggendong Kura-Kura sampai ketepi sungai, kemudian disini Kura Kura yang menggendong Kancil untuk menyeberangi sungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diseberang satunya Kancil mulai menggendong Kura Kura lagi sampai kegaris finish. Sampai digaris finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud cerita ini adalah:&lt;br /&gt;Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai kekuatan utama; akan tetapi tanpa bisa bekerjasama didalam suatu team dan menjalin masing-masing kekuatan utama, hasilnya tidak akan maksimal karena selalu ada situasi dimana anda berkinerja kurang sedangkan rekan lainnya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi mengambil alih kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang dapat dipelajari disini ?&lt;br /&gt;Catat bahwa baik Kancil maupun Kura Kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;Bahkan Sang Kancil bekerja lebih keras setelah kegagalannya&lt;br /&gt;Sedangkan Kura kura mengubah Strategi nya karena dia sudah berusaha sekuat tenaga.&lt;br /&gt;Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha. Kadang akan lebih cocok untuk mengubah Strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda.&lt;br /&gt;Dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya.&lt;br /&gt;Keduanya juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting.&lt;br /&gt;Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang penting adalah:&lt;br /&gt;-Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat dan konsisten&lt;br /&gt;-Ambilah peran yang sesuai dengan KEKUATAN utama anda&lt;br /&gt;-Kumpulkan kekuatan dan bekerja didalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu&lt;br /&gt;-Jangan pernah menyerah kalau gagal&lt;br /&gt;-Dan akhirnya, bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-9010059434715761692?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/9010059434715761692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=9010059434715761692' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/9010059434715761692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/9010059434715761692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2008/11/cerita-baru-tentang-vs-kura-kura-dan.html' title='Kura-kura Lawan Kancil Versi Baru'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-849467422458032531</id><published>2008-10-15T22:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T22:27:20.390-07:00</updated><title type='text'>Perbuatan akan bercahaya bila berbahan bakar keikhlasan.</title><content type='html'>SEORANG kawan senang betul salat sunnah kalau ia  berada di kota lain. Memang, Rasulullah  mengatakan bahwa jika kita bepergian jauh, begitu sampai di tempat  tujuan segera menegakkan salat sunnah dua rakaat. Itu merupakan tanda syukur  kita sudah sampai dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dia pergi ke satu tempat. Sebagaimana biasa, ia mencari masjid atau musala. Layaknya orang yang mau salat, kawan ini mencari toilet dan tempat wudu. Tapi, langkah dia tiba-tiba terhenti saat melihat seseorang yang sepertinya  dikenali. Sebut saja bernama Waluyo, kawan SMP yang sangat pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara dia tertegun. "Tidak salahkah penglihatanku? " tanyanya pada diri sendiri. Waluyo yang tengah membersihkan toilet dan tempat wudu itu diamati beberapa saat. Pria itu berbaju khas merbot masjid; kaosan, celana buntung, dengan peci haji yang didongakkan ke  belakang kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waluyo tengah mengepel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamualaikum. ..," sapa dia dengan hati-hati,  khawatir salah mengenali seseorang. Ternyata penglihatannya tidak salah. Yang di depan mata benar-benar Waluyo, kawan dia. Waluyo juga mengenali diri dia, dan menanyakan urusan datang ke kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di koridor  tempat wudu masjid tersebut, kawan ini melanjutkan pertanyaan, "Kenapa Waluyo hanya jadi merbot masjid? Dan, kenapa mau?"&lt;br /&gt;Yang ditanya tersenyum. "Memangnya ada yang salah dengan kerjaan ini?&lt;br /&gt;Kan, bagus. Dengan saya menjadi merbot, masjid ini jadi bersih. Kalau bersih, kan yang salat jadi  senang. Betah. Akhirnya saya pun dapat pahalanya," ujar Waluyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, penghasilannya kan tidak sepadan. Lagian Waluyo kan dulu pintar. Cerdas. Sangat cerdas  malah. Selalu ranking. Kok, kayaknya gimana, gitu....?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waluyo kembali tersenyum, dengan tangan kiri tetap  mengelap sisi pinggir tempat wudu.&lt;br /&gt;"Gimana kalau Waluyo ikutan sama saya?"&lt;br /&gt;"Maksudnya?"&lt;br /&gt;"Ya, kerja sama saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waluyo bisa saya gaji lebih besar dari penghasilan sebagai merbot ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong jadi merbot digaji nggak?"&lt;br /&gt;"Nggak."&lt;br /&gt;"Wuah, apalagi nggak. &lt;br /&gt;Sudah kerja sama saya saja. Pendidikan terakhir?"&lt;br /&gt;"Sarjana elektro,"  katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, tambah nggak pantaslah. Masak sarjana elektro jadi merbot. Yang beginian mah, maaf, nggak perlu tamatan elektro. Cukup  tamat SD saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf ya, Mas. Cuma rasanya, gimana gitu saya  melihatnya.. .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, sudah," jawab Waluyo, "Salat saja dulu. Nanti kita ngobrol lagi. sambil ngopi, biar saya buatkan sekalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan ini pun mengambil air wudu, sambil tetap mikirin Waluyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala dia mau mengambil posisi salat, seorang anak muda yang tampaknya juga merbot masjid bertanya : "Pak Haji, Bapak kenal Pak Haji Waluyo, ya?"&lt;br /&gt;"Iya. Dia kawan saya waktu di SMP, dulu...."&lt;br /&gt;"Pak Haji, Pak Haji Waluyo itu yang bangun ini masjid. &lt;br /&gt;Dia orang kaya disini...." kata anak muda tersebut dengan datar. &lt;br /&gt;"Orangnya baik, Pak.Rendah hati. Sederhana. Padahal amalnya  buanyak...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berhenti di  sini, si anak muda itu pun bercerita bahwa Haji Waluyo adalah pengusaha  alat-alat listrik dan toko bangunan yang maju. Dia pengusaha daerah yang  sangat cinta masjid. Dia mengaku dapat semua keberkahan ini karena sangat menjaga salat berjamaah dan mencintai masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, kala sukses, dia membangun masjid kecil ini. &lt;br /&gt;Begitulah cita-cita dia. Bahkan dia berangan-angan untuk berkhidmat pada  hamba-hamba Allah yang salat di masjidnya. Pelanggan-pelanggan nya pun tahu kalau mau mencari Haji Waluyo, temui saja di masjid dia.&lt;br /&gt;Masya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kawan ini tiba-tiba saja merasa malu. Ia telah merendahkan "jabatan" merbot masjid. Apalagi, ternyata Waluyo inilah yang berada di balik pembangunan masjid tersebut. Dia berpikir, andai  "merbot" tersebut adalah diri dia, dan orang menyangkanya sebagai pembersih masjid, pasti Bakal diluruskan, "Maaf, saya lho yang membangun masjid ini. Saya mah kebetulan saja senang membersihkan masjid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah, Waluyo adalah sosok lain. Dia justru menyembunyikan amalnya. Ikhlas nian. Kawan ini beristigfar. Tanpa perlu gembar-gembor,  Allah sudah membanggakan hamba-hamba- Nya yang ikhlas. Allah yang bangga terhadapnya, dan membuat anak muda tadi berbicara tentang siapa sebenarnya Waluyo. Keikhlasannya membuat Waluyo bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan makin bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Dan sembahlah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.. ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q.S. al-A'raf:29)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3570558329827852338-849467422458032531?l=tomboatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tomboatiku.blogspot.com/feeds/849467422458032531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3570558329827852338&amp;postID=849467422458032531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/849467422458032531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3570558329827852338/posts/default/849467422458032531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tomboatiku.blogspot.com/2008/10/sebuah-perbuatan-akan-bercahaya-bila.html' title='Perbuatan akan bercahaya bila berbahan bakar keikhlasan.'/><author><name>muhnur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03253497988384511833</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_XNS6slAxjkY/Re5q-xi4ITI/AAAAAAAAABo/Y07CmN0jg6g/s320/lala-dika2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3570558329827852338.post-7070963938695539875</id><published>2008-09-20T19:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T19:50:20.126-07:00</updated><title type='text'>The Amazing Quran</title><content type='html'>Calling the Qur'an amazing is not something done only by Muslims, who have an appreciation for the book and who are pleased with it; it has been labeled amazing by non-Muslims as well. In fact, even people who hate Islam very much have still called it amazing.&lt;br /&gt;One thing which surprises non-Muslims who are examining the book very closely is that the Qur'an does not appear to them to be what they expected. What they assume is that they have an old book which came fourteen centuries ago from the Arabian desert; and they expect that the book should look something like that - an old book from the desert. And then they find out that it does not resemble what they expected at all. Additionally, one of the first things that some people assume is that because it is an old book which comes from the desert, it should talk about the desert. Well the Qur'an does talk about the desert - some of its imagery describes the desert; but it also talks about the sea - what it's like to be in a storm on the sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some years ago, the story came to us in Toronto about a man who was in the merchant marine and made his living on the sea. A Muslim gave him a translation of the Qur'an to read. The merchant marine knew nothing about the history of Islam but was interested in reading the Qur'an. When he finished reading it, he brought it back to the Muslim and asked, "This Muhammed, was he a sailor?" He was impressed at how accurately the Qur'an describes a storm on a sea. When he was told, "No as a matter of fact, Muhammed lived in the desert," that was enough for him. He embraced Islam on the spot. He was so impressed with the Qur'an's description because he had been in a storm on the sea, and he knew that whoever had written that description had also been in a storm on the sea. The description of "a wave, over it a wave, over it clouds" was not what someone imagining a storm on a sea to be like would have written; rather, it was written by someone who knew what a storm on the sea was like. This is one example of how the Qur'an is not tied to a certain place and time. Certainly, the scientific ideas expressed in it also do not seem to originate from the desert fourteen centuries ago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many centuries before the onset of Muhammed's prophethood, there was a well-known theory of atomism advanced by the Greek philosopher, Democritus. He and the people who came after him assumed that matter consists of tiny, indestructible, indivisible particles called atoms. The Arabs too, used to deal in the same concept; in fact, the Arabic word dharrah commonly referred to the smallest particle known to man. Now, modern science has discovered that this smallest unit of matter (i.e., the atom, which has all of the same properties as its element) can be split into its component parts. This is a new idea, a development of the last century; yet, interestingly enough, this information had already been documented in the Qur'an which states:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" He [i.e., Allah] is aware of an atom's weight in the heavens and on the earth and even anything smaller than that..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undoubtedly, fourteen centuries ago that statement would have looked unusual, even to an Arab. For him, the dharrah was the smallest thing there was. Indeed, this is proof, that the Qur'an is not outdated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another example of what one might expect to find in an "old book" that touches upon the subject of health or medicine is outdated remedies or cures. Various historical sources state that the Prophet gave some advice about health and hygiene, yet most of these pieces of advice are not contained in the Qur'an. At first glance, to the non-Muslims this appears to be a negligent omission. They cannot understand why Allah would not "include" such helpful information in the Qur'an. Some Muslims attempt to explain this absence with the following argument: "Although the Prophet's advice was sound and applicable to the time in which he lived, Allah, in His infinite wisdom, knew that there would come later medical and scientific advances which would make the Prophet's advice appear outdated. When later discoveries occurred, people might say that such information contradicted that which the Prophet had given. Thus, since Allah would never allow any opportunity for the non-Muslims to claim that the Qur'an contradicts itself or the teachings of the Prophet, He only included in the Qur'an information and examples which could stand the test of time."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, when one examines the true realities of the Qur'an in terms of its existence as a divine revelation, the entire matter is quickly brought into its proper perspective, and the error in such argumentation becomes clear and understandable. It must be understood that the Qur'an is a divine revelation, and as such, all information in it is of divine origin. Allah revealed the Qur'an from Himself. It is the words of Allah, which existed before creation, and thus nothing can be added, subtracted or altered. In essence, the Qur'an existed and was complete before the creation of Prophet Muhammed, so it could not possibly contain any of the Prophet's own words or advice. An inclusion of such information would clearly contradict the purpose for which the Qur'an exists, compromise its authority and render it inauthentic as a divine revelation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Consequently, there was no "home remedies" in the Qur'an which one could claim to be outdated; nor does it contain any man's view about what is beneficial to health, what food is best to eat, or what will cure this or that disease. In fact, the Qur'an only mentions one item dealing with medical treatment, and it is not in dispute by anyone. It states that in honey there is healing. And certainly, I do not think that there is anyone who will argue with that!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If one assumes that the Qur'an is the product of a man's mind, then one would expect it to reflect some of what was going on in the mind of the man who "composed" it. In fact, certain encyclopedias and various books clam that the Qur'an was the product of hallucinations that Muhammed underwent. If these claims are true - if it indeed originated from some psychological problems in Muhammed's mind - then evidence of this would be apparent in the Qur'an. Is there such evidence? In order to determine whether or not there is, one must first identify what things would have been going on in his mind at that time and then search for these thoughts and reflections in the Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is common knowledge that Muhammed had a very difficult life. All of his daughters died before him except one, and he had a wife of several years who was dear and important to him, who not only proceeded him in death at a very critical period of his life. As a matter of fact, she must have been quite a woman because when the first revelation came to him, he ran home to her afraid. Certainly, even today one would have a hard time trying to find an Arab who would tell you, "I was so afraid that I ran home to my wife." They just aren't that way. Yet Muhammed felt comfortable enough with his wife to be able to do that. That's how influential and strong woman she was. Although these examples are only a few of the subjects that would have been on Muhammed's mind, they are sufficient in intensity to prove my point. The Qur'an does not mention any of these things - not the death of his children, not the death of his beloved companion and wife, not his fear of the initial revelations, which he so beautifully shared with his wife - nothing; yet, these topics must have hurt him, bothered him, and caused him pain and grief during periods of his psychological reflections, then these subjects, as well as others, would be prevalent or at least mentioned throughout.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A truly scientific approach to the Qur'an is possible because the Qur'an offers something that is not offered by other religious scriptures, in particular, and other religions, in general. It is what scientists demand. Today there are many people who have ideas and theories about how the universe works. These people are all over the place, but the scientific community does not even bother to listen to them. This is because within the last century the scientific community has demanded a test of falsification. They say, "If you have theory, do not bother us with it unless you bring with that theory a way for us to prove whether you are wrong or not."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Such a test was exactly why the scientific community listened to Einstein towards the beginning of the century. He came with a new theory and said, "I believe the universe works like this; and here are three ways to prove whether I am wrong!". So the scientific community subjected his theory to the tests, and within six years it passed all three. Of course, this does not prove that he was great, but it proves that he deserved to be listened to because he said, "This is my idea; and if you want to try to prove me wrong, do this or try that." This is exactly what the Qur'an has - falsification tests. Some are old (in that they have already been proven true), and some still exist today. Basically it states, "If this book is not what it claims to be, then all you have to do is this or this or this to prove that it is false." Of course, in 1400 years no one has been able to do "This or this or this, " and thus it is still considered true and authentic. I suggest to you that the next time you get into dispute with someone about Islam and he claims that he has the truth and that you are in darkness, you leave all other arguments at first and make this suggestion. Ask him, "Is there any falsification test in your religion? Is there anything in your religion that would prove you are wrong if I could prove to you that it exists - anything?" Well, I can promise right now that people will not have anything - no test, no proof, nothing! This is because they do not carry around the idea that they should not only present what they believe but should also offer others a chance to prove they're wrong. However, Islam does that. A perfect example of how Islam provides man with a chance to verify it authenticity and "prove it wrong" occurs in the 4th chapter. And quiet honestly, I was surprised when I first discovered this challenge. It states:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Do they not consider the Qur'an? Had it been from any other than Allah, they would surely have found therein much discrepancy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a clear challenge to the non-Muslim. Basically, it invites him to find a mistake. As a matter of fact, the seriousness and difficulty of the challenge aside, the actual presentation of such a challenge in the first place is not even in human nature and is inconsistent with man's personality. One doesn't take an exam in school after finishing the exam, write a note to the instructor at the end saying, "This exam is perfect. There are no mistakes in it. Find one if you can!". One just doesn't do that. The teacher would not sleep until he found a mistake! And yet this is the way the Qur'an approaches people. Another interesting attitude that exists in the Qur'an repeatedly deals with its advice to the reader. The Qur'an informs that reader about different facts and then gives the advice: "If you want to know more about this or that, or if you doubt what is said, then you should ask those who have knowledge." This too is a surprising attitude. It is not usual to have a book that comes from someone without training in geography, botany, biology, etc., who discusses these subjects and then advises the reader to ask men of knowledge if he doubts anything.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet in every age there have been Muslims who have followed the advice of the Qur'an and made surprising discoveries. If one looks to the works of Muslim scientists if many centuries ago, one will find them full of quotations from the Qur'an. These works state that they did research in such a place, looking for something. And they affirm that the reason they looked in such and such a place was that the Qur'an pointed them in that direction. For example, the Qur'an mentions man's origin and then tells the reader, "Research it!" It gives the reader a hint where to look and then states that one should find out more about it. This is the kind of thing that Muslims today largely seem to overlook - but not always, as illustrated in the following example. A few years ago, a group of men in Riyadh, Saudi Arabia collected all if the verses in the Qur'an which discuss embryology - the growth of the human being in the womb. They said, "Here is what the Qur'an says. Is it the truth?" In essence, they took the advice of the Qur'an: "Ask the men who know." They chose, as it happened, a non-Muslim who is a professor of embryology at the University of Toronto. His name is Keith Moore, and he is the author of textbooks on embryology - a world expert on the subject. They invited him to Riyadh and said, "This is what the Qur'an says about your subject. Is it true? What can you tell us?" While he was in Riyadh, they gave him all of the help that he needed in translation and all of the cooperation for which he asked. And he was so surprised at what he found that he changed his textbooks. In fact, in the second edition of one of his books, called Before we are born... in the second edition about the history of embryology, he included some material that was not in the first edition because of what he found in the Qur'an. Truly this illustrates that the Qur'an was ahead of its time and that those who believe in the Qur'an know what other people do not know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I had the pleasure of interviewing Dr. Keith Moore for a television presentation, and we talked a great deal about this - it was illustrated by slides and so on. He mentioned that some of the things that the Qur'an states about the growth of the human being were not known until thirty years ago. In fact, he said that one item in particular - the Qur'an's description of the human being as a "leech-like clot" ('alaqah) at one stage - was new to him; but when he checked on it, he found that it was true, and so he added it to his book. He said, "I never thought of that before," and he went to the zoology department and asked for a picture of a leech. When he found that it looked just like the human embryo, he decided to include both pictures in one of his textbooks. Dr. Moore also wrote a book on clinical embryology, and when he presented this information in Toronto, it caused quite a stir throughout Canada. It was on the front pages of some of the newspapers across Canada, and some of the headlines were quite funny. For instance, one headline read: "SURPRISING THING FOUND IN ANCIENT BOOK!"! It seems obvious from this example that people do not clearly understand what it is all about. As a matter of fact, one newspaper reporter asked Professor Moore, "Don't you think That maybe the Arabs might have known about these things - the description of the embryo, its appearance and how it changes and grows? Maybe there were not scientists, but maybe they did something crude dissections on their own - carved up people and examined these things."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The professor immediately pointed out to him that he [i.e., the reporter] had missed a very important point - all of the slides of the embryo that had been shown and had been projected in the film had come from pictures taken through a microscope. He said, "It does not matter if someone had tried to discover embryology fourteen centuries ago, they could not have seen it!". All of the descriptions in the Qur'an of the appearance of the embryo are of the item when it is still too small to see with the eye; therefore, one needs a microscope to see it. Since such a device had only been around for little more than two hundred years, Dr. Moore taunted, "Maybe fourteen centuries ago someone secretly had a microscope and did this research, making no mistakes anywhere. Then he somehow taught Muhammad and convinced him to put this information in his book. Then he destroyed his equipment and kept it a secret forever. Do you believe that? You really should not unless you bring some proof because it is such a ridiculous theory." In fact, when he was asked "How do you explain this information in the Qur'an?" Dr. Moore's reply was, "It could only have been divinely revealed."!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although the aforementioned example of man researching information contained in the Qur'an deals with a non-Muslim, it is still valid because he is one of those who is knowledgeable in the subject being researched. Had some layman claimed that what the Qur'an says about embryology is true, then one would not necessarily have to accept his word. However, because of the high position, respect, and esteem man gives scholars, one naturally assumes that if they research a subject and arrive at a conclusion based on that research, then the conclusion is valid. One of Professor Moore's colleagues, Marshall Johnson, deals extensively with geology at the University of Toronto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He became very interested in the fact that the Qur'an's statements about embryology are accurate, and so he asked Muslims to collect everything contained in the Qur'an which deals with his specialty. Again people were very surprised at the findings. Since there are a vast number subjects discussed in the Qur'an, it would certainly require a large amount of time to exhaust each subject. It suffices for the purpose of this discussion to state that the Qur'an makes very clear and concise statements about various subjects while simultaneously advising the reader to verify the authenticity of these statements with research by scholars in those subjects. And as illustrated by the Qur'an has clearly emerged authentic. Undoubtedly, there is an attitude in the Qur'an which is not found anywhere else. It is interesting how when the Qur'an provides information, it often tells the reader, "You did not know this before." Indeed, there is no scripture that exists which makes that claim. All of the other ancient writings and scriptures that people have, do give a lot of information, but they always state where the information came from.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, when the Bible discusses ancient history, it states that this king lived here, this one fought in a certain battle, another one had so may sons, etc. Yet it always stipulates that if you want more information, then you should read the book of so and so because that is where the information came from. In contrast to this concept, the Qur'an provides the reader with information and states that this information is something new. Of course, there always exists the advice to research the information provided and verify its authenticity. It is interesting that such a concept was never challenged by non-Muslims fourteen centuries ago. Indeed, the Makkans who hated the Muslims, and time and time again they heard such revelations claiming to bring new information; yet, they never spoke up and said, "This is not new. We know where Muhammad got this information. We learned this at school."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They could never challenge its authenticity because it really was new! In concurrence with the advice given in the Qur'an to research information (even if it is new), when 'Umar was caliph, he chose a group of men and sent them to find the wall of Dhul-Qarnayn. Before the Qur'anic revelation, the Arabs had never heard of such a wall, but because the Qur'an described it, they were able to discover it. As a matter of fact, it is now located in what is called Durbend in the Soviet Union. It must be stressed here that the Qur'an is accurate about many, many things, but accuracy does not necessarily mean that a book is a divine revelation. In fact, accuracy is only one of the criteria for divine revelations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For instance, the telephone book is accurate, but that does not mean that it is divinely revealed. The real problem lies in that one must establish some proof of the source the Qur'an's information. The emphasis is on the reader. One cannot simply deny the Qur'an's authenticity without sufficient proof. If, indeed, one finds a mistake, then he has the right to disqualify it. This is exactly what the Qur'an encourages. Once a man came up to me after a lecture I delivered in South Africa. He was very angry about what I had said, and so he claimed, "I am going to go home tonight and find a mistake in the Qur'an." Of course, I said, "Congratulations. That is the most intelligent thing that you have said." Certainly, this is the approach Muslims need to take with those who doubt the Qur'an's authenticity, because the Qur'an itself offers the same challenge. An inevitably, after accepting it's challenge and discovering that it is true, these people will come to believe it because they could not disqualify it. In essence, the Qur'an earns their respect because they themselves have had to verify its authenticity. An essential fact that cannot be reiterated enough concerning the authenticity of the Qur'an is that one's inability to explain a phenomenon himself does not require his acceptance of the phenomenon's existence or another person's explanation of it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Specifically, just because one cannot explain something does not mean that one has to accept someone else's explanation. However, the person's refusal of other explanations reverts the burden of proof back on himself to find a feasible answer. This general theory applies to numerous concepts in life, but fits most wonderfully with the Qur'anic challenge, for it creates a difficulty for one who says, "I do not believe it." At the onset of refusal one immediately has an obligation to find an explanation himself if he feels others' answers are inadequate. In fact, in one particular Qur'anic verse which I have always seen mistranslated into English, Allah mentions a man who heard the truth explained to him. It states that he was derelict in his duty because after he heard the information, he left without checking the verity of what he had heard. In other words, one is guilty if he hears something and does not research it and check to see whether it is true. One is supposed to process all information and decide what is garbage to be thrown out and what is worthwhile information to be kept and benefited from at a later date. One cannot just let it rattle around in his head. It must be put in the proper categories and approached from that point of view. For example, if the information is still speculatory, then one must discern whether it's closer to being true or false. But if all of the facts have been presented, then one must decide absolutely between these two options. And even if one is not positive about the authenticity of the information, he is still required to process all of the information and make the admission that he just does not know for sure. Although this last point appears to be futile, in actuality, it is beneficial to the arrival at a positive conclusion at a later time in that it forces the person to at least recognize, research and review the facts. This familiarity with the information will give the person "the edge" when future discoveries are made and additional information is presented. The important thing is that one deals with the facts and does not simply discard them out of empathy and disinterest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The real certainty about the truthfulness of the Qur'an is evident in the confidence which is prevalent throughout it; and this confidence comes from a different approach - "Exhausting the Alternatives." In essence, the Qur'an states, "This book is a divine revelation; if you do not believe that, then what is it?" In other words, the reader is challenged to come up with some other explanation. Here is a book made of paper and ink. Where did it come from? It says it is a divine revelation; if it is not, then what is its source? The interesting fact is that no one has with an explanation that works. In fact, all alternatives have bee exhausted. As has been well established by non-Muslims, these alternatives basically are reduces to two mutually exclusive schools of thought, insisting on one or the other. On one hand, there exists a large group of people who have researched the Qur'an for hundreds of years and who claim, "One thing we know for sure - that man, Muhammad, thought he was a prophet. He was crazy!" They are convinced that Muhammad (SAW) was fooled somehow. Then on the other hand, there is another group which alleges, "Because of this evidence, one thing we know for sure is that that man, Muhammad, was a liar!" Ironically, these two groups never seem to get together without contradicting. In fact, many references on Islam usually claim both theories. They start out by saying that Muhammad (SAW) was crazy and then end by saying that he was a liar. They never seem to realize that he could not have been both!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For example, if one is deluded and really thinks that he is a prophet, then he does not sit up late at night planning, "How will I fool the people tomorrow so that they think I am a prophet?" He truly believes that he is a prophet, and he trusts that the answer will be given to him by revelation. As a matter of fact, a great deal of the Qur'an came in answer to questions. Someone would ask Muhammad (SAW) a question, and the revelation would come with the answer to it. Certainly, if one is crazy and believes that an angel put words in his ear, then when someone asks him a question, he thinks that the angel will give him the answer. Because he is crazy, he really thinks that. He does not tell someone to wait a short while and then run to his friends and ask them, "Does anyone know the answer?" This type of behavior is characteristic of one who does not believe that he is a prophet. What the non-Muslims refuse to accept is that you cannot have it both ways. One can be deluded, or he can be a liar. He can be either one or neither, but he certainly cannot be both! The emphasis is on the fact that they are unquestionably mutually exclusive personal traits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The following scenario is a good example of the kind of circle that non-Muslims go around in constantly. If you ask one of them, "What is the origin of the Qur'an?" He tells you that it originated from the mind of a man who was crazy. Then you ask him, "If it came from his head, then where did he get the information contained in it? Certainly the Qur'an mentions many things with which the Arabs were not familiar." So in order to explain the fact which you bring him, he changes his position and says, "Well, maybe he was not crazy. Maybe some foreigner brought him the information. So he lied and told people that he was a prophet." At this point then you have to ask him, "If Muhammad was a liar, then where did he get his confidence? Why did he behave as though he really thought he was a prophet?" Finally backed into a corner, like a cat he quickly lashes out with the first response that comes to his mind. Forgetting that he has already exhausted that possibility, he claims, "Well, maybe he wasn't a liar. He was probably crazy and really thought that he was a prophet." And thus he begins the futile circle again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As has already been mentioned, there is much information contained in the Qur'an whose source cannot be attributed to anyone other than Allah. For example, who told Muhammad about the wall of Dhul-Qarnayn - a place hundreds of miles to the north? Who told him about embryology? When people assemble facts such as these, if they are not willing to attribute their existence to a divine source, they automatically resort to the assumption someone brought Muhammad the information and that he used it to fool the people. However, this theory can easily be disproved with one simple question: "If Muhammad was a liar, where did he get his confidence? Why did he tell some people out right to their face what others could never say?" Such confidence depends completely upon being convinced that one has a true divine revelation. For example, the Prophet (SAW) had an uncle by the name of Abu Lahab. This man hated Islam to such an extent that he used to follow the Prophet around in order to discredit him. If Abu Lahab saw the Prophet (SAW) speaking to a stranger, he would wait until they parted and then would go to the stranger and ask him, "What did he tell you? Did he say, 'Black.'? Well, it's white. Did he say, 'Morning.'? Well, it's night." He faithfully said the exact opposite of whatever he heard Muhammad (SAW) and the Muslims say. However, about ten years before Abu Lahab died, a little chapter in the Qur'an was revealed to him. It distinctly stated that he would go to the Fire (i.e., Hell). In other words, it affirmed that he would never become a Muslim and would therefore be condemned forever. For ten years all Abu Lahab had to do was say, "I heard that it has been revealed to Muhammad that I will never change - that I will never become a Muslim and will enter the Hellfire. Well I want to become a Muslim now. How do you like that? What do you think of your divine revelation now?" But he never did that. And yet, that is exactly the kind of behavior one would have expected from him since he always sought to contradict Islam. In essence, Muhammad (SAW) said, "You hate me and you want to finish me? Here, say these words, and I am finished. Come on, say them!" But Abu Lahab never said them. Ten years! And in all that time he never accepted Islam or even became sympathetic to the Islamic cause. How could Muhammad possibly have known for sure that Abu Lahab would fulfill the Qur'anic revelation if he (i.e., Muhammad) was not truly the messenger of Allah? How could he possibly have been so confident as to give someone 10 years to discredit his claim of prophethood? The only answer is that he was Allah's messenger; for in order to put forth suck a risky challenge, one has to be entirely convinced that he has a divine revelation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another example of the confidence which Muhammad (SAW) had in his own prophethood and consequently in the divine protection of himself and his message is when he left Makkah and hid in a cave with Abu Bakr during their emigration to Madeenah. The two clearly saw people coming to kill them, and Abu Bakr was afraid. Certainly, if Muhammad (SAW) was a liar, a forger and one who was trying to fool the people into believing that he was a prophet, one would have expected him to say in such a circumstance to his friend, "Hey, Abu Bakr, see if you can find a back way out of this cave." Or "Squat down in that corner over there and keep quiet." Yet, in fact, what he said to Abu Bakr clearly illustrated his confidence. He told him, "Relax! Allah is with us, and Allah will save us!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, if one knows that he is fooling the people, where does one get this kind of attitude? In fact, such a frame of mind is not characteristic of a liar or a forger at all. So, as has been previously mentioned, the non-Muslims go around and around in a circle, searching for a way out - some way to explain the findings in the Qur'an without attributing them to their proper source. On one hand, they tell you on Monday, Wednesday and Friday, "The man was a liar," and on the other hand, on Tuesday, Thursday and Saturday they tell you, "He was crazy." What they refuse to accept is that one cannot have it both ways; yet they refuse to accept is that one cannot have it both ways; yet they need both excuses to explain the information in the Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About seven years ago, I had a minister over to my home. In the particular room which we were sitting there was a Qur'an on the table, face down, and so the minister was not aware of which book it was. In the midst of a discussion, I pointed to the Qur'an and said, "I have confidence in that book." Looking at the Qur'an but not knowing which book it was , he replied, "Well, I tell you, if that book is not the Bible, it was written by a man!" In response to his statement, I said, "Let me tell you something about what is in that book." And in just three to four minutes I related to him a few things contained in the Qur'an. After just those three or four minutes, he completely changed his position and declared, "You are right. A man did not write that book. The Devil wrote it!" Indeed, possessing such an attitude is very unfortunate - for many reasons. For one thing, it is a very quick and cheap excuse. It is an instant exit out of an uncomfortable situation. As a matter of fact, there is a famous story in the Bible that mentions how one day some of the Jews were witnesses when Jesus raised a man from the dead. The man had been dead for four days, and when Jesus arrived, he simply said, "Get up!" and the man arose and walked away. At such a sight, some of the Jews who were watching said disbelievingly, "This is the Devil. The Devil helped him!" Now this story is rehearsed often in churches all over the world, and people cry big tears over it, saying, "Oh, if I had been there, I would not have been as stupid as the Jews!" Yet ironically, these people do exactly what the Jews did when in just three minutes you show them only a small part of the Qur'an and all they can say is, "Oh, the Devil did it. The devil wrote that book!". Because they are truly backed into a corner and have no other viable answer, they resort to the quickest and cheapest excuse available. Another Example of people's use of this weak stance can be found in the Makkans' explanation of the source of Muhammad's message. They used to say, "The devils bring Muhammad that Qur'an!" But just as with every other suggestion made, the Qur'an gives the answer. One verse in particular states:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"And they say, 'Surely he is possessed [by jinn], 'but it [i.e., the Qur'an] is not except a reminder to the worlds."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus it gives an argument in reply to such a theory. In fact, there are many arguments in the Qur'an in reply to the suggestion that devils brought Muhammad (SAW) his message. For example, in the 26th chapter Allah clearly affirms:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"No evil ones have brought it [i.e., this revelation] down. It would neither be fitting for them, nor would they be able. Indeed they have been removed far from hearing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And in another place in the Qur'an, Allah instructs us:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So when you recite the Qur'an seek refuge in Allah from Shaytaan, the rejected."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now is this how Satan writes a book? He tells one, "Before you read my book, ask God to save you from me."? This is very, very tricky. Indeed, a man could write something like this, but would Satan do this? Many people clearly illustrate that they cannot come to one conclusion on this subject. On one hand, they claim that Satan would not do such a thing and that even if he could, God would not allow him to; yet, on the other hand, they also believe that Satan is only that much less than God. In essence they allege that the Devil can probably do whatever God can do. And as a result, when they look at the Qur'an, even as surprised as they are as to how amazing it is, they still insist, "The Devil did this!" Thanks be to Allah, Muslims do not have that attitude. Although Satan may have some abilities, they are a long way separated from the abilities of Allah. And no Muslim is a Muslim unless he believes that. It is common knowledge even among non-Muslims that the Devil can easily make mistakes, and it would be expected that he would contradict himself if and when he wrote a book. For indeed, the Qur'an states:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Do they not consider the Qur'an? Had it been from any other than Allah, they would surely have found therein much discrepancy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In conjunction with the excuses that non-Muslims advance in futile attempts to justify unexplainable verses in the Qur'an, there is another attack often rendered which seems to be a combination of the theories that Muhammad (SAW) was crazy and a liar. Basically, these people propose that Muhammad was insane, and as a result of his delusion, he lied to and misled people. There is a name for this in psychology. It is referred to as mythomania. It means simply that one tells lies and then believes them. This is what the non-Muslims say Muhammad (SAW) suffered from. But the only problem with this proposal is that one suffering from mythomania absolutely cannot deal with facts, and yet the whole Qur'an is based entirely upon facts. Everything contained in it can be researched and established as true. Since facts are such a problem for a mythomaniac, when a psychologist tries to treat one suffering from that condition, he continually confronts him with facts. For example, if one is mentally ill and claims, "I am the king of England," a psychologist does not say to him "No you aren't. You are crazy!" He just does not do that. Rather, he confronts him with facts and says, "O.K., you say you are the king of England. So tell me where the queen is today. And where is your prime minister? And where are your guards?" Now, when the man has trouble trying to deal with these questions, he tries to make excuses, saying Uh... the queen... she has gone to her mother's. Uh... the prime minister... well he died." And eventually he is cured because he cannot deal with the facts. If the psychologist continues confronting him with enough facts, finally he faces the reality and says, "I guess I am not the king of England." The Qur'an approaches everyone who reads it in very much the same way a psychologist treats his mythomania patient. There is a verse in the Qur'an which states:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh mankind, there has come to you an admonition [i.e., the Qur'an] from your Lord and a healing for what is in the hearts - and guidance and mercy for the believers."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At first glance, this statement appears vague, but the meaning of this verse is clear when one views it in light of the aforementioned example. Basically, one is healed of his delusions by reading the Qur'an. In essence, it is therapy. It literally cures deluded people by confronting them with facts. A prevalent attitude throughout the Qur'an is one which says, "Oh mankind, you say such and such about this; but what about such and such? How can you say this when you know that?" And so forth. It forces one to consider what is relevant and what matters while simultaneously healing one of the delusions that the facts presented to mankind by Allah can easily be explained away with flimsy theories and excuses. It is this very sort of thing - confronting people with facts - that had captured the attention of many non-Muslims. In fact, there exists a very interesting reference concerning this subject in the New Catholic Encyclopedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In an article under the subject of the Qur'an, the Catholic Church states, "Over the centuries, many theories have been offered as to the origin of the Qur'an... Today no sensible man accepts any of these theories."!! Now here is the age-old Catholic Church, which has been around for so many centuries, denying these futile attempts to explain away the Qur'an. Indeed, the Qur'an is a problem for the Catholic Church. It states that it is revelation, so they study it. Certainly, they would love to find proof that it is not, but they cannot. They cannot find a viable explanation. But at least they are honest in their research and do not accept the first unsubstantiated interpretation which comes along. The Church states that in fourteen centuries it has not yet been presented a sensible explanation. At least it admits that the Qur'an is not an easy subject to dismiss. Certainly, other people are much less honest. They quickly say, "Oh, the Qur'an came from here. The Qur'an came from there." And they do not even examine the credibility of what they are stating most of the time. Of course, such a statement by the Catholic Church leaves the everyday Christian in some difficulty. It just may be that he has his own ideas as to the origin of the Qur'an, but as a single member of the Church, he cannot really act upon his own theory. Such an action would be contrary to the obedience, allegiance and loyalty which the Church demands. By virtue of his membership, he must accept what the Catholic Church declares without question and establish its teachings as part of his everyday routine. So, in essence, if the Catholic Church as a whole is saying, "Do not listen to these unconfirmed reports about the Qur'an," then what can be said about the Islamic point of view? Even non-Muslims are admitting that there is something to the Qur'an - something that has to be acknowledged - then why are people so stubborn and defensive and hostile when Muslims advance the very same theory? This is certainly something for those with mind a to contemplate - something to ponder for those of understanding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recently, the leading intellectual in the Catholic Church - a man by the name of Hans - studied the Qur'an and gave his opinion of what he had read. This man has been around for some time, and he is highly respected in the Catholic Church, and after careful scrutiny, he reported his findings, concluding, "God has spoken to man through the man, Muhammad." Again this is a conclusion arrived at by a non-Muslim source - the very leading intellectual of the Catholic Church himself! I do not think that the Pope agrees with him, but nonetheless, the opinion of such a noted, repute public figure must carry some weight in defense of the Muslim position. He must be applauded for facing the reality that the Qur'an is not something which can be easily pushed aside and that, in fact God is the source of these words. As is evident from the aforementioned information, all of the possibilities have been exhausted, so the chance of finding another possibility of dismissing the Qur'an is nonexistent. For if the book is not a revelation, then it is a deception; and if it is a deception, one must ask, "What is its origin" And where does it deceive us?" Indeed, the true answers to these questions shed light on the Qur'an's authenticity and silence the bitter unsubstantiated claims of the unbelievers. Certainly, if people are going to insist that the Qur'an is a deception, then they must bring forth evidence to support such a claim. The burden of proof is on them, not us! One is never supposed to advance a theory without sufficient corroborating facts; so I say to them, "Show me one deception! Show me where the Qur'an deceives me! Show me, otherwise, don't say that it is a deception!" An interesting characteristic of the Qur'an is how it deals with surprising phenomena which relate not only to the past but to modern times as well. In essence, the Qur'an is not and old problem. It is still a problem even today - a problem to the non-Muslims that is. For everyday, every week, every year brings more and more evidence that the Qur'an is a force to be contended with - that its authenticity is no longer to be challenged! For example, one verse in the Qur'an reads;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Do not the unbelievers see that the heavens and the earth were joined together, then We clove them asunder, and made from water every living thing? Will they not then believe?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironically, this very information is exactly what they awarded the 1973 Noble Prize for - to a couple of unbelievers. The Qur'an reveals the origin of the universe - how it began from one piece - and mankind continues to verify this revelation, even up to now. Additionally, the fact that all life originated from water would not have been an easy thing to convince people of fourteen centuries ago. Indeed, if 1400 years ago you had stood in the desert and told someone, "All of this, you see (pointing to yourself), is made up of mostly water," no one would have believed you. Proof of that was not available until the invention of the microscope. They had to wait to find out that cytoplasm, the basic substance of the cell, is made-up of 80% water. Nonetheless, the evidence did come, and once again the Qur'an stood the test of time. In reference to the falsification tests mentioned earlier, it is interesting to note that they, too, relate to both the past and the present. Some of them were used as illustrations of Allah's omnipotence and knowledge, while others continue to stand as challenges to the present day. An example of the former is the statement made in the Qur'an about Abu Lahab. It clearly illustrates that Allah, the Knower of the Unseen, knew that Abu Lahab would never change his ways and accept Islam. Thus Allah dictated that he would be condemned to the Hellfire forever. Such a chapter was both an illustration of Allah's divine wisdom and a warning to those who were like Abu Lahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An interesting example of the latter type of falsification tests contained in the Qur'an is the verse which mentions the relationship between the Muslims and the Jews. The verse is careful not to narrow its scope to the relationship between individual members of each religion, but rather, it summarizes the relationship between the two groups of people as a whole. In essence, the Qur'an states that the Christians will always treat the Muslims better than the Jews will treat the Muslims. Indeed, the full impact of such a statement can only be felt a~er careful consideration of the real meaning of such a verse. It is true that many Christians and many Jews have become Muslims, but as a whole, the Jewish community is to be viewed as an avid enemy of Islam. Additionally, very few people realize what such an open declaration in the Qur'an invites. In essence, it is an easy chance for the Jews to prove that the Qur'an is false - that it is not a divine revelation. All they have to do is organize themselves, treat the Muslims nicely for a few years and then say, "Now what does your holy book say about who are your best friends in the world - the Jews or the Christians? Look what we Jews have done for you!" That is all they have to do to disprove the Qur'an's authenticity, yet they have not done it in 1400 years. But, as always, the offer still stands open!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All of the examples so far given concerning the various angles from which one can approach the Qur'an have undoubtedly been subjective in nature; however there does exist another angle, among others, which is objective and whose basis is mathematical. It is surprising how authentic the Qur'an becomes when one assembles what might be referred to as a list of good guesses. Mathematically, it can be explained using guessing and prediction examples. For instance, if a person has two choices (i.e., one is right, and one is wrong), and he closes his eyes and makes a choice, then half of the time (i.e., one time out of two) he will be right. Basically, he has a one in two chance, for he could pick the wrong choice, or he could pick the right choice. Now if the same person has two situations like that (i.e., he could be right or wrong about situation number one, and he could be right or wrong about situation number two), and he closes his eyes and guesses, then he will only be right one fourth of the time (i.e., one time out of four). He now has a one in four chance because now there are three ways for him to be wrong and only one way for him to be right. In simple terms, he could make the wrong choice in situation number one and then make the wrong choice in situation number two; OR he could make the wrong choice in situation number one and then make the right choice in situation number two; OR he could make the right choice in situation number one and then make the wrong choice in situation number two; OR he could make the right choice in situation number one and then make the right choice in situation number two. Of course, the (only instance in which he could be totally right is the last scenario where he could guess correctly in both situations. The odds of his guessing completely correctly have become greater because the number of situations for him to guess in have increased; and the mathematical equation representing such a scenario is 1/2 x 1/2 (i.e., one time out of two for the first situation multiplied by one time out of two for the second situation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Continuing on with the example, if the same person now has three situations in which to make blind guesses, then he will only be right one eighth of the time (i.e., one time out of eight or 1/2 X 1/2 X 1/2). Again, the odds of choosing the correct choice in all three situations have decreased his chances of being completely correct to only one time in eight. It must be understood that as the number of situations increase, the chances of being right decrease, for the two phenomena are inversely proportional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now applying this example to the situations in the Qur'an, if one draws up a list of all of the subjects about which the Qur'an has made correct statements, it becomes very clear that it is highly unlikely that they were all just correct blind guesses. Indeed, the subjects discussed in the Qur'an are numerous, and thus the odds of someone just making lucky guesses about all of them become practically nil. If there are a million ways for the Qur'an to be wrong, yet each time it is right, then it is unlikely that someone was guessing. The following three examples of subjects about which the Qur'an has made correct statements collectively illustrate how the Qur'an continues to beat the odds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the 16th chapter the Qur'an mentions that the female bee leaves its home to gather food.l2 Now, a person might guess on that, saying, "The bee that you see flying around - it could be male, or it could be female. I think I will guess female." Certainly, he has a one in two chance of being right. So it happens that the Qur'an is right. But it also happens that that was not what most people believed at the time when the Qur'an was revealed. Can you tell the difference between a male and a female bee? Well, it takes a specialist to do that, but it has been discovered that the male bee never leaves his home to gather food. However, in Shakespeare's play, Henry the Fourth, some of the characters discuss bees and mention that the bees are soldiers and have a king. That is what people thought in Shakespeare's time - that the bees that one sees flying around are male bees and that they go home and answer to a king. However, that is not true at all. The fact is that they are females, and they answer to a queen. Yet it took modern scientific investigations in the last 300 years to disc
